Melihat Perjalanan Riot dalam Membuat Patung 3 Champion yang Ada di Legends Never Die

Melihat Perjalanan Riot dalam Membuat Patung 3 Champion yang Ada di Legends Never Die
LOL_CMS_171_Article_01_hgcfv2cewisofy1on5sd

Masih ingatkah kamu dengan lagu Legends Never Die yang dinyanyikan oleh Against The Current, sebagai anthem Worlds Championship 2017 kemarin?

Semenjak awal kemunculannya, lagu ini benar-benar telah disambut dengan sangat baik oleh semua komunitas League of Legends di seluruh dunia. Bagaimana tidak, karena lagu ini sendiri memang sangat keren sekali dan memiliki keunikan tersendiri ketimbang dari lagu-lagu Worlds yang sebelumnya.

Di tambah dengan adanya video klip yang menampilkan 3 champion sebagai karakter utama dalam Legends Never Die seperti Ashe, Lee Sin, dan Garen; ketiga champion ini telah membawa unsur-unsur yang menangkap sebuah perjuangan besar, ketenangan, semangat yang tinggi, dan pantang menyerahmembuat emosi kita menjadi semakin bergelora ketika mendengarkannya.

Tak terlepas dari itu semua, nampaknya tahun ini merupakan tahun yang spesial bagi Ashe, Lee Sin, dan Garen. Karena selain dijadikan sebagai karakter utama dalam video klip untuk musik Worldsketiga champion ini juga telah diabadikan ke dalam bentuk maha karya yang luar biasa besar.

LOL_CMS_171_Article_20_3kfjmf02nck70hl8o6zk

Ya, Ashe, Lee Sin dan Garen telah diabadikan menjadi sebuah patung yang luar biasa keren sekali. Yang di mana ternyata patung ini sudah mereka buat jauh hari sebelum Worlds 2017 diselenggarakan, yang kemudian mereka bawa ke Stadion Nasional Beijing Bird’s Nest, saat acara The Finals Worlds Championship 2017 dibuka.

Pembuatan patung ini memiliki cerita yang cukup unik dan juga tahap yang begitu panjang dalam proses pembuatannya.

LOL_CMS_171_Article_02_ag70b8kd04zr8ogwyfy0
LOL_CMS_171_Article_03_vfkailctgbq0leqi1s7o

Patung yang memiliki ukuran lebih dari dua kaki dengan berbahan Bronze atau perunggu ini, ternyata pembuatannya sudah Riot rencanakan pada tahun 2016 laluyang ingin mereka realisasikan pada hari jadi League of Legends yang ke sepuluh; dengan pertarungan Garen dan Darius yang menjadi awal konsepnya.

Namun karena banyak kendala dan juga masalah yang lain, akhirnya Riot menunda pekerjaan tersebut. Dan baru mereka realisasikan pada tahun ini, yang konsepnya mereka ubah menjadi pertarungan Ashe, Lee Sin, dan Garen.

LOL_CMS_171_Article_04_vy9kj7ckxr32shmk4xas
Awal konsep Garen vs Darius
LOL_CMS_171_Article_05_xzwb446g5fjktu0xqtw5
Konsep baru
LOL_CMS_171_Article_06_lmsya8b9eam0junzz4a0
LOL_CMS_171_Article_07_8v66an5crogak42hq7v3
LOL_CMS_171_Article_08_his69j0z60ght90a8tke
LOL_CMS_171_Article_09_z0rhmoqop8pktcedphn7
LOL_CMS_171_Article_10_66z91ucyl47nyj4xr93d
LOL_CMS_171_Article_11_u2toc4sc21guw5iq5981
LOL_CMS_171_Article_14_glk9rc5m1afyyob428y3
LOL_CMS_171_Article_13_gwvkh55c5y1m4ejva3gh
LOL_CMS_171_Article_15_ir3okhcildniak0l3c5i
LOL_CMS_171_Article_16_zfqagc8czt7kheyx7ks1

“Tendangan Lee Sin mendorong kita untuk mencoba menangkap esensi air dalam media yang sangat padat, dan untuk menambahkan tingkat detail pada patung di luar apa yang akan dilihat sekilas oleh semua orang.” ujar Riot.

LOL_CMS_171_Article_17_9e3pghm34zk8gf70qy8u
LOL_CMS_171_Article_18_cssf3kw5w950t5aw7hj1

Sebelum membuat patung perunggu berukuran raksasa ini ke tahap yang nyata. Pertama kali yang Riot lakukan adalah dengan membuat konsep patung tersebut ke dalam bentuk figur kecil dari plastik yang hanya berukuran kurang lebih 30cm saja.

Kemudian konsep tersebut mereka berikan kepada Mettle Sculpture Studiountuk langsung membentuk patung ini dengan tanah liat yang berukuran raksasa. Selanjutnya mereka mulai memotong bagian-bagian bentuk karakter dari ketiga champion tersebut menjadi bagian-bagian yang kecil dan di-gips dengan perunggu; seluruh proses sampai saat ini telah memakan waktu sekitar lima bulan.

Setelah tahap pengecoran selesai, mereka kemudian beralih ke pengamplasan, pewarnaan, dan pemolesan untuk sentuhan akhir. Dengan total waktu keseluruhan pengerjaan hampir mencapai 8 bulan lebih.

LOL_CMS_171_Article_19_zi1907mbe7wc6gxydr5i

“Tidak peduli seberapa keras kami mengerjakannya, seberapa lama kami membuatnya, dan seberapa banyak dana yang kami keluarkan. Yang terpenting kami bisa menciptakan satu maha karya yang luar biasa besar, untuk bisa dinikmati oleh semua summoners di penjuru dunia,” ujar Riot Dyquill.

“Dan kami harap semoga semua yang kami lakukan ini, bisa menjadi memorial tersendiri untuk Worlds 2017. Dan kami juga berjanji akan membuat sesuatu yang lebih mengejutkan lagi selanjutnya, itu pasti.”

Saya adalah presiden dari World Economic Journal dan merupakan salah satu penguasa dunia bawah, dan sering mengisi waktu luang dengan bermain League of Legends. Panggil saya "Big News" Morgans!

 

Leave a Reply