Hasagi Player Spotlight: Bloody Katana

Hasagi Player Spotlight: Bloody Katana
Bloody Katana

Ada banyak alasan yang membuat seseorang memilih untuk memainkan seorang Champion. Sedang Meta, terlalu OP, mudah digunakan, atau karena sekedar suka dengan tampilannya saja dapat dijadikan motivasi seseorang memainkan Champion yang sama terus-menerus. Hal tersebut terkadang membuat salah satu Champion memiliki Mastery Poin yang jauh lebih tinggi dibandingkan Champion lainnya.

Jumlah Mastery Poin tentunya menunjukkan tingkat kehebatan seseorang dalam memainkan seorang Champion. Mastery Poin yang tinggi pada suatu Champion menandakan pemain tersebut memiliki banyak pengalaman dalam memainkan Champion tersebut. Tak jarang, jumlah Mastery Poin yang banyak membuat kita takut berhadapan dengan Champion andalan pemain seseorang.

Masih ingat dengan pemain dengan Mastery Score Yasuo terbanyak di Indonesia, Bloody Katana? Memiliki lebih dari 2 juta poin ketika bermain Yasuo, anggota Club Lee Sin™ ini disebut-sebut sebagai salah satu pemain Yasuo terhebat di Indonesia.

Bloody_Katana

Melalui wawancara dengan Hasagi, pemain yang baru satu tahun bermain League of Legends tersebut menceritakan pengalamannya bermain Champion favoritnya tersebut. Ia mengaku awalnya tertarik dengan Yasuo hanya karena coba-coba saja.

“Waktu pertama kali saya bermain League of Legends, saya sempat mencoba beberapa Champion. Awalnya, saya mencoba bermain Support, namun saya menjadi cepat bosan karena kurang menantang. Akhirnya, saya mencoba bermain Katarina dan beberapa Champion Assassin lainnya. Saya sempat penasaran dengan Yasuo dan mulai belajar memainkannya melalui video-video di Youtube. Mulai dari situ, saya jadi suka main Yasuo.”

Awalnya, pria bernama asli Maman Setiawan tersebut mengaku cukup kesulitan bermain Yasuo. Pemain yang merupakan penggemar Yassuo, Arkadata, Lider, Yacuide ini mengatakan bahwa bermain Yasuo tidak semudah yang terlihat.

“Bermain Yasuo itu sulit. Kita perlu waktu cukup lama untuk membuat Yasuo menjadi kuat untuk teamfight. Kita harus memutuskan kapan harus maju dan kapan harus kabur. Kalau salah langkah, bisa-bisa kita malah jadi feeding. Kita juga harus berhati-hati jika melawan Champion yang menjadi Counternya, terutama Darius dan Aatrox ketika bermain di Toplane.”

bloodykatana2
Statistik Bloody Katana bermain Yasuo di Midlane

“Banyak pemain yang tidak suka dengan Yasuo. Memang, saya sering melihat banyak pemain Yasuo yang bermain buruk. Tak jarang juga ada pemain Yasuo yang hebat, tapi sangat toxic. Saya sedih Yasuo selalu disalahkan. Saya inginnya ia bisa hidup bahagia, bersama Akali.”

Sebagai salah seorang pemain Yasuo terbaik di Indonesia, Bloody Katana pun sering mendapatkan tantangan untuk membuktikan gelarnya tersebut. Ia pun mengaku percaya diri mampu mengalahkan semua penantangnya.

“Saya sangat percaya diri bisa menang. Saya memiliki banyak pengalaman, baik bermain maupun melawan Yasuo. Saya juga sering bermain Yasuo Vs Yasuo ketika sedang bermain Blind Pick. Di sisi lain, ada kalanya kita bermain tidak bagus. Yang pasti, baik kalah maupun menang sebaiknya kita jangan toxic.”

bloodykatana5
Statistik Bloody Katana bermain Yasuo di Toplane

Sebagai penutup wawancara, ia juga sempat memberikan pesan untuk para pembaca Hasagi.

“Biasakan bermain dengan tenang dan jangan terlalu toxic. Hal ini berlaku tidah hanya untuk para pemain Yasuo, tapi untuk seluruh pemain di luar sana. Toxic hanya akan membuat game menjadi tidak menyenangkan. Ada kalanya seseorang akan bermain buruk, menang kalah adalah hal biasa di sebuah game.”

Untuk kalian yang penasaran dengan Bloody Katana, kalian bisa melihat profilnya melalui link Hasagi Stats berikut.

Shouko

Faker's waifu

Leave a Reply