Know the Pros: Doublelift

Know the Pros: Doublelift
Doublelift

Yiliang “Doubelift” Peng adalah salah satu AD Carry terbaik di NA LCS yang performanya bisa dibilang konsisten. Selama ini yang kita tahu dari Doubelift adalah kebiasaan trashtalkingnya terutama saat interview, performanya yang konsisten di liga lokal tapi jatuh saat pertandingan internasional seperti Worlds, dan juga video highlights darinya. Tapi bagaimana dengan awal karirnya sebagai pro player?

Doublelift berasal dari Mission Viejo, California. Doublelift memulai karirnya sebagai pro player sebagai seorang Support. Ia bermain untuk Counter Logic Gaming mendapat tawaran untuk bergabung dari sang pemilik yang juga pemain HotShotGG sebagai sub. Tak lama setelahnya, ia pindah ke tim Epik Gamer dan bermain di starting lineup bersama dengan Toplaner Legendaris TSM Dyrus. Epik Gamer berhasil tampil di Season 1 World Championship dan mencapai semifinal dimana di semifinal Epik Gamer dikalahkan oleh Fnatic yang kemudian menjadi juara Season 1 World Championship.

Selepas Season 1 World Championship, ia keluar dari Epik Gamer. Relasinya yang memburuk dengan orangtuanya menyebabkan dirinya diusir dari rumah. Dia meminta bantuan kepada komunitas League of Legends di Reddit dan salah satu eSport interviewer Travis Gafford menawarkan untuk tingal di tempatnya sementara. Di masa inilah Doubelift selain bergabung dengan tim Curse, Ia juga mencari uang tambahan dengan membuat guide di website milik Curse dan berubah posisi ke AD Carry. Doubelift kemudian kembali ke Counter Logic Gaming sebagai starting AD Carry pada bulan November 2011.

Dlift hmls

Doublelift berhasil membawa CLG mengalahkan tim lamanya Curse di ajang 2012 IEM Katowice World Championship di perempat final tapi lajunya dihentikan oleh tim asal Rusia Moscow5 di babak semifinal. Setelah itu, CLG tidak bisa memenangkan beberapa pertandingan besar dan sering kalah 2-0. Pada akhirnya ia berhasil bangkit dan pada saat itulah “talentanya” sebagai seorang trashtalker muncul. CLG sendiri sering berganti pemain namun posisi Doublelift sama sekali tidak tergantikan. Tapi karena sering berganti pemain itulah performa CLG sering naik turun. CLG bahkan sempat jatuh ke match relegation tapi berhasil kembali ke NA LCS.

Melihat performa CLG yang tidak stabil, CLG menjadi tim pertama yang merekrut coach. Coach pertama yang mereka rekrut adalah mantan caster OGN Christopher “MonteCristo” Mykles. Di sini yang dilakukan MonteCristo adalah memperbaiki cara tim berkomunikasi dan memahami strategi dan permainan level tinggi. Setelah MonteCristo, peran coach di CLG diisi oleh Scarra (Oktober 2014- April 2015), Blurred Limes (Mei 2015 – Oktober 2015), dan Zikzlol (November 2015 – Sekarang). Berkat peran coach inilah performa Doublelift semakin membaik dan akhirnya mampu tampil di big stage saat 2015 NA LCS Summer Split Grand Finals dimana CLG berhasil mengalahkan rivalnya Team Solomid 3-0 dan berhak atas satu spot di 2015 Worlds Championship.

Meskipun laju mereka mulus pada minggu pertama dengan rekor 2-1, pada minggu kedua CLG tidak bisa memenangkan 3 game dan tereliminasi di Group Stage. Melihat performa CLG, para fans optimis dengan CLG di musim depan tapi justru ada hal yang tidak mereka harapkan terjadi: Doublelift bergabung dengan tim rival TSM.

Doublelift memutuskan untuk bergabung dengan TSM pada akhir 2015 beberapa hari setelah CLG mengumumkan keluarnya Doublelift. Transfer ini juga merupakan transfer paling mengejutkan mengingat performa Doublelift di CLG cukup bagus dan sama sekali tidak memiliki masalah dengan pemain lainnya dan pihak tim. Selain Doublelift, TSM juga membawa sederet nama terkenal seperti Hauntzer, Svenskeren, dan Yellowstar. TSM langsung menjadi tim yang difavoritkan untuk juara 2016 NA LCS Spring Split.

Tapi harapan itu gagal dijawab oleh skuad TSM yang baru. TSM hanya berhasil menempati posisi keenam di klasemen 2016 NA LCS Spring Split dan performanya bisa dibilang mengecewakan. TSM berhasil bangkit di babak playoffs, mengalahkan Cloud9 dan tim kuat baru Immortals. Di babak Grand Final, TSM harus kalah di tangan CLG 3-2 berkat performa apik dari AD Carry baru CLG Stixxay yang berstatus sebagai Rookie terutama di Game 5 saat Ia menggunakan Tristana.

Saat jeda sebelum Summer Split, Yellowstar memutuskan untuk kembali ke Fnatic dan TSM merekrut Support baru Biofrost setelah mengikuti sesi tryout di Korea menyingkirkan peserta lain seperti Ignar dan Hybrid. Biofrost seperti menjawab apa yang dibutuhkan TSM. Doublelift РBiofrost menjadi duo botlane terkuat di NA LCS.  Berulangkali Biofrost menjadi penyelamat Doublelift. Doublelift juga mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya dan di split inilah ia berhasil mencapai kill ke 1000 sepanjang karirnya dan mendapatkan Pentakill ke-10 selama karir kompetitifnya.

TSM juga berhasil menjuarai 2016 NA LCS Summer Grand Finals dengan menang atas Cloud9 3-1 dan mendapatkan satu spot di 2016 Worlds Championship. Tapi sekali lagi, Doublelift kehilangan sentuhannya di Worlds dan TSM berakhir dieliminasi oleh tim dari Cina Royal Never Give Up setelah unggul Head-to-Head 2-0 meskipun posisi mereka sama di klasemen grup D 3-3.

Doublelift memutuskan untuk hiatus pada November 2016 menyusul performa buruk di Worlds. Melalui video di channel TSM, selama hiatus Doublelift akan melakukan streaming, sponsor, dan melakukan apapun untuk membantu tim dan berjanji akan kembali saat Summer Split.

But surprisingly, Doublelift bergabung dengan Team Liquid pada pertengahan 2017 NA LCS Spring Split sampai akhir Spring Split. Doi berjanji bakal kembali ke TSM kelak saat Summer Split saat sesi tryout. Buat kalian yang ingin melihat aksi Doublelift di Team Liquid kalian bisa melihat pada hari Sabtu mendatang saat Team Liquid melawan Dignitas dan pada hari Minggu saat melawan Phoenix1.

 

Laurent Vic

Writer, Gamer, Mechanical Keyboard Enthusiast, Dank Memer, Noob Yu-Gi-Oh! Duelist

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply