Dopa: Aku Benci Ketemu Faker Saat Climbing

Dopa: Aku Benci Ketemu Faker Saat Climbing
Faker_Dopa

Beberapa hari yang lalu Dopa baru saja meraih Challenger peringkat satu di server Korea. Kemudian dia mengupload video di channel YouTubenya dan di situ ia berbicara mengenai perjalanan saat climbing, tren meta, dan PUBG saat streaming. Untungnya salah satu user Reddit bernama yoonitrop12 mau berbaik hati menerjemahkan isi video Dopa dan menuliskan kembali di Reddit hal-hal apa saja yang penting.

Selama climbing, Dopa ternyata paling tidak suka alias benci ketika harus berhadapan dengan Faker di Midlane.

“Selama climbing ke peringkat satu, midlaner yang paling kubenci adalah Faker. Ada beberapa hal yang banyak orang tidak sadari, namun ingin menghindari berhadapan dengan seseorang bukan hanya soal skill. Hal yang paling penting adalah perbedaan skill dan ranking. Faker memang punya peringkat Solo Queue yang rendah, tapi skillnya jauh di atas peringkatnya sekarang.”

“Aku kesulitan menekan Faker di Midlane, dan rekan setimku selalu lebih buruk ketimbang dia karena rankingku terlalu tinggi. Karena itulah aku sering kalah. Ketika Faker ada di peringkat atas, bukanlah masalah jika bertemu di Solo Queue melawannya karena rekan setimku sebagus dirinya. Malah ada kalanya timku bermain lebih baik ketimbang dia. Karena ini juga aku tidak keberatan melawan Rookie (Midlaner Invictus Gaming) karena ia selalu ada di peringkat atas saat aku sedang climbing.”

Selain itu, lawan yang paling ia benci adalah lawan yang memiliki LP rendah (sekitar 300-400 di Master Tier). Ia juga kesulitan melawan champion seperti Syndra, Taliyah, dan Orianna karena sulit dikalahkan.

“Memang CS-ku selalu lebih tinggi ketimbang lawanku tapi champion-champion tersebut (Syndra, Taliyah, dan Orianna) susah dihancurkan. Aku punya 1100 LP di akhir climbing. Jika Midlaner lawan punya 400LP, maka rekan setimku memiliki 150-200 LP lebih sedikit ketimbang lawan lanenya.”

Selain 3 Midlaner di atas, ia juga tidak suka Twitch dan Caitlyn.

“Champion yang kumainkan (Kassadin, TF, Orianna) menggunakan Zhonya. Caitlyn bisa mengcounter Zhonya dengan meletakkan trap saat masih membeku. Auto-Trap milik Caitlyn sangat OP. Meskipun OP, aku tidak berpikir bahwa ADC adalah meta sekarang ini. Sedangkan untuk Twitch, aku benci champion itu.”

Setelah itu, ia menjawab beberapa pertanyaan di chat

“Fiora? Fiora gak bisa dipakai setelah nerf.”

“Menggunakan Gangplank untuk mengcounter Kassadin? Gangplank pernah menjadi counter Kassadin sebelum rework Doran’s Shield, tapi sekarang ia kehilangan kemampuan untuk menekan Kassadin.”

“Viktor? Viktor sampah di meta ini.”

“Aku gak nonton Rift Rivals. Aku tahu kalau banyak yang gak terima Korea kalah. Lagian itu bukan turnamen yang penting. Samsung dan SKT akan jadi penentu mana yang jadi peringkat satu di LCK setelah Rift Rivals. Mereka pasti bakal sembunyiin Pick Ban-nya. Fans boleh marah tapi tim tidak peduli. Bisa maju ke Worlds 1 kali jauh lebih penting ketimbang menang Rift Rivals 10 kali. Bukan SK Telecom T1 yang mulai melemah. Mereka masih yang terbaik sampai ada yang mengalahkan mereka. Tim seperti mereka (Samsung dan SKT) jauh mementingkan League lebih dari apapun. Kalau tim Korea kalah, ya berarti tim LPL mulai membaik.”

“Untuk mengakhiri stream, Aku beritahu satu lagu yang bagus. Kalau kamu mengetik “jfla” di YouTube kamu akan menemukan channel. Lagunya benar-benar membantu membersihkan jiwa dan raga.”

Laurent Vic

Writer, Gamer, Mechanical Keyboard Enthusiast, Dank Memer, Noob YGO Duelist

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply


comments