Jurnal Terbaru Perjalanan Ezreal Menceritakan Tentang Rahasia Kota Zaun

Jurnal Terbaru Perjalanan Ezreal Menceritakan Tentang Rahasia Kota Zaun
ezreal

Kedatangan video trailer Ezreal Rework telah disambut hangat oleh komunitas. Pasalnya, selain memberikan kit baru kepada Essence Flux (W) dan perubahan animiasi untuk semua Skill, petualang muda asal Piltover tersebut juga telah mendapat sentuhan baru terhadap Splash Art dan visualnya di dalam game; membuat Ezboy tampil menjadi jauh lebih keren lagi.

Sama halnya dengan Rework yang dirilis sebelumnya, selain memberikan update pada gameplay dan visual, Riot juga tentunya telah menambah dan memperluas kembali Lore yang dimiliki oleh The Prodigal Explorer, mulai dari biografi hingga penambahan beberapa cerita pendek yang sangat menarik.

Dari semua kisah yang Riot hadirkan kepada Ezreal, cerita yang berjudul An Explorer’s Journey adalah salah satu Lore yang menurut saya paling keren di sini. Berbeda dengan Lore lain, An Explorer’s Journey telah dikemas menjadi seperti sebuah Jurnal harian, di mana isinya mengisahkan petualangan Ezboy untuk mencari Vault of Resplendent Holies, dan bukti tentang Zaun yang merupakan pelabuhan Shurima zaman dulu. 

Jadi ketika kalian membaca Lore tersebut, kalian tidak akan lagi membaca cerita pendek yang mungkin cukup membosankan, melainkan kalian akan seperti sedang membaca sebuah catatan jurnal perjalanan dari para petualang atau penjelajah. Tanpa ingin spoiler terlalu jauh, buat kalian yang penasara cerita dari Ezboy, Hasagi akan memberikan catatan jurnalnya di bawah ini.

An Explorer’s Journey


Sebuah Kesaksian atas Penemuan Vault of Resplendent Holies

oleh

EZREAL

Penjelajah terhebat Piltover, terakreditasi penuh*

*Keanggotaan resmi Piltover Explorers Guild masih menunggu

Hari ke-1, persiapan


  • Daftar bawaan ekspedisi:

✓ Power Gauntlet Shurima

✓ Jaket kulit yang diperkuat (yang tentu saja, dipersembahkan oleh Zalie’s Expeditionary Outfitters & Haberdashery, di Sapphilite Row)

✓ Sepatu bot canvas yang dilapisi lilin (juga dari Zalie)

✓ Peralatan eksplorasi

✓ 1 tali (Apa aku harus memikirkan panjangnya?)

✓ Beliung? Apa nama alat itu?

✓ Kostum Chem-jack (penggunaan satu kali saja)

✓ 1 toples Dapper Explorer Pomade merek Lightfeather (mungkin perlu digandakan?)

Kubilang pada Zalie untuk menagih semuanya pada pamanku. Dia bisa membayarnya. Sekarang aku sudah siap menjelajah!

Hari ke-3, perencanaan


Oh iya, seharusnya aku menulis apa yang akan kujelajahi. Untuk anak cucuku.

Pamanku berteori bahwa Zaun di zaman dahulu adalah kota pelabuhan Shurima bernama “Oshra Va’Zaun”, dan seiring waktu namanya semakin memendek. Dia tidak punya banyak bukti dan tak ada yang mempercayainya. Maka, aku akan jadi keponakan yang baik, mencari bukti, dan menerima semua pujiannya.

Sumberku berkata penggalian industri membuka sebuah celah di Sump.

Rencananya sederhana:

  • Besok aku akan mencari, dan turun ke celah itu.
  • Cari bukti (lihat di atas). Mungkin guci terkutuk atau buku sihir yang hilang. Sesuatu yang sangat-sangat keren.
  • Mendaki kembali ke permukaan.
  • Memamerkannya pada pamanku di makan malam.
  • Mendapat keuntungan?

Aku menyimpan jurnal ini untuk mendokumentasikan prosesnya. Catatan kejadian ini mungkin akan dipajang di museum, di sebelah patung marmer berbentuk diriku.

(Catatan pribadi: cari rekomendasi pemahat)

Hari ke- 4, cerah dan masih pagi


Hmm… Ini celah yang besar. Aku lupa membawa lentera, untungnya Gauntlet-ku ini menyala cukup terang. Ketika memasuki celah itu, aku sangat terkesima. Ada anak tangga berdebu yang menyerupai labirin dan jalanan kuno di sana. Ini labirin sungguhan. Aku turun. Akan kukabari perkembangannya dari dalam.

Paman Lymere mungkin akan sangat iri.

Hari ke-4, sekitar waktu makan siang?


Semangat rendah. Suplai pomade menipis. Seharusnya aku membawa kudapan.

Aku baru turun sekitar seperempat perjalanan, dan taliku sudah habis. Tebing sempit ini memberiku tempat untuk beristirahat, dan menilai situasi. Aku harus menentukan: kelaparan dan terus turun, atau melupakan semuanya dan kembali dengan tangan kosong.

Hari ke-4, sudah malam


Apa pomade bisa dimakan?

Hari ke-4, kira-kira waktunya minum teh


image (4)


Kabar bagus! Aku menemukan sesuatu!

Sedikit lagi ke bawah dari tempatku beristirahat terdapat sebuah PINTU. Tua, terbuat dari batu pasir, sangat berdebu. Aku membersihkan debu berumur ratusan tahun untuk melihat sedikit simbol-simbol. Burung hantu dan bentuk-bentuk lainnya.

Aku menerjemahkan sebisaku, tapi bahasa Shurima kunoku masih kurang baik. Tebakan terbaikku, itu membicarakan sebuah kutukan. Kutukan mengerikan yang melipatgandakan sesuatu? Mungkin ribuan kutukan? Ini luar biasa! Aku selalu berkata: Jika tidak terkutuk, itu tidak pantas.

Karena aku tidak bisa menemukan gagang pintu kuno apa pun, aku memanfaatkan pembuka kunci andalanku—Gauntlet-ku. Maaf tentang pintumu, sejarah, tapi sesuatu yang berada di dalam sana lebih menarik perhatianku daripada beberapa simbol kuno.

Ruangan baru ini sangat menarik. Bersih sekali di sini, hal itu dan—

Maaf, kurasa aku mendengar sesuatu. Suara retakkan? Langkah kaki?

Mengingat hal di belakang sana, ledakkan Gauntlet-ku mungkin terlalu besar untuk tiang penyangganya. Aku harus pergi. Tidak ada yang mengingat penjelajah yang hancur tertimpa langit-langit.

Hari ke-4, sudah hampir waktu makan malam


image (5)


Tadi itu cukup menyenangkan. Kukira makamnya akan runtuh, karena makam selalu runtuh, terutama saat aku ada di dalamnya. Tapi, apa yang SEBENARNYA tarjadi? Pintu itu tidak berbohong, ruangan itu memang dikutuk.

Ternyata, Oshra Va’Zaun menyimpan Vault of Resplendent Holies yang terkenal. Salah satu dari relik “tersuci” yang dimiliki oleh pembasmi arwah pribadi raja, Carikkan. Tampaknya dia dulu mengikat entitas berbahaya pada benda mati, dan menggunakannya untuk tujuan jahatnya sendiri. Dan dia meninggal dunia di sini, lokasi Zaun!

Dia juga memiliki makhluk lamban dan bodoh PASUKAN pejuang batu api, yang tidak senang jika orang-orang menyentuh barang-barang lama milik Carikkan.

Jangan khawatir, aku sudah meledakkan mereka SEMUA menjadi abu membara!

Tapi, aku sempat mengambil prasasti emas yang diawetkan dengan baik ini. Terukir di sana legenda “Day of Fire”, dan sumpah Carikkan untuk melindungi kota Oshra Va’Zaun. Ini seperti sejarah rahasia yang muat di tas kecilku! Ini akan mengubah dunia!

(Semoga bukan hanya dunia akademik, Tidak ada yang peduli dengan dunia akademik.)

Hari ke-5?


Kutukan Shurima kuno benar-benar mengerikan. Bukan hanya ada satu pasukan pejuang batu api (Tunggu, apakah mereka golem?) tapi mendadak air mulai mengalir dari retakkan di lantai. Aku pasti berada di suatu tempat di River Pilt.

Berenang melalui begitu banyak lorong. Begitu banyak pintu terkunci. Aku harus menahan niatan untuk mengeksplor semuanya.

Kurasa aku sudah dekat dengan permukaan, dan itu bagus, karena aku melihat banyak belut murk yang mengerikan di lorong belakang. Makhluk mengerikan.

Akan butuh waktu lama sebelum aku bisa memeriksa lagi, tapi asalkan prasasti ini diikat dengan kain dan terlindungi, perjalanan ini akan sepadan meski adanya berbagai hal yang mengancam nyawa dan kaus kaki yang basah total.

Bagian menyedihkannya, aku sudah mengunakan Pomade Dapper Explorer terakhirku.

Hari ke-6, kembali ke peradaban


Duduk di toko milik Zalie. Ini benar-benar salah satu toko pakaian terbaik di Piltover—bahkan, aku di sini untuk memanfaatkan kebijakan retur mereka yang baik. Jaketku sudah compang-camping. Sepatu botnya tidak anti air sama sekali. Akan kubilang semuanya produk cacat… tapi Zalie dengan baiknya sudah menawarkan penggantinya.

Explorers Guild tidak akan menganggapku serius jika kupamerkan jurnal, dan prasasti itu, jika berpakaian seperti baru saja kalah dari permainan Krakenhand pada sekumpulan preman Mudtown! Aku harus terlihat rapi. Jaket baru. Celana. Sepatu Bot. Kaus kaki. Pomade.

Rasanya menyenangkan jika bisa terlihat rapi. Percayalah kata-kataku.

Hari ke-9, kendali kerusakan


Catatan resmi ini menunjukkan aku TIDAK ADA HUBUNGANNYA dengan wabah makhluk kecil api yang memenuhi distrik pasar di Piltover. Aku bukan penyebabnya!

Jadi, kudengar kau bertanya, siapa penyebabnya? Juru tulis toko Zalie.

Jangan biarkan juru tulis yang suka bergumam di toko Zalie itu menyentuh prasasti emas yang kemungkinan besar diberi sihir yang baru saja diambil dari tempat penyimpanan rahasia di bagian terdalam Zaun. Kenapa? Karena dia pasti membuka pembungkusnya, dan menaruhnya di jendela untuk terkena cahaya matahari secara langsung… di mana, tentu saja, akan memangil suara asing menggunakan bahasa sihir yang tidak diketahui. Kemudian, prasasti berharga itu akan menyala, sebelum meledak menjadi pecahan hidup yang membara.

Ya. Ternyata, jika ditempatkan di bawah cahaya matahari ekuinoks, prasasti itu melepaskan gremlin api milik Carikkan.

Oke, aku memang tidak tahu kalau hari ini adalah ekuinoks. Itu salahku. Seharusnya aku berinvestasi pada almanak.

(Catatan untuk diri sendiri: investasi pada almanak. Bukan pada Zalie’s.)

Tanah bergoncang. Mungkin seharusnya aku berhenti menulis sekarang, karena makhluk kecil mengerikan ini mulai keluar dari celah di saluran air. Aku menembak beberapa di antara mereka dengan Gauntletku. Mereka membencinya, dan langsung lenyap tanpa bekas dengan cepat. Hasilnya!

Ya, begitulah. Semua bukti penjarahan itu adalah seluruh bab jurnal ini, dan kalimatku sendiri.

Hari ke-12, butuh nasihat legal


image (6)

Kesaksian awal dilaksanakan pekan depan.

Aku harus membaca hukum fitnah & pencemaran nama baik Piltover. Tentunya, aku akan mewakili diriku sendiri.

Saya adalah presiden dari World Economic Journal dan merupakan salah satu penguasa dunia bawah, dan sering mengisi waktu luang dengan bermain League of Legends. Panggil saya "Big News" Morgans!

 

Leave a Reply