Champions Memorial #2: Xerath

Champions Memorial #2: Xerath
Xerath Release Splash Art

Hai calon Challenger!

Kembali lagi dalam seri Hasagi Champions Memorial, yang membahas tentang champion-champion League of Legends sebelum mendapatkan Rework. Sebelumnya, kami sudah pernah membahas Fiora sebagai seri pertama artikel ini.

Kali ini, kita akan membahas champion Mage yang terkenal dengan Burst Damage-nya, Xerath the Magus Ascendant. Riot pertama kali memperkenalkan Xerath di Summoner’s Rift pada tanggal 10 Mei 2011. Saat itu, ia memiliki skillset Ascended Form (Pasif), Arcanopulse (Q), Locus of Power (W), Mage Chains (E), dan Arcane Barrage (R).

Ascended Form (Pasif)

Xerath mengonsumsi Arcane Power yang membuat dirinya kebaln terhadap serangan Physical. The Magus Ascendant mengonversi 15% dari AP-nya menjadi bonus Armor.

Arcanopulse (Q)

Setelah melakukan charging selama 0,5 detik, Xerath akan menembakkan Arcane Beam dalam garis lurus dan menyerang musuh-musuhnya. Arcanopulse memberikan damage sebesar 75/115/155/195/235 (+60% AP).

Locus of Power (W)

Ketika diaktifkan, Xerath akan kehilangan kemampuannya untuk bergerak. Sebagai gantinya ia mendapatkan tambahan 400 Range untuk skill miliknya dan mendapatkan bonus Magic Penetration (16/22/28/34/40%). Skill ini bertahan selama 8 detik dan bisa dinonaktifkan dengan menekan skill-nya 2 kali. Ketika efek skill ini berakhir, Xerath mendapatkan tambahan Movement Speed sebesar 35% selama 2 detik.

Mage Chains (E)

Xerath memberikan Magic Damage (70/120/170/220/270 (+80% AP)) ke arah musuh dan menandainya (Mark) dengan Unstable Magic selama 3 detik. Unstable Magic ini akan memberikan efek Crowd Control Stun selama 1,5 detik apabila terkena salah satu dari skill Xerath.

Arcane Barrage (R)

Xerath memanggil sebuah ledakan dari Arcane Energy (125/200/275 (+60% AP)), yang akan keluar 0,5 detik setelah diaktifkan. Skill ini memiliki radius sebesar 200 Range dan Arcane Barrage bisa digunakan 2 kali (total 3 kali) dalam durasi 12 detik).

Kalian bisa cek tampilan skill-nya melalui video di bawah ini.

Xerath akhirnya mendapatkan Rework (Gameplay Update) pada tanggal 11 Februari 2014 lalu. Skill-nya pun berubah menjadi seperti sekarang ini, yaitu Mana Surge (Pasif), Arcanopulse (Q), Eye of Destruction (W), Shocking Orb (E), dan Rite of the Arcane (R).

Setelah mendapat Rework, Xerath pun sempat membuat para pemain profesional tertarik untuk menggunakannya di kancah kompetitif. Seperti pada saat laga antara Jakarta Juggernauts (J2G) kontra The Fat Rabbit (TFR) di laga GPL 2015. Kala itu, PandaPaws menjadi pemain yang menggunakan Xerath.

Tak hanya di server Asia saja, namun Midlaner dari Team SoloMid (TSM), Bjergsen juga sempat memainkan Xerath pada pertandingan NA LCS Summer Split Week 7 melawan Dignitas. Dalam permainan tersebut Bjergsen memiliki statistik KDA yang cukup baik 5/2/8, meskipun akhirnya kalah.

Sejatinya masih ada beberapa tim yang memainkan Xerath di kancah kompetitif, baik itu sebagai Midlaner ataupun Support. Sayangnya, winrate Xerath tak terlalu bagus dan tentu saja pemain profesional enggan mengambil risiko seperti itu.

Terakhir kali Xerath muncul di level kompetitif adalah pada pertandingan di LDL Spring 2018 oleh KeYi dari Big One Gaming.

Itulah tadi kilas balik terhadap Xerath, the Magus Ascendant di Summoner’s Rift. Meskipun Xerath memiliki laning phase yang sangat kuat, performanya di level kompetitif tak begitu baik. Tentu setiap champion memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, hal ini dibutuhkan agar permainan tetap seimbang.

Semoga dengan membaca artikel dari Hasagi ini kalian bisa mendapatkan wawasan lebih baik ke depannya. Nantikan Champions Memorial berikutnya. See ya!

Muhammad Rifki

Find sometime to do something.

Facebook 

Leave a Reply