Main Singed Support Smite, Pemain Ini Terancam Kena Ban Permanen

Main Singed Support Smite, Pemain Ini Terancam Kena Ban Permanen
singed

Pemain League of Legends asal Amerika yang memiliki nickname AdellaideSkyhart mendapat teguran dari RIOT karena bermain menggunakan champion Singed untuk posisi support dengan Smite. Padahal kalau dilihat dari Champion Mastery pemain ini sudah hampir mencapai 3 juta.

singed_2

Pada dasarnya permainan League of Legends sudah memiliki meta (basic game strategy) seperti role masing-masing champions. Akan tetapi Riot tidak mempermasalahkan apabila ada pemain yang berkreasi membuat strategi sendiri di dalam permainan. However, yang satu ini beda ceritanya.

nnnnn

AdellaideSkyhart terkena ban selama 2 minggu dan kemungkinan akan mendapat ban permanen dari Riot karena menggunakan Singed Support Smite. Seperti yang bisa sobat Hasagi lihat di foto di atas, Riot mengungkapkan bahwa alasan mereka melakukan banned karena AdellaideSkyhart telah mendapat report negatif dari beberapa pemain lain.

Riot menilai AdellaideSkyhart seringkali tidak menghiraukan komunikasi dan tidak mau kerjasama dengan tim. Dan hal itulah yang membuatnya terkena banned. Riot juga menambahkan kata-kata, “Kami mengerti kalau kamu ingin bermain dengan Singed Support Smite, tetapi teman-teman satu timmu tidak ingin kamu bermain Singed Support Smite.”

Banyak yang menentang ban permanen tersebut oleh Riot. Para pemain League of Legends tak sedikit yang berpendapat dan mempertanyakan apa yang dimaksud dengan menghiraukan komunikasi dan tidak mau kerjasama dengan tim. Dan bila alasan tersebut yang menjadi faktor utama banned, maka banyak pemain League if Legends di seluruh dunia yang juga bermain tetapi menghiraukan komunikasi dan tidak mau kerjasama dengan tim dan tidak terkena hukuman berarti.

AdellaideSkyhart juga selalu bermain serius dan sungguh-sungguh di setiap gamenya. Champion Mastery Singed-nya pun sudah mencapai 2 juta 9 ratus ribu dan Win Rate lebih dari 50%.

Salah satu pengguna Reddit memberikan komentar cukup pedas yaitu:

“Apabila kita tidak diizinkan untuk melakukan sesuatu yang baru di dalam permainan, bagaimana kita bisa mengetahui strategi tersebut bekerja yang terbaik atau tidak. Dan apakah mencoba champions yang tidak diunggulkan dengan strategi baru merupakan tindakan menghiraukan kerjasama tim? Padahal pada preseason ini adalah waktu yang sangat tepat untuk mencoba hal baru, malah banned yang didapat.”

Apabila Riot masih bersikeras untuk tetap menetapkan set meta, maka dinilai hal itu akan menghancurkan champions pick rate dan strategi gamenya sendiri. Hanya akan ada beberapa champions yang digunakan sedangkan champions lain akan terbuang. Permainan pun akan terlihat monoton dan sama saja tidak ada variasi-variasi permainan.

Sedangkan tanpa set meta, pemain akan dapat mengembangkan champions-champions sesuai dengan gaya bermain mereka. Strategi dalam League of Legends akan semakin beragam dan membuat League of Legends menjadi berkembang lebih jauh lagi.

Bagaimana menurutmu, sobat Hasagi?

Best Leader is A Great Support. Cheer Up Baby!

Facebook Twitter  

Leave a Reply