3 Alasan untuk Tidak Hanya Melihat Performa Pemain dari KDA

3 Alasan untuk Tidak Hanya Melihat Performa Pemain dari KDA
KDA

KDA adalah salah satu statistik yang paling banyak digunakan dan menjadi pedoman seorang pemain dalam menentukan performa, baik saat Public Matchmaking dan Turnamen seperti LCS misalnya. Meskipun banyak digunakan, nyatanya KDA bukan ukuran yang terbaik untuk men-judge performa seorang pemain, especially the pros.

Ada beberapa statistik yang jauh lebih penting ketimbang jumlah KDA. Kill dan Assist yang banyak bukan berarti performa baik (ex: Kill Steal) sedangkan Death yang banyak bukan berarti buruk (ex: menyelamatkan rekan setim dengan mengorbankan diri). Selain itu, tidak selamanya Death itu sia-sia (ex: mati setelah berhasil mencuri Baron dari lawan)

Here is an example,

vlcsnap-2017-03-29-07h51m08s207

Di atas adalah contoh dari 3 midlaner di NA LCS. Disitu ada Bjergsen, Froggen, dan Hai. Ketiganya adalah midlaner terbaik yang ada di NA LCS by far. Jika kita hanya melihat dari KDA (gambar diatas adalah statistik KDA ketiga pemain setelah minggu kedelapan 2017 NA LCS Spring Split) maka kita biasanya langsung berpikir, “Bjergsen lebih jago ketimbang Hai sama Froggen, KDAnya aja paling tinggi”, atau “Hai bagus dari mana, KDAnya cuma dikit. Gak sebanyak Bjergsen sama Froggen”. KDA memang bisa digunakan, but in this case bukanlah ukuran yang utama. Ada beberapa pengukuran yang lebih baik dalam menjelaskan performa seorang pemain.


Kill Participation (KP) dan Death Share (DeS)

Yang pertama ada Kill Participation dan Death Share . Untuk bisa melihat Kill Participation, kita bisa melihat dari total Kill + Assist dibagi dengan Total kill seluruh tim, sedangkan untuk Death Share adalah total death pemain dibagi dengan total death seluruh tim. Kill Participation menunjukkan kontribusi pemain saat terjadinya kill, baik saat gank, solokill, maupun teamfight. Sedangkan untuk Death Share menjelaskan kemampuan bertahan hidup seorang pemain, entah bisa selamat dari gank, menang duel, positioning, atau bertahan hidup selama teamfight berlangsung.

Perlu diingat juga, KP yang tinggi tidak selalu baik dan DeS yang terlalu tinggi juga tidak selalu buruk. KP lebih cocok digunakan untuk melihat performa role yang bersifat mobile dan sering melakukan gank seperti Jungler dan Support sedangkan untuk DeS lebih cocok digunakan untuk role yang sering menjadi target utama seperti Midlaner dan AD Carry.

Here is another example,

vlcsnap-2017-03-29-08h15m10s35

Meskipun Bjergsen punya KDA tinggi, ternyata dia kalah dari Froggen dalam urusan KP. Ini menunjukkan bahwa peran Froggen di Echo Fox sangat krusial. Untuk DS, Hai menjadi yang tertinggi. Ada beberapa alasan mengapa Hai memiliki DS tinggi, Playstyle Hai yang risky dan seringkali Hai menjadi target utama lawan.


Creep Score per Minute (CSM) dan Gold Share (GS)

Cara menghitung CSM adalah dengan membagi total last hit (entah dari minion atau monster) dengan durasi game. Sedangkan untuk GS adalah dengan membagi jumlah gold yang diperoleh seorang pemain dengan total gold yang diperoleh seluruh tim (starting gold dan gold yang didapat per detik tidak masuk hitungan). Stat CSM dan GS yang tinggi menunjukkan sering terlibat dengan fight dan memiliki damage output yang tinggi sedangkan untuk CSM dan GS yang rendah menunjukkan role yang lebih bersifat supportive. Kedua stat ini juga dipengaruhi dengan kemampuan tim dan pemain dalam mengumpulkan resource (gold.

Here, another one!

vlcsnap-2017-03-29-08h09m33s238

CSPM Hai memang terendah diantara Froggen dan Bjergsen, but surprisingly Ia memiliki presentase GS yang sama dengan Bjergsen meskipun CSM yang rendah. Penyebabnya adalah rekan tim yang lain mampu melebihi atau malah lebih rendah dari Hai dan Bjergsen. Froggen sendiri menunjukkan bahwa Ia menjadi carry utama di timnya, mengingat ADCnya (Keith) yang menjadi masalah utama di Echo Fox memiliki CSM terendah diantara ADC lain dan Toplanernya (Looper) terendah kedua dibandingkan dengan Toplaner yang lain.


Damage per Minute (DPM) dan Damage Share (DaS)

Stat yang satu ini bisa dibilang juga banyak digunakan sebagai ukuran. Tapi ada beberapa faktor utama yang menentukan stat ini, seperti pilihan Champion dan durasi game. Champion berdamage tinggi seperti Jayce, Syndra, dan Orianna akan membuat banyak damage dan akan terus bertambah banyak seiring dengan meningkatnya durasi permainan dan item yang dibeli. Stat ini lebih baik digunakan untuk melihat performa role yang bersifat carry dan menjadi damage dealer utama  seperti Midlaner dan AD Carry.

Here, the last one

vlcsnap-2017-03-29-08h23m43s46

Froggen dan Hai menjadi yang terdepan dalam urusan DPM dan DaS. Dari sini kita bisa melihat bahwa baik Froggen dan Hai menjadi carry utama di timnya. Surprisingly, Bjergsen menjadi yang terendah meskipun KP, CSPM, dan KDA tinggi. Penyebabnya adalah timnya lebih jarang melakukan fight ketimbang tim Froggen yang lebih sering terlibat fight.

Dari ketiga statistik diatas, ada beberapa hal yang bisa disimpulkan. Pertama, Froggen bisa dibilang memiliki performa terbaik selama split dan juga menjadi carry utama di timnya. Kedua, meskipun Hai memiliki statistik terendah, Ia lebih bersifat supportive ke timnya. Dan yang ketiga, meskipun DPM dan DaS Bjergsen tidak setinggi Hai dan Froggen, performa timnya secara keseluruhan jauh lebih baik sehingga KP dan DeS miliknya lebih baik ketimbang Hai dan Froggen.

Selain ketiga statistik diatas, ada juga beberapa faktor yang menentukan performa dan statistik diatas seperti laning phase dan warding. Dan tentu saja, melihat bagaimana mereka bermain secara langsung jauh lebih penting untuk menilai performa mereka. Tapi setidaknya kita sudah punya gambaran mengenai cara menilai performa seorang pemain. Kalian juga bisa menggunakan perhitungan statistik diatas untuk melihat performa kalian sendiri, apakah terus meningkat atau mengalami penurunan.

Untuk penjelasan lebih lanjut, kalian bisa melihat video di bawah ini (thanks to Blitz Esports)

 

Laurent Vic

Writer, Gamer, Mechanical Keyboard Enthusiast, Dank Memer, Noob Yu-Gi-Oh! Duelist (Red Archfiend User). My articles does not reflect my personal opinion. Want an advice? dump ur shitcrap Razer, Corsair, and other gaming mech boards, start using high quality-made for enthusias boards like Ducky, Varmilo, KBParadise, Leopold, or even custom boards.

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply