5 Sifat Jelek Pemain League of Legends Indonesia

5 Sifat Jelek Pemain League of Legends Indonesia
teemo_5

Sejak resmi masuk ke Indonesia pada tahun 2013 silam, League of Legends dipastikan sekarang sudah menjadi salah satu game yang paling digandrungi oleh komunitas gamers Tanah Air. Bahkan secara internasional sekali pun, saat ini League of Legends telah tercatat sebagai game yang mempunyai jumlah pengguna terbanyak di dunia, dengan total sebanyak 100 juta pemain di setiap bulannya.

Lantas, apa yang membuat League of Legends begitu menarik? Tentu, di samping gamenya sendiri yang memiliki banyak sekali konten, game MOBA tercinta kita ini ternyata juga mempunyai satu hal lain yang membuatnya begitu dicintai. Satu hal lain yang kami maksud adalah komunitasnya. Yep, komunitas menjadi satu alasan utama mengapa game ini layak untuk terus dimainkan. Alasannya, sederhana, karena League adalah game kompetitif yang sangat bergantung pada kerjasama tim. Dan sekaligus inilah yang menjadi tantangan, dimana seseorang dituntut untuk bekerjasama dengan pemain-pemain lain yang tidak pernah ia temui sebelumnya.

Komunitas League of Legends sendiri berisikan beragam jenis orang yang semuanya dilengkapi dengan watak dan perangainya masing-masing. Mereka semua datang dengan ciri khas tersendiri dan setiap harinya terus mendatangkan warna baru ke Summoner’s Rift. Dan karena ini jugalah, setiap permainan panjang di League selalu berakhir dengan kesan dan cerita berbeda.

Well, akhirnya kita melewati basa-basi yang lumayan panjang di atas — sekitar tiga paragraf — langsung saja guys kita menuju ke topik, yaitu terkait 5 sifat jelek pemain League of Legends Indonesia. Apa saja itu?


katarina_9

Suka tanya tapi malas baca

Pepatah memang menyarankan kita untuk selalu bertanya biar nanti engga tersesat di tengah jalan. Akan tetapi, terlalu banyak bertanya pun bukanlah hal yang baik. Bisa jadi kalian dinilai malas membaca, dan kasarnya kalian juga bisa dianggap bodoh. Di komunitas League lokal, orang seperti ini adalah yang paling banyak jumlahnya. Lihat saja sendiri di grup Facebook League of Legends Indonesia, setiap hari ada saja orang yang bertanya, padahal jawaban yang mereka butuh sudah ada di depan mata mereka sendiri.

Masih sangat jelas di pikiran, pertanyaan-pertanyaan seperti ini yang paling sering ditanya setiap harinya:

“Download LoL di mana?”

“Yasuo termasuk champs susah atau gampang?”

“Ada yang tau cara main champion ini?”

“Kapan URF dimulai?”


fiora-royal-guard

Suka bully pemain baru

Teorinya, pemain lama wajib memberikan bimbingan kepada mereka yang baru bermain. Tapi sayangnya, hal ini tidak sering terjadi di League of Legends Indonesia, dimana pemain baru adalah sasaran paling empuk untuk dijadikan bahan bully. Seharusnya mereka yang sudah bermain lama bisa mengajari pemain-pemain baru demi menjadi lebih baik.

Inget guys, semua orang pernah menjadi newbie, so jangan sekali-kali membully pemain baru. Bawalah mereka ke jalan yang benar, okaaay?


yasuo

Suka pamer

Nah. Yang ini sih tipikal pemain Indonesia banget. Habis dapat Pentakill langsung buru-buru pencet print screen buat pamer screenshotnya di grup Facebook. Atau, begitu dapat kill banyak langsung foto pake hape buat dipamer di timeline Facebook sendiri, upload ke Twitter, Path, Instagram, dan lain sebagainya. Guys, sekali-kali pamer sih boleh, tapi jangan keseringan juga. Nanti kalian bisa dicap sebagai tukang pamer lho, plus malah dibully karena keseringan pamer.

Yakin banget, salah satu dari kalian pasti pernah posting satu dari beberapa kalimat ini:

“Ini itemnya sudah bener gan?” *pajang screenshot 25 kill terus kasih hashtag #nobully #cuma_tanya*

“Pertama kali pake champion ini nih gan!” *screenshot Yasuo 25/3/17*

“Skill level kalian pada berapa?” *share screenshot LoL Assist biar pada tahu punya dia 6k++*


garen_0

Gampang panas

Pemain lokal identik sama yang namanya gampang marah. Di saat mereka diingetin oleh teman satu timnya karena melakukan kesalahan, mereka bukannya meminta maaf malah justru menantang balik. Kalimat paling mainstream yang pernah nongol di kolom chat Summoner’s Rift: “ARAM YUK, BERANI?”

Tapi, gak semuanya kayak gitu kok. Sebagian pemain masih mau mengakui mereka salah.

Ada juga yang baru diejek sedikit langsung naik darahnya, sebagai contoh:

Musuh: “Yasuo bisa main?”
Kamu: “?”
Kamu: “?”
Kamu: *ngespam tanda tanya terus menerus*
Kamu: “ARAM YOK!”
Musuh: “…”
Musuh: “Ah nanti lu kalah.”
Kamu: *makin panas*


soraka_4

Cuek bebek, gak peduli sama sekitarnya

Pemain lokal engga semuanya agresif, sebagian dari mereka justru sangat pasif. Entah itu memang sifat asli mereka, atau sengaja cuek karena malas main. Ini bukanlah hal yang pantas dicontoh. Inget, League adalah game yang sangat bergantung pada kerjasama tim, dan sifat ketidakpedulian kalian bakal menghancurkan game milik mereka yang ingin bermain serius. Mereka, para pemain yang sering AFK adalah yang paling cocok masuk ke kategori ini.


Kira-kira begitulah 5 sifat jelek yang ada pada sebagian pemain League of Legends Indonesia. Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman saya sendiri selama bermain game ini. Dan disamping sifat-sifat jelek di atas, pemain lokal juga banyak kok yang punya kepribadian baik. Saya sendiri sering ketemu dengan pemain-pemain yang sangat sopan dalam hal mengutarakan kritik dan saran. Singkatnya, tidak semua pemain di sini memiliki sifat jelek.

Selalu ingat untuk menghargai pemain lain bila kalian juga ingin dihargai. Tidak akan ada pemain yang terlahir toxic, selalu ada penyebab di setiap kejadian tidak menyenangkan. Happy weekend, guys!

 

 

 

Hi, I'm Edel, Founder and Editor of HASAGI. Nice to meet you!

Facebook Twitter 

Leave a Reply


comments