5 Pemain Paling Kontroversial di Sejarah League of Legends

5 Pemain Paling Kontroversial di Sejarah League of Legends

League of Legends memiliki pemain terbanyak di dunia dibandingkan dengan game lain. 67,000,000 orang log in ke game setiap bulannya. Beberapa orang bermain untuk fun, ada juga yang bermain sampai ke tingkat professional, dan bahkan ada yang menjadi pemain kontroversial juga lho!

Banyak pemain yang lalu lalang membawa keburukan terhadap game karena hal tersebut. Berikut adalah lima pemain League of Legends paling kontroversial yang kami rangkum dari 12up.com:


5. Nicolaj “Jensen” Jensen

588b88372fac98019d000001

Nicolaj “Jensen” Jensen tidak menjadi kontroversial karena ia bermain sangat apik di Cloud9. Jensen menjadi kontroversial karena ia adalah pemain toxic yang sangatlah hina, yang pada saat itu nickname in game-nya adalah Incarnation/Wizikx. Kembali lagi pada EUW 2013 dan 2014, ia sangatlah terkenal dengan flame, hinaan, feeding secara sengaja, dan DDOS (Distributed Denial of Service) terhadap orang lain di dalam game.

Jensen pun tidak mencoba untuk menyembunyikan hal itu. Ia malah melakukan pernyataan terhadap hal tersebut dengan melakukan DDOS terhadap pemain lain di lobby, dan memberikan IP Address serta informasi pribadi lainnya. Ia juga memiliki kebanggaan terhadap hal tersebut.

Ia akhirnya mendapatkan ban seumur hidup di semua akun-nya, sampai ia benar-benar berubah. Dan benar, seperti yang kita lihat sekarang, ia dapat bermain di kancah professional dengan Cloud9. Menggantikan Hai “Hai” Du Lam.

Ia akhirnya mengganti namanya menjadi “Jensen” dan mungkin ke-kontroversialan-nya sudah berakhir, hanya menjadi masa lalu yang suram.


4. Jeong “Apdo” Sang-gil

588b89f8edb4ba6433000001

Jeong “Apdo” Sang-gil ketenarannya hampir sama dengan Lee “Faker” Sang-hyeok. Tentunya, karena skill yang dimiliki-nya. Apdo sangat kontroversial karena ia sangat terkenal dengan boosting service-nya, yang cepat dan bisa mendapatkan winrate sekitar 70%, 80%, bahkan sampai 95%.

Ia bahkan memenangkan YYTV Challenge yang membuat ia mendapatkan $100,000 karena menjadi orang pertama yang menduduki peringkat 1 di server China. Bukan hanya peringkat 1 yang biasa, tetapi ia memulai dari level 1 dan menjadi peringkat 1 di server China hanya dalam 21 hari dengan 75% winrate. Wow.

Kontroversialnya lagi, Apdo sendiri tidak mau menjadi pemain professional di Korea. Banyak analis, pemain, dan tim percaya bahwa ia bisa menjadi lebih baik, atau setara dengan Faker jika ia bermain professional. Tetapi ia tetap tidak mau menjadi profesional.

Ia mengatakan bahwa dia mendapatkan lebih banyak uang dari streaming dan Boosting akun daripada bermain secara profesional.


3. Tyler1

588b90ad8cd351791e000001

Tyler1 adalah seorang streamer Twitch yang sangat terkenal akan permainan Draven-nya yang sangat diatas rata-rata + toxic. Ia bahkan akan “Run it Down Mid” saat menggunakan Draven jika ia tidak mendapatkan permainan yang ia inginkan (ia akan sengaja untuk feed dengan selalu berjalan ke Mid-lane tanpa henti).

Kontroversi terbesar dari Tyler1 adalah “Int list.” milik-nya. Jika nama kalian ada di dalam int list tersebut, dan kalian berada dalam satu tim dengannya, maka ia akan menyabotase game tersebut dengan cara feed dengan sengaja setelah mengetikkan kata-kata yang menjadi signaturenya yaitu “hehe xd”.

Tetapi setelah itu, ia berhenti untuk Feed, Llaming. Tetapi tetap saja, dia masih punya 22 akun yang terkena Ban permanen.


2. Cheon “Promise” Min-ki

588b8c53f9d15f98c0000001

Cheon “Promise” Min-ki adalah mantan AD Carry dari AHQ e-Sports Club Korea pada 2013. Tim tersebut bermain di OGN dengan tim-tim yang memiliki nama besar seperti KT Rolster, CJ Entus, dan SK Telecom T1. Promise merupakan rookie di dalam tim tersebut.

Coach yang sekaligus manager dari AHQ, No “NoH” Dae Chul memerintahkan timnya untuk kalah secara sengaja sehingga ia bisa mendapatkan uang banyak dari bet yang ilegal.

Promise mengambil perintah ini dengan sangat salah. Ia meminta maaf kepada publik setelah kekalahannya yang disengaja, agar tidak kehilangan status pemain profesionalnya. Tidak dapat menahan rasa bersalahnya, ia hampir saja bunuh diri dengan cara lompat dari bangunan berlantai 12.

Tetapi syukurlah, ia selamat dan keadaannya terus membaik sekarang. Tetapi cerita yang ia dapatkan menjelaskan semuanya tentang esports yang dulu. Tidak teratur. Merupakan sebuah rasa malu karena seorang talenta muda yang menjanjikan menjadi korban karena hal tersebut.


1. Joseph “XJ9” Sulenski

588b921b8cd351233c000001

Joseph “XJ9” Sulenski merupakan mantan jungler nomor 1 dari Amerika Utara, yang menginovasikan jungle Zac, Hecarim, dan Vi dengan hasil yang sangat sempurna. Ia bahkan bisa mendapatkan sekitar 300 CS saat menggunakan Zac di menit ke 25. Begitulah efisiensi dari junglingnya.

Kekontrovesialannya datang saat ia diketahui saling berbagi akun dengan pacarnya, dan ia mulai menyebarkan aib serta penghinaan di komen-komen serta forum, dan menghabiskan RP di akun pacarnya.

Ia juga terkenal karena terlalu obsesif mengontrol hidup dari pacarnya tersebut, dan menjadikan pacarnya seperti budak karena tidak boleh sekalipun melanggar aturan yang dibuatnya.

Hal paling buruk yang pernah ia lakukan adalah menyebarkan foto bugil dari pacarnya tersebut di Facebook ke publik, hanya karena pacarnya memainkan Lee Sin di suatu game. Saya tidak mengada-ada, karena memang benar ia menyebarkan foto bugil pacarnya tersebut dan tidak membolehkan pacarnya memainkan beberapa Champion atau karakter yang ada di video game. (Jangan tanya mana foto bugilnya ya XD)

Hal ini membuat pengecualian khusus bagi Riot, dan semua akun, atau dimanapun ia bermain di dunia ini, ia langsung terkena ban dan tidak bisa memainkan League of Legends karena ia di block dari Game. Tingkah laku dan sikap dari XJ9 inilah yang membuat Riot mengadakan kasus spesial untuknya, dan ia tidak diperbolehkan bermain lagi seumur hidupnya.

Aldilla Adam

Rap and League of Legends seems to be a nice combination, right?

Facebook Twitter 

Leave a Reply


comments