10 Jenis Karir di Dunia Esports

10 Jenis Karir di Dunia Esports
LGS_1

Mungkin masih banyak orang yang beranggapan bahwa esports hanyalah sebuah ajang kompetisi para gamer untuk memperebutkan hadiah dan gelar juara. Namun tidak hanya itu, esports merupakan kegiatan yang melibatkan berbagai macam pihak dengan andilnya masing-masing sehingga ia menjadi sebuah industri kreatif yang terus berkembang dari tahun ke tahun.

Tidak jauh berbeda dengan olahraga umum seperti sepakbola dan basket, esports sebenarnya merupakan sebuah ekosistem yang terdiri dari berbagai macam bidang profesi untuk membuat rangkaian kegiatan yang memberikan hiburan dan wawasan bagi sesama gamer.

Di bawah ini, saya akan mencoba merangkum berbagai macam jenjang karir di dunia esports. Saya juga menambahkan jurusan studi yang cocok dalam bidang tertentu sebagai acuan bagi kamu yang sedang sekolah atau menyelesaikan studi di universitas.

1. Player


Cruzher saat bersama Revival Esports di The Finals LGS Summer 2016
Revival Esports di The Finals LGS Summer 2016

Mungkin ini sudah cukup jelas ya. Bukan Esports namanya kalo enggak ada gamernya.

Tentunya Esports sendiri merupakan sebuah lingkungan untuk para gamer berkompetisi dan mencari siapakah yang terbaik dari gamer-gamer yang memiliki keahlian di cabang gamenya masing-masing. Tidak hanya mengadu reflek, ingatan dan kecepatan tangan, gamer terbaik wajib memiliki mental kuat untuk bertanding di hadapan para penonton dan memiliki stamina untuk bertanding berjam-jam dalam satu hari.

Menjadi gamer profesional juga bukan pekerjaan mudah. 12 jam latihan tiap harinya merupakan aktifitas sehari-hari para pemain LCK dan LPL demi bersaing di tingkat tertinggi. Ketika reputasi seorang gamer profesional meningkat, maka aktifitasnya akan bertambah dari hanya berlatih dan bertanding; akan ada banyak kegiatan lain seperti sesi wawancara untuk media, foto & syuting video untuk keperluan sponsor, dan lain-lain.

Jika kamu ingin menjadi seorang pro gamer, kamu harus benar-benar siap lahir batin untuk mengorbankan apapun demi itu. Waktu, tenaga, uang, persahabatan, kisah cinta, bahkan hingga perdebatan dengan keluargamu sendiri. Sudah banyak kisah tentang pro gamer yang awalnya diusir dari rumah, salah satu contohnya adalah Doublelift. Namun tidak ada hasil yang baik tanpa kerja keras, dan itu semua tergantung usahamu sendiri.

Cocok untuk jurusan: Apa saja

2. Shoutcaster, Panel Analyst & Host


Tibold & Justincase, dua shoutcaster yang terkenal di LOL Indonesia.
Tibold & Justincase, dua shoutcaster yang terkenal di LOL Indonesia.

Untuk membuat sebuah pertandingan Esports menjadi menarik untuk ditonton, kita harus berterimakasih kepada para shoutcaster dan host yang memberikan komentar dan obrolan sepanjang event berlangsung.

Secara singkat, para shoutcaster, analis panel dan host menjadi jembatan antara pemain dengan penonton. Mereka akan menjelaskan alur permainan sejak awal dan akhir, membahas dan merangkum apa saja yang terjadi ataupun yang akan terjadi selama permainan berlangsung, serta bertukar pikiran dengan para pro player untuk memberikan gagasan kepada para penonton.

Karena tugas utama mereka adalah terus berbicara di depan kamera, maka dibutuhkan kemampuan berkomunikasi yang luwes dan supel untuk menjadi shoutcaster, analis panel dan pembawa acara yang baik. Tentunya mereka juga semestinya punya pengetahuan yang cukup luas mengenai game yang mereka bahas agar mereka dapat menjelaskannya dengan baik kepada para penonton.

Cocok untuk jurusan: Komunikasi, Hubungan Masyarakat, Psikologi

3. Team Owner & Manager


Reginald saat masih menjadi pemain TSM
Reginald, pemilik dan mantan pemain Team SoloMid

Tim-tim besar seperti Team SoloMid atau SK Telecom T1 tidak hanya berisi 5-6 orang saja. Di belakang para pemain, terdapat belasan atau bahkan puluhan orang yang bekerjasama untuk membangun brand sebuah tim dari nol hingga menjadi besar.

Seperti sebuah tim sepakbola, basket dan tim olahraga lainnya, tim esports memiliki pemilik yang menentukan visi dan misi organisasi untuk meraih prestasi dan mengelola tim secara keseluruhan. Mereka harus mengerti bisnis, mengatur keuangan tim, mengakomodasi kebutuhan para pemain, menjalin kerjasama dengan sponsor, dan masih banyak lagi.

Akan menjadi tugas yang sangat berat apabila seorang pemilik tim melakukan semua hal di atas. Maka dari itu, mereka akan membagi tugas dengan manajer yang dapat fokus kepada beberapa aspek saja. Biasanya, seorang manajer akan lebih berfokus kepada teknis dan manajemen pemain seperti mengatur jadwal latihan, mencari lawan untuk latih tanding, atau menjadi admin media sosial sebuah tim. Sedangkan pemilik tim akan lebih sibuk mengelola anggaran dan menjalin kerjasama dengan sponsor untuk menjadi partner tim mereka.

Cocok untuk jurusan: Bisnis, Manajemen, Akuntansi, Keuangan, Psikologi, Sumber Daya Manusia

4. Coach & Analyst


Yamatocannon, coach tim Splyce
Yamatocannon, pelatih tim Splyce

Berbeda dari manajer, coach dan analis sebuah tim akan benar-benar seratus persen mengelola pemain dalam aspek permainan. Ia harus mengawasi dan menilai gaya permainan masing-masing pemain, mencari strategi yang cocok dan efektif, memberikan masukan dan kritik, juga menganalisa statistik pemain untuk memperbaiki permainan mereka.

Tugas seorang coach sebenarnya bisa dilakukan oleh manajer apabila ia juga memiliki pemahaman game yang mendalam. Namun, akan lebih baik jika seorang coach merupakan orang yang benar-benar paham tentang game yang dipertandingkan, mulai dari champion yang sedang kuat di patch tersebut, strategi yang harus diterapkan, hingga pengambilan keputusan dalam situasi tertentu.

Idealnya, seorang coach juga harus mengerti tentang statistik dan juga bisa menganalisa pemain-pemain lawan. Ia pun akan sangat handal apabila dapat memberikan motivasi ketika para pemain sedang down untuk kembali menang di pertandingan berikutnya.

Cocok untuk jurusan: Statistik, Manajemen, Psikologi, Sumber Daya Manusia

5. Production Crew


Kru produksi The Finals LGS Summer 2016
Kru produksi The Finals LGS Summer 2016

Untuk membuat sebuah pertandingan esports menjadi pertunjukan yang menarik, tentunya dibutuhkan para kru produksi yang bekerja keras mengatur berbagai aspek teknikal agar sebuah pertandingan berjalan mulus dan terlihat profesional.

Tugas para kru produksi ini bermacam-macam. Mulai dari mengatur letak dan arah sorotan kamera di venue pertandingan, mengatur setelan audio antara shoutcaster dengan suara in-game, mengoperasikan kamera untuk memberikan sudut pandang yang beragam, hingga menentukan kapan harus menampilkan informasi-informasi tertentu di livestream.

Kru produksi adalah para pahlawan di balik layar. Merekalah yang membuat kita dapat menikmati sebuah pertandingan esports sebagai sebuah acara yang dikemas dengan segala pernak-pernik yang detail, menghibur kita yang menyaksikan pertandingan baik secara langsung ataupun via livestreaming. Dengan adanya kru produksi, kita tidak hanya dapat menikmati jalannya pertandingan dalam sebuah turnamen, namun kita juga dapat menyaksikan ekspresi para pemain yang sedang bertanding, replay instan teamfight yang baru saja berlangsung, dan melihat statistik permainan secara langsung.

Pada event The Finals LGS Summer 2016 yang berlangsung di Balai Sarbini, Garena Indonesia memiliki lebih dari 15 orang dalam tim produksinya. Namun untuk acara bertaraf internasional seperti Worlds, kru produksi diperkirakan berjumlah lebih dari 100 orang dengan tugasnya masing-masing.

Cocok untuk jurusan: Komunikasi, Broadcasting, Multimedia, Desain Grafis, Perfilman

6. Journalist & Reporter


171222-hasagi-1-1

Nah, inilah yang dilakukan oleh Hasagi saat ini juga.

Tugas jurnalis dan wartawan adalah melaporkan kejadian dalam bentuk berita atau artikel. Dalam bidang esports, tentunya yang biasanya diberitakan adalah tentang turnamen, soal pemain dan tim, atau berita tentang update dari game itu sendiri. Tidak jauh berbeda seperti di industri lainnya, gosip-gosip yang beredar pun sering tidak luput menjadi bahan berita bagi para kuli tinta. Mayoritas berita dan artikel dibuat dalam bentuk tulisan, walaupun saat ini berita berbentuk video juga sedang menjadi tren karena akan lebih menarik untuk disimak.

Asiknya bekerja sebagai wartawan adalah tidak jarang kita mendapatkan akses tertentu yang tidak akan mungkin diperoleh orang pada umumnya. Contohnya, akses menuju backstage dan bertatap muka serta berbincang langsung dengan para pemain terkenal. Kamu juga bisa berteman baik dengan para tokoh penting di industri esports dan mengetahui gosip-gosip terbaru yang biasanya menjadi bumbu dalam perkembangan esports.

Cocok untuk jurusan: Jurnalistik, Sastra, Komunikasi

7. Photographer, Videographer & Video Editor


Cameraman saat proses syuting video LGS Summer 2016
Cameraman saat proses syuting video LGS Summer 2016

Juga berkaitan dengan profesi kru produksi dan jurnalis, fotografer dan videografer menjadi salah satu karir yang diperlukan di dunia esports.

Tugas mereka adalah mendokumentasikan seluruh kejadian yang berhubungan dengan esports. Mulai dari dokumentasi turnamen, beragam konten berbentuk gambar dan video, dan dokumentasi kegiatan tim esports. Mereka akan berperan penting dalam menangkap momen-momen penting seperti ekspresi para pemain yang sedang bertanding, seperti raut kegembiraan mereka ketika berhasil menang dan suasana penonton di area pertandingan.

Fotografer dan videografer biasanya akan tergabung dalam bagian tim produksi. Namun, beberapa fotografer dan pembuat video yang telah memiliki perangkat seperti kamera dan software editing juga dapat membuat konten sendiri tanpa harus bergabung ke dalam tim produksi.

Cocok untuk jurusan: Fotografi, Videografi, Multimedia, Desain, Seni Rupa

8. Referee & Technical Crew

Wasit mencatat skor pertandingan di LGS Summer 2016
Wasit mencatat skor pertandingan di LGS Summer 2016

Selain kru produksi, referee atau yang lebih dikenal sebagai wasit merupakan bagian yang harus ada untuk mengawasi jalannya pertandingan. Tugas mereka adalah memantau dan mengawasi pertandingan agar berjalan sesuai prosedur.

Wasit harus jeli mengawasi pergerakan para pemain dan harus berani mengingatkan dan memberi hukuman jika sewaktu-waktu pemain melakukan hal-hal yang dilarang oleh peraturan. Biasanya, wasit juga diharuskan memiliki pengetahuan teknis tentang hardware dan software komputer. Jika sewaktu-waktu ada masalah dengan komputer pemain, maka mereka dapat mengatasinya dengan sigap agar pertandingan dapat dilanjutkan kembali.

Namun pada event-event berskala besar seperti Worlds, kru wasit dan teknis akan dibuat terpisah sehingga mereka dapat lebih fokus ke tugasnya masing-masing. Jadi, wasit hanya perlu mengawasi para pemain sedangkan kru teknis akan siaga memonitor kondisi komputer serta koneksi internet di arena pertandingan.

Cocok untuk jurusan: IT, Networking

9. Streamer

Ericko "Soapking" Lim, streamer & shoutcaster LOL Indonesia
Ericko “Soapking” Lim, streamer & shoutcaster LOL Indonesia

Youtube Youtube lebih dari TV boom! Bagi seorang streamer, kegiatannya tentu saja adalah melakukan livestream dengan rutin untuk menghibur para penontonnya.

Seorang livestreamer yang dianggap sukses akan memiliki minimal satu dari tiga hal ini: skill, attitude dan wajah. Terlebih lagi jika mereka punya skill yang setara dengan pemain profesional dan memiliki kemampuan untuk menghibur para penonton sehingga mereka tertawa. Tidak jarang para penonton akan menyisihkan sebagian uang mereka untuk berdonasi kepada streamer sebagai bentuk apresiasi, dengan harapan mereka dapat terus livestreaming dengan rutin.

Jangan heran jika pendapatan seorang livestreamer malah lebih tinggi dibandingkan sebagai pemain. Beberapa situs livestream seperti PandaTV atau HuomaoTV menawarkan gaji yang sangat besar untuk para streamer terkenal yang memiliki segudang fans. Sejumlah tim esports seperti Team SoloMid juga memiliki personil khusus livestream, yaitu Dyrus dan Gosu. Di Indonesia sendiri, situs Siaranku atau Cliponyu juga memiliki program ini jika kamu tertarik.

Cocok untuk jurusan: Apa saja

10. Cosplayer & Costume Maker

Cosplay Zed dari Erlan Bakabon di The Finals LGS Summer 2016
Cosplay Zed dari Erlan Bakabon di The Finals LGS Summer 2016

Cosplayer juga menjadi salah satu daya tarik di setiap acara esports. Selain menonton pertandingan, pengunjung yang datang ke sebuah event esports juga pastinya akan tertarik untuk berfoto bersama karakter-karakter game yang sedang dipertandingkan, sebagai kenang-kenangan bahwa mereka telah datang di acara tersebut.

Membuat properti cosplay itu gampang gampang susah. Kamu bisa membuat atau mencari kostum sendiri dari bahan-bahan yang tidak mahal seperti busa hati, karton ataupun kain. Tentunya untuk membuat kostum yang detail dan rumit, perlu modal yang banyak dan kesabaran untuk membuatnya dari nol. Akan tetapi hasilnya pasti tidak akan mengecewakan jika sudah selesai.

Beberapa cosplayer juga membuka jasa pembuatan kostum, jika kamu masih bingung mau mulai dari mana. Dengan sejumlah biaya, mereka akan dengan senang hati membuatkan properti cosplay yang sesuai dengan budget kamu, dan menyesuaikan ukurannya dengan tubuh kamu sehingga kamu tidak akan kesusahan memakainya.

Cocok untuk jurusan: Seni Rupa, Desain


Itulah dia 10 jenis karir yang bisa kamu lakukan di dunia esports. Selain dari yang sudah dijelaskan di atas, sebenarnya masih banyak lagi yang bisa kamu jelajahi sesuai dengan minat dan kemampuan kamu. Contohnya, menjadi administrator atau kepala pelaksana sebuah turnamen. Atau menjadi spesialis penyedia jasa desain logo atau jersey tim esports. Atau bahkan menjadi pengacara esports seperti yang dilakukan orang ini.

Pada intinya, karir di dunia esports sebenarnya tidak jauh berbeda dengan karir formal lainnya. Esports saat ini sudah menjadi industri hiburan yang mendunia, dan diyakini akan terus berkembang dalam sepuluh tahun ke depan. Jadi, cobalah mulai dari sekarang jika kamu ingin berpartisipasi mengembangkan esports di Indonesia.

Satu saran penting dari saya, bukanlah hal yang bagus jika kamu berpikir bahwa karir di esports (terutama di dalam negeri) akan memberikan kamu banyak uang. Industri game dan esports di Indonesia masih memiliki banyak tantangan untuk dapat menjadi salah satu industri kreatif yang menghasilkan profit. Mungkin di awal-awal kamu harus rela mengorbankan waktu, tenaga dan uang tanpa timbal balik yang berarti. Namun jika kamu melakukannya karena passion, seiring waktu reputasimu akan bertambah dan itu akan menjadi jalanmu menuju kesuksesan.

Jadi, lakukanlah karena kamu menyukai esports.

 

fusion jazz - vaporwave - instrumental hiphop

Facebook Twitter 

Leave a Reply