5 Hal yang Menjadi Alasan Mengapa Kamu Pantas untuk Tetap Berada di Bronze

5 Hal yang Menjadi Alasan Mengapa Kamu Pantas untuk Tetap Berada di Bronze
league_of_legends_bronze_badge_pin_by_blackmaskedfox-da846kb

League of Legends merupakan game yang menguji kemampuan seorang pemain dalam melakukan decision making atau membuat keputusan dalam waktu yang cepat. Namun tidak hanya itu, League juga mengajarkan pemain untuk melakukan prediksi, mengambil langkah kreatif untuk keluar dari masalah, dan juga bermain di luar zona nyaman.

Untuk mengukur kemampuan pemain dalam hal tersebut, dibuatlah sistem Ranked Game yang terdiri dari 7 tingkatan, dari Bronze yang paling rendah sampai Challenger yang paling tinggi. Namun tidak jarang juga ada pemain yang berada di tingkatan atas namun dengan kemampuan yang seharusnya masih berada di tingkat Bronze. Biasanya pemain seperti ini menggunakan jasa boosting.

Maka dari itu, kali ini Hasagi memberikan 5 contoh hal yang menunjukkan bahwa seorang pemain pantas berada di Bronzw ataupun harus kembali ke Bronze. Silakan disimak.

Fail Flash

Flash

Yang satu ini sih jangan ditanya. Sekalinya kamu bertemu atau melihat seorang pemain gagal melakukan Flash entah itu untuk melewati terrain ataupun sekedar missclick, pasti kalian akan langsung mengetik di chat kata-kata seperti “BRONZE!!!” “Boosted!” “ccd” dan lain sebagainya. Biasanya Flash yang gagal terjadi karena perhitungan kurang matang seorang pemain.

Tidak memakai Ward

ward

“Ward hanya untuk Support” adalah kata-kata paling ikonik dari Tier Bronze. Para pemain bronze, mereka masih belum mengetahui pentingnya ward bagi seluruh tim. Mereka pikir Warding adalah tugas Support saja padahal kenyataannya tidak.

Satu tim terdiri dari 5 orang, 4 pemain (tidak termasuk support) dapat membawa maksimal 3 ward sedangkan support dapat membawa 4. Bayangkan saja jika semua ward dipasang pada tempatnya, pasti map menjadi lebih terang dan semua anggota tim dapat melakukan Set-up untuk melakukan gank, Objective atau Counter Jungle.

Saling Flame satu sama lain

toxic chat

Flaming adalah ketika dua pemain atau lebih saling mencaci lawan bicaranya hanya karena hal sepele. Alasannya, mungkin mereka telat melakukan gank, tidak peka terhadap map, dan masih banyak lagi. Di mata para pemain Bronze, diri merekalah yang paling penting, karena selama lane-nya menang dia yakin dapat memenangkan game. Dan biasanya saat Flaming sudah mencapai puncaknya, pelaku akan membawa nama orang tua, agama, ras, dan hal-hal yang bisa dilaporkan pada pihak yang berwajib. Malah bisa sampai dipenjara lho, masih mau flaming?

Tidak bermain defensif walaupun sudah tahu ia berhadapan dengan lawan berkemampuan lebih tinggi

Saya paling kesal dengan yang satu ini, pemain dengan pemikiran yang cerdas pasti akan mengubah playstyle-nya menjadi defensif dan menunggu gank saat mengetahui bahwa lawan memiliki kemampuan yang lebih tinggi dari dirinya. Tetapi pemain di tier bawah lebih suka memaksakan dirinya sampai-sampai melakukan hard feed dimana musuh hampir tidak bisa dikalahkan walaupun sudah ada tiga pemain terjun bersamaan.

Tidak berani memainkan champion lain selain champion andalannya

Yasuo_0

Penutup artikel ini adalah jenis pemain yang sangat jelas kalau mereka harus berada di Bronze jika mereka tidak mau berubah. Pemain seperti ini biasanya memiliki mastery level 7 dengan poin menakjubkan pada champion seperti Darius dan Yasuo. Pasalnya, mereka tidak pernah mau mengalah dan hanya ingin bermain champion andalan mereka.

Yang menyebabkan pemain seperti ini tidak akan keluar dari Bronze adalah fakta bahwa mereka tidak berani keluar dari zona nyaman mereka, padahal League of Legends adalah game yang memaksa kalian untuk keluar dari zona nyaman apabila pemain ingin berkembang.

Sampai di situ dulu artikel kali ini, apa kalian punya hal lain yang bisa menentukan seorang pemain patut berada di tier Bronze?

Suluh Widyotomo

how to enjoy League: Step 1: type /mute all in chat Step 2: thank me later

Facebook Twitter 

Leave a Reply