Kenapa Saya Membeli Skin di League of Legends?

Kenapa Saya Membeli Skin di League of Legends?
Katarina_Splash_9

League of Legends adalah game dengan pendapatan terbesar di tahun 2017. Dan kalian semua tentu tahu bahwa sumber penghasilan utama di dalam game ini adalah berasal dari penjualan item kosmetik.

Alih-alih menerapkan sistem rolet,  League of Legends membiarkan para pemainnya untuk membeli skin yang mereka inginkan, kapan pun mereka mau. Itu keren, bagus sekali, tapi tetap tidak bisa menjelaskan mengapa orang membeli begitu banyak skin.

Jika kamu pernah mencoba menjelaskan bagaimana permainan gratis seperti League menghasilkan uang kepada seseorang yang tidak bermain, kamu mungkin akan kebingungan dan khawatir. Kebiasaan kamu dalam mengeluarkan uang untuk membeli sesuatu yang hanyalah berupa item kosmetik itu bakal terlihat aneh oleh sebagian orang. Bahkan mungkin terdengar aneh bagi kamu sewaktu kamu pertama kali menyentuh game ini.

Saya masih ingat tentang waktu itu, beberapa hari setelah saya menginstal League of Legends di laptop. Saya merasa, “Game ini keren, mungkin saya akan membiarkan diri saya membeli skin setiap 50 game yang saya mainkan.” Lalu tebak apa? Yep, saya sendiri mengingkar janji tersebut. Kenyataannya saya sendiri sudah menghabiskan setidaknya 5 juta di game ini dalam beberapa tahun terakhir. Semua uang itu saya habiskan untuk membeli skin dan saya tidak menyesal sedikit pun.

League of Legends adalah game yang memungkinkan kamu melihat skin kamu setiap saat. Lebih kerennya, semua pemain lain di dalam game juga dapat melihatnya. Mengingat League of Legends adalah tentang champion, maka membuat champion kita terlihat lebih keren adalah cara mudah untuk menghasilkan uang.

Ashe_FreljordSkin
Skin pertama yang saya beli di League of Legends

Akan tetapi, pada akhirnya, skin memanglah tidak melakukan sesuatu hal yang besar. Boleh saja skin itu mempunyai bentuk baru, efek baru, ataupun terdengar berbeda, namun nyatanya fungsi skin itu tetap tidak pernah berubah. Skin-skin ini hanya membuatmu merasa senang ketika melihatnya, tapi skin-skin itu tidak pernah mengubah permainan.

Tapi itu tidak menjadi alasan mengapa saya menghabiskan begitu banyak uang untuk membeli skin. League of Legends adalah game yang sudah saya habiskan waktu beribu-ribu jam memainkannya. Tidak peduli ada seberapa banyak game baru bermunculan, League selalu bisa menjadi permainan yang akan terus saya ikuti. Login, main dua atau tiga game, kemudian logout. Game ini menakjubkan. Jadi saya menghargai kerja keras Riot dengan cara membeli skin keren yang mereka ciptakan.

Actually, saya bisa saja melihat ke belakang dan memikirkan tentang semua uang yang sudah saya habiskan untuk game selama bertahun-tahun. Saya yakin saya akan sedikit menyesali itu semua. Dulu sempat ada beberapa game yang saya seriuskan, beberapa di antaranya bahkan hampir mendekati League of Legends. Tapi League itu gratis dan tidak pernah meminta saya untuk membeli apapun.

Orianna

Bagi saya, pemikiran untuk tidak ikut mendukung game (terutama yang keren seperti League of Legends) itu konyol. Ini bukan memprotes supaya kamu ikut membeli skin seperti apa yang sudah saya lakukan. Ini bukan tentang apapun. Kamu mungkin akan membeli skin, atau mungkin tidak. Tapi, kamu tetap bisa mendukung Riot Games dengan cara lain. Kamu bisa memainkan game buatannya, memberitahukan kepada temanmu tentang game ini, atau dengan menonton turnamen. Sewaktu saya membeli skin, saya tidak pernah berpikir, “Wow, saya tidak sabar untuk berikan support ke Riot dan membeli ini.” Saya justru berpikir, “Skin yang keren, saya menginginkannya.” Akan tetapi, sewaktu mengetahui bahwa apa yang saya lakukan itu (which is, membeli skin) ternyata bisa membantu League of Legends untuk terus berkembang, saya merasa senang.

Saya tidak dapat memberitahu kamu alasan kenapa kamu membeli skin. Yang bisa saya katakan hanyalah mengapa saya membelinya. Saya senang bisa ikut memberikan dukungan kepada Riot Games dan saya juga senang bisa membuat champion kesayangan saya terlihat berbeda. Bagi saya, itu semua membuat game terasa jadi lebih menyenangkan.

Bagaimana denganmu, guys?

Hi, I'm Edel, Founder and Editor of HASAGI. Nice to meet you!

Facebook Twitter 

Leave a Reply