Kapan Seharusnya Kalian Tidak Meniru Seorang Profesional

Kapan Seharusnya Kalian Tidak Meniru Seorang Profesional

TSM vs Apex in Week 6 Day 3 of the 2016 North American League of Legends Championship Series (NA LCS) Summer Split at the NA LCS Studio in Los Angeles, California, USA on 10 July 2016.

Kebanyakan mimpi dari para Summoners di League of Legends adalah mereka bisa bermain dengan level setingkat para profesional player. Dan pada akhirnya mereka juga meniru semua yang dilakukan oleh pemain profesional. Tetapi, dengan meniru semua yang dilakukan oleh pemain profesional di kancah kompetitif secara terus menerus bukanlah hal yang baik untuk dilakukan.

Sekarang ini, berjuta-juta pemain di seluruh dunia bermain League of Legends. Sebagian dari pemain itu bermain secara kasual dengan teman, dan tentu berharap suatu saat bisa bermain secara profesional. Hal pertama untuk menjadi pemain profesional adalah menjadi ‘a better player’. Memang benar, latihan membuat kita menjadi lebih baik. Tetapi alangkah baiknya juga kita mengerti bahwa terkadang pemain profesional pun memakai strategi yang belum tentu cocok dan memiliki sinergi untuk satu sama lain di tim.

Ingat, pemain profesional memiliki sinergi yang tinggi. Mungkin antara challenger yang satu dengan challenger yang lainnya, pasti sudah memiliki sinergi yang tinggi. Apalagi jika berada di dalam satu tim. Pasti sudah menjadi sebuah tim yang utuh. Tetapi jika kalian bermain solo queue, kalian bukanlah sebuah tim. Tetapi hanya digabungkan untuk menjadi sebuah ‘tim’.

Setelah kami meneliti, kami menemukan beberapa hal yang patut untuk kalian perhatikan bahwasannya kita tidak harus selalu meniru seorang profesional, apalagi di solo queue. Berikut pembahasannya:


faker

Cara bermain dari pemain profesional berbeda dengan pemain biasa

Seperti yang terlihat, memang benar permainan dari pemain profesional sangatlah berbeda dengan pemain biasa. Pemain profesional kebanyakan memang sudah bermain dari lama, mungkin bisa saja mulai dari awal League of Legends dirilis. Hal ini lah yang menyebabkan cara bermain dari pemain profesional dan pemain biasa berbeda. Pengalaman yang didapatkan pemain profesional dari bermain sangatlah banyak jika dibandingkan dengan pemain biasa. Jadi jangan tiru cara bermain dari pemain profesional dulu jika kalian belum memiliki pengalaman tentang suatu trik dalam permainan, atau hal tersebut akan menjadikan kalian dalam keadaan berbahaya dalam game.


Bjergsen

Strategi yang digunakan sangatlah beda

Strategi yang digunakan pemain profesional pun juga sangatlah beda. Kebanyakan pemain profesional memiliki coach sebagai pengatur strategi dan hal tersebut lah yang kadang membuat strategi dari pemain profesional selalu terbawa dan yang melihatnya pun pasti terkagum. Contohnya, Faker. Ia memiliki coach di SKT yang selalu membantunya pada strategi. Di dalam streamnya, Faker pasti pernah, atau mungkin selalu menggunakan strategi yang sudah diberikan dan diajarkan oleh coachnya tersebut.


SKT1_Wolf

Champion pick dari pemain profesional lebih ke teamwork

Untuk champion pick, pemain profesional selalu mengandalkan champion yang bisa melakukan follow-up terhadap semua serangan yang dilakukan oleh musuh. Tetapi di solo queue, terkadang pick yang dilakukan pun ngawur. Asal pick, mungkin champion yang paling sering ia gunakan atau hanya ingin coba – coba. Jadi mungkin kalau kalian ingin menirukan pemain profesional, mulailah pikirkan champion pick kalian. Perhatikan bahwa selalu ada counter-pick di setiap pertandingan. Jadi, ingat teamwork, ingat counter-pick.


peanut

Perkiraan waktu permainan dari pemain profesional

Pemain profesional selalu memakai strategi dan champion pick berdasarkan perkiraan waktu permainan. Entah itu early game, atau late game. Kebanyakan pick dari pemain profesional adalah untuk early game, dengan objektif untuk menyelesaikan game secepat – cepatnya dan tidak mengulur – ulur waktu. Tetapi jika kalian bermain solo queue, hal tersebut mungkin akan menjadi sangatlah sulit. Karena di dalam solo queue komunikasi agak susah untuk dilakukan.


SKT Bang

Untuk memenangkan permainan, kalian harus mengandalkan diri kalian sendiri

Selalu andalkan diri kalian sendiri untuk mendapatkan kemenangan. Jangan terlalu mengandalkannya kepada team satu tim, karena kalian hanya pemain solo yang bergabung menjadi satu ‘tim’ saat solo queue. Mungkin bisa saja kalian mendapatkan tim yang rata-rata nya masih dibawah kalian, dan mungkin permainannya juga sangat jelek. Jadi dari situ, jangan selalu meniru pemain profesional untuk saling percaya satu sama lain. Andalkanlah diri kalian sendiri untuk mencapai kemenangan karena dengan mengandalkan diri sendiri, maka kalian akan mendapatkan rasa yang berbeda karena dapat memenangkan pertandingan dengan meng-carry game tersebut.


rox

Tidak ada sinergi – Ego yang tinggi

Di solo queue, pasti komunikasi akan menjadi sangat jarang. Hal tersebut dikarenakan oleh ego yang sangatlah tinggi dari para pemain-pemain di satu tim. Mungkin memang komunikasi menjadi hal yang sangat penting dalam mencapai kemenangan. Tetapi meskipun di dalam game ada komunikasi, masih belum ada sinergi di antara kalian karena kalian bukanlah sebuah tim yang sudah berlatih sekian lama. Kalian hanya digabungkan menjadi satu ‘tim’ di dalam permainan.


imaqtpie_1

Kurang sadarnya pemain biasa atas skill yang dimilikinya

Terkadang, para pemain di solo queue selalu bersikap ‘sok-sokan’ dan tidak sadar jika skill yang dimilikinya itu sangat rendah. Berbeda dengan pemain profesional yang memang sudah hebat, tetapi tidak pernah bersikap ‘sok – sokan’ saat bermain. Dan hal tersebut mungkin harus di tiru oleh pemain biasa. Tetapi jika kalian memiliki sikap seperti itu, jangan pernah sekali – kali meniru permainan dari pemain profesional karena dengan sikap itu kalian hanya akan merugikan tim kalian dan mungkin akan menyebabkan kekalahan.


 

ssg_1

Terkadang para pemain profesional membuat meta yang baru, seperti di Worlds 2016

Miss Fortune support akhir-akhir ini mulai sering dilihat, karena dipick pada saat Worlds 2016. Tentu saja, satu paket dengan AD Carry nya, Ashe. Tetapi karena meta tersebut, win rate setelah Worlds 2016 menurun sangat drastis akibat kombo Ashe dan Miss Fortune support ini. Sebenarnya, kombo Ashe dan Miss Fortune support ini sangatlah lemah, karena harus menunggu level 6 untuk mendapatkan kill. Untuk pemain biasa, sebaiknya kalian memainkan champion yang bisa kalian pakai, dan tidak meniru meta baru pemain profesional pada saat solo queue.

Demikian alasan mengapa kalian tidak harus meniru pemain profesional, semoga bermanfaat!

Aldilla Adam

Rap and League of Legends seems to be a nice combination, right?

Facebook Twitter 

Leave a Reply


comments