League of Legends Satukan Nenek Ini dan Cucunya

League of Legends Satukan Nenek Ini dan Cucunya
Nenek

Banyak hal positif yang datang dari sebuah game. Tak hanya meningkatkan pola pikir kalian, namun juga menyatukan dua orang yang berbeda generasi. Seorang Redditor iFafnir menceritakan sebuah kisah mengharukan antara ia dan neneknya.

Kisah ini berawal dari iFafnir yang tak mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya, di mana sang Ibu meninggal dunia setelah bercerai dengan Ayahnya. Di sana ia menceritakan bahwa Ayahnya sama sekali tak peduli dengan hidupnya, dan ia pun tinggal dengan neneknya.

Kehidupannya bersama sang nenek rupanya tak berjalan begitu mulus. Sebagai seorang anak yang masih terbilang ‘labil’, ia tak terbiasa melakukan aktivitas bersama-sama dengan orang yang beda generasi. Hingga pada akhirnya semua berubah ketika iFafnir mulai menekuni Esports dan menonton pertandingan LCS. Ia menjadwalkan setiap pekan untuk menyempatkan diri menonton LCS.

Team-Liquid-Logo-NA-LCS-2018

Pada suatu malam, iFafnir memutuskan untuk menonton pertandingan LCS di komputer tua milik sang nenek. Ketika ia menyaksikan pertandingan Team Liquid, si nenek tiba-tiba datang dan menanyakan sedang menonton apa. Karena ketika itu ia masih terbilang bocah yang tak sabaran, iFafnir hanya mengatakan kepadanya bahwa sulit untuk dijelaskan.

Meskipun mendapatkan sedikit “penolakan” dari iFafnir, si nenek tak terlalu menghiraukannya dan langsung duduk untuk ikut menonton.

Minggu depannya, ia pun melanjutkan rutinitasnya untuk menonton pertandingan LCS. Dan di saat itu pula sang nenek kembali ikut menonton. Ia pun mulai menanyakan kembali beberapa hal unik. Seperti “disebut apakah pria-pria kecil itu (Minion)?”, “siapa yang mengontrol Minion?”, dan “kenapa mereka dibunuh jika mereka terlihat begitu lucu?”

Pertanyaan unik itu rupanya menggetarkan hati iFafnir, dan pada akhirnya mereka mulai saling berkomunikasi. Rutinitas menonton LCS setiap minggunya pun menjadi hobi yang wajib dilakukan oleh iFafnir dan sang nenek. Bahkan, neneknya itu memberikan sebuah hadiah luar biasa saat iFafnir berulang tahun.

Si nenek menghadiahkan tiket semifinal World Championship 2016 yang mempertandingkan ROX Tigers vs SK Telecom T1.

==

Sejak saat itu, kedua orang berbeda generasi ini semakin dekat dan sang nenek mulai menggeluti League of Legends. Menurut iFafnir, neneknya justru hampir bisa mengalahkan dirinya. Annie merupakan champion favorit yang biasa digunakan oleh sang nenek. iFafnir menceritakan bagaimana si nenek tertawa jahat ketika berhasil memberikan Burst Damage kepada musuhnya.

Selama bermain dan menonton pertandingan LCS, sang nenek pun mengidolakan Doublelift serta Team Liquid. Ketika ia mengetahui bahwa Doublelift bermain, ia akan bertingkah layaknya anak kecil di Hari Natal dan mendekorasi seluruh rumah dengan warna biru dan Banner di mana-mana.

“Saya tak pernah merasakan figur seorang Ibu saat masih kecil, dan saya merasa bahwa saya tak akan pernah mendapatkannya. Namun, melalui League of Legends dan Team Liquid, tak hanya saya semakin dekat dengan nenek saya, saya juga menjadi teman baginya,” ungkap iFafnir dalam posting-annya di Reddit.

BPIVK3u

Cerita ini mendapatkan respons yang cukup banyak dari pengguna Reddit. Setidaknya ada 200 komentar lebih yang menyatakan dukungan terhadap pemain tersebut, meskipun ada yang tak percaya dengan ceritanya. Bagaimana menurut kalian?

Best Leader is A Great Support. Cheer Up Baby!

Facebook Twitter  

Leave a Reply