Kami Mewawancarai Mantan Challenger No. 1 di Indonesia, Makes Me Inspire

Kami Mewawancarai Mantan Challenger No. 1 di Indonesia, Makes Me Inspire
Inspire

Sebagian dari kamu, terutama yang biasanya berpetualang di tier tinggi ranked League of Legends Indonesia, mungkin kenal sama orang ini.

Dia, Lee “Make Me Inspire” Beum-chan, adalah pemain Challenger nomer satu di Indonesia pada awal season 2017 sekaligus mantan toplaner dari tim peringkat 3 LGS Spring 2017, Phoenix Esports.

Make Me Inspire atau yang biasa juga dipanggil Inspire, pernah mencapai peringkat pertama Challenger di League of Legends Indonesia pada awal season 2017. Tentu itu merupakan pencapaian yang luar biasa mengingat baru beberapa minggu ranked direset dan Inspire sudah menapaki posisi teratas.

Melihat hal ini, Hasagi pun merasa tertarik untuk melakukan sesi wawancara dan menanyakan berbagai hal mengenai League of Legends kepadanya. Kami mencoba menghubungi Inspire melalui akun Facebook pribadinya, dan dia setuju untuk berbincang-bincang dengan kami. Percakapan kami dengan Inspire sangatlah menarik, kalian harus membacanya, apalagi jika kalian ingin mengenal lebih dekat pemain asal Korea Selatan ini.

Berikut hasil wawancara Hasagi dengan Lee “Make Me Inspire” Beum-chan.


Inspire_2

Hasagi: Sejak kapan anda mulai bermain League of Legends?

Inspire: Sejak tahun 2013. Pertama kali main di server NA waktu itu saya diajak sama teman saya. Sempat nyobain HoN dan Dota juga sebelum main League of Legends.

Hasagi: Banyak yang menanyakan anda berasal darimana, mengingat anda berwajah Korea tapi jago bahasa Indonesia. Hal ini menjadi perbincangan hangat di kalangan pemain.

Inspire: Saya berasal dari Korea selatan, akan tetapi saya lahir di rumah sakit Indonesia. Jago bahasa Indonesia? Tentu saja, karena sejak kecil saya mempunyai teman-teman orang Indonesia. Dari dulu sering ngomong pakai bahasa Indonesia kemudian saya bersekolah SD SMP SMA di sekolah internasional dan belajar bahasa Indonesia juga di sekolah.

Hasagi: Anda termasuk player pindahan atau asli Indonesia?

Inspire: Dulu saya pemain Korea kemudian pindah ke Indonesia.

Hasagi: Apa yang membuat anda tertarik untuk bermain di server Indonesia?

Inspire: Itu karena saya tinggal di Indonesia, dan bermain di server luar itu bakalan ngelag.

Hasagi: Oh hahaha, menurut anda Ranked Indonesia itu seperti apa?

Inspire: Menurut saya Ranked di Indonesia itu, Challengernya seperti Silver sampai Gold di Korea

Hasagi: Wah, jadi memang dari segi skill Indonesia masih jauh ya dengan Korea?

Inspire: Jauh sekali, bahkan sekelas pemain LGS, saya tidak pernah melihat dari unranked climbing sendiri sampai ke Diamond. Biasanya pakai akun yang dikasih oleh Riot dan tier-nya Plat. Jadi saya tidak pernah lihat orang Indonesia nyampai Plat atau Diamond dengan sendirinya.

Hasagi: Anda sempat menduduki peringkat pertama di Indonesia, tentu itu merupakan pencapaian yang menakjubkan. Apakah ada tips atau semacamnya agar pemain lain bisa meningkatkan skill mereka?

Inspire: Menurut saya, pemain di server Indonesia orang-orangnya agak egois. Mereka biasanya maksa banget untuk ambil top, mid, terutama adc. Kalau dapet support, mereka  nggak mau. Coba sekali-kali hilangin sifat egois itu. Bermain itu juga butuh mekanik dan jangan lupa ward. Selalu perhatikan map, dan mesti bisa melihat situasi. Sebagai c0ntoh, kalau kamu merasa kamu benar-benar bisa menang 2vs1 ya sudah lawan saja.

Hasagi: Punya keluh kesah sebagai seorang pemain profesional?

Inspire: Senang banget waktu bermain. Kalau kalah kecewa sih, tapi saya kecewa bukan karena saya sendiri tapi mungkin timnya memang tidak cocok.

Hasagi: Sudah berapa lama anda bermain sebagai pro?

Inspire: Kalau di Indonesia itu pertama kali. Sedangkan kalau di Korea ada turnamen warnet, saya pernah ikut dan juga dapet juara.

Hasagi: Oh di Korea juga ada turnamen warnet?

Inspire: Ada, seperti turnamen FF tapi pesertanya banyak, ada 100 orang lebih. Jadi bisa terkumpul sebanyak 30 tim lebih. Btw yang di Korea ini nggak usah dihitung karena saya masih amatir, haha!

Hasagi: Terakhir, punya salam untuk pembaca Hasagi khususnya mereka yang menjadi fans anda?

Inspire: Untuk pembaca Hasagi, stay cool dan baca terus berita berita di Hasagi! Kalau fans? Emang ada? Wkwkwkwk! Kalau ada, mohon terus sayangi saya haha!

Hasagi: Eh maaf ada yang ketinggalan, bagaimana perasaan anda saat anda menjadi Challenger No. 1 di Indonesia?

Inspire: Saya tidak tahu kesan orang lain yang mencapai juga pernah rank 1 di Indonesia. Tapi kalau saya sendiri ya biasa aja karena persaingan di sini tidak seberat di Korea.

Hasagi: Baik terimakasih atas waktu anda, Inspire!

Inspire: Ok.


Dari wawancara dengan Inspire di atas, kita bisa mengambil satu kesimpulan yaitu kemampuan bermain pemain di Indonesia memang masih tidak sebagai pemain Korea. Tapi hal ini bukanlah sesuatu yang mutlak, karena menurut Hasagi asalkan kita berusaha kita juga bakalan memiliki kemampuan bermain yang baik.

Semoga wawancara ini dapat membuatmu lebih mengenal Inspire ya guys! Sampai jumpa di wawancara selanjutnya!

Stars Can't Shine Without Darkness

Facebook Google+ 

Leave a Reply