Hasagi Awards 2017: Drama of the Year

Hasagi Awards 2017: Drama of the Year
fb-hasagiawards-dramaotyear

Sepanjang tahun 2017, League of Legends kedatangan banyak kejadian besar yang sensasional dan patut untuk diikuti jalan ceritanya. Dari tingkat internasional misalnya, kita punya berita tentang mantan pemain NewBee, Vasili yang melakukan kekerasan kepada pacarnya di saat streaming. Lalu ada juga Likkrit yang akhirnya mendapatkan larangan bermain selama 6 bulan dari Riot Games akibat perbuatan toxicnya. Terakhir dan juga tidak kalah besarnya, yakni kekalahan SK Telecom T1 di final Worlds 2017 melawan Samsung Galaxy.

Tiga kejadian di atas adalah sedikit contoh dari betapa banyaknya kejadian mengejutkan yang terjadi di League of Legends selama setahun ini. Lalu, bagaimana dengan di Indonesia? Apakah server lokal juga memiliki cerita-cerita alias drama yang sensasional di tahun 2017? Tentu saja ada, dan kali ini Hasagi akan merangkumnya dalam artikel Drama of the Year Hasagi Awards 2017.

 

Meocon dan TwoJ


Meocon_Twoj

Kasus Meocon dan TwoJ sempat menjadi pembicaraan hangat di kalangan pemain League of Legends Indonesia beberapa bulan lalu. Kedua sosok yang pernah menjadi bagian dari Fortius Gaming ini terlibat dalam sebuah permasalahan pembayaran antara manajer tim dan pemain.

TwoJ yang waktu itu masih menjabat sebagai pendiri sekaligus manajer Fortius diketahui sudah menahan dan mengambil dengan paksa hak yang seharusnya diterima oleh Meocon, pemain jungler asal Vietnam yang diimpor oleh Fortius ke Indonesia. Hak yang dimaksud di sini adalah uang hadiah turnamen Meocon dari menjuarai LGS.

Merasa diperlakukan tidak semestinya, Meocon pun melaporkan TwoJ kepada Garena Indonesia. Dan setelah melakukan pemeriksaan, memang terbukti jika TwoJ melakukan perbuatannya seperti yang dilaporkan oleh Meocon. Dari sini, TwoJ pun langsung mendapatkan sanksi dari Garena, yakni berupa larangan mengikuti semua event League of Legends dan pencabutan hak kepemilikan tim Superamos.

TwoJ sendiri sempat memberikan klarifikasi tentang masalah antara dia dan Meocon namun apapun pernyataannya itu dirasa tidak akan menyelesaikan masalah.

Syukurnya, masalah ini telah terselesaikan dan mendapat hasil yang baik, dimana TwoJ sudah melunasi pembayarannya kepada Meocon. Meski begitu, hingga sekarang pun TwoJ masih harus menjalani sanksi dari Garena Indonesia.

 

Taka Invasion


Taka

Meski tidak serumit kasus Meocon dan TwoJ, namun nyatanya kedatangan Taka juga menjadi satu drama besar di kalangan pemain League of Legends Indonesia.

Bagi kamu yang belum tahu, Taka adalah nama dari salah satu klub yang cukup terkenal di League of Legends Indonesia. Klub ini populer karena mempunyai anggota yang lumayan banyak dan rata-ratanya pun sangat aktif dalam bermain.

Punya banyak anggota dan aktif? Bukannya ini nilai plus? Kok malah jadi drama? Well, sabar dulu, mari kita selesaikan dulu ceritanya.

Taka menjadi populer semenjak salah satu pemain memposting nama mereka ke dalam grup komunitas Keluh Kesah Curhat League of Legends Indonesia. Isi postingan itu memperlihatkan hasil permainan yang sangat buruk dari salah satu anggota klub Taka. Tidak hanya sekali, berkali-kali nama Taka terus disebut di grup tersebut dan semuanya terkait permainan yang sangat buruk dari anggota klubnya. Semenjak itu, popularitas Taka pun berubah. Mereka yang tadinya dikenal sebagai salah satu klub paling aktif kini berubah menjadi klub penampung pemain-pemain yang (sorry) tidak terlalu bisa bermain.

Lebih buruknya lagi sekarang, Taka malah menjelma jadi bahan candaan banyak pemain, terutama para anggota di grup keluh kesah. Ketika ada yang posting soal permainan buruk pemain, para penghuni di grup pun akan mengkaitkannya dengan Taka meskipun bukan mereka. Kalimat-kalimat seperti “Taka is back!” atau “Taka Strikes Again” atau “Itu pasti Taka” sudah menjadi daily jokes di grup tersebut.

Sepertinya para pengurus di klub Taka tidak terlalu memperhatikan pemain-pemain baru yang akan mereka rekrut. Hal ini menyebabkan mereka jadi sering kecolongan pemain tidak bertanggung jawab yang hanya bisa membuat nama klub jadi jelek di mata komunitas. Padahal, apabila pengurusnya sedikit lebih serius, Taka punya potensi untuk menjadi klub besar dan berprestasi di League of Legends Indonesia. Yah, nasi sudah menjadi bubur. Semoga saja setelah ini para pengurusnya bisa segera berbenah dan menyaring kembali setiap anggota mereka.

 

Pengakuan Mila


Mila_2

League of Legends tidak mengajarimu bermain curang, tapi seandainya kamu ingin curang, maka lakukanlah dengan jenius.

Kalimat di atas cocok untuk diberikan kepada tokoh utama dalam drama terbesar sepanjang sejarah League of Legends Indonesia. Perkenalkan, Mila, pemain Challenger yang mendapatkan sanksi ban setelah mengaku kepada Game Master bahwa dirinya sendiri melakukan account sharing.

Kasus Mila ini pertama kali heboh melalui Keluh Kesah Curhat League of Legends Indonesia sebelum akhirnya menjadi konsumsi publik Summoner’s Rift.

Saat itu, Mila yang sedang terlibat masalah dengan beberapa pemain, mengaku bahwa dirinya sudah meminjamkan akun kepada temannya. Sialnya, pernyataan Mila tersebut pun mendapatkan perhatian dari salah satu staff Garena Indonesia yang kebetulan memang sudah lama menghuni di grup. Seperti yang kita tahu, account sharing atau meminjamkan akun kepada pemain lain, merupakan perbuatan yang paling dilarang di League of Legends. Pemain yang ketahuan melanggar biasanya akan mendapatkan sanksi hingga ban permanen. Atas pengakuannya itu, Mila pun terkena ban selama 7 hari.

Perbuatan Mila yang menyebabkan dirinya sendiri terkena ban mengundang banyak tanggapan pemain. Mila dianggap terlalu lugu karena sudah membocorkan aibnya sendiri ke publik.

“Karna jelas gua boong gua ngaku wkwkwk,” tulis Mila pada salah satu postingan di Keluh Kesah Curhat League of Legends.

Dikarenakan terkena ban, maka Mila dipastikan tidak mendapatkan hadiah ranked yang sepatutnya ia dapatkan seperti border. Selain itu, dia juga turun tier dari Challenger menjadi Diamond.

Mila

 


Dari tiga drama di atas, mana yang paling berbekas di ingatanmu guys?

Hi, I'm Edel, Founder and Editor of HASAGI. Nice to meet you!

Facebook Twitter 

Leave a Reply