Punya Potensi Bagus, Kenapa League of Legends “Gagal” di Jepang?

Punya Potensi Bagus, Kenapa League of Legends "Gagal" di Jepang?
jennifer-wuestling-silverfang-akali-splash-art-rework-update-hd-wallpaper-background-official-art-artwork-league-of-legends-lol

League of Legends tak bisa dipungkiri lagi menjadi salah satu game terpopuler di dunia saat ini. Bersaing dengan beberapa genre game lainnya, game besutan Riot Games ini mampu melewati masa-masa sulit di saat banyaknya game baru bermunculan.

Di Tiongkok dan Amerika, League of Legends sangat populer di semua kalangan usia. Sistem kompetisi yang konsisten, investasi yang baik, serta promosi luar biasa yang dilakukan Riot Games membuat banyak orang tertarik untuk bermain di Summoner’s Rift.

Selain 2 negara di atas, Jepang sejatinya memiliki potensi pasar yang baik jika membahas soal game. Lantas, mengapa League of Legends terbilang “gagal” dan kurang populer di Negeri Sakura tersebut? Channel YouTube Nicolai punya jawabannya untuk kalian.

Terhitung pada tahun 2017 lalu, Jepang memiliki setidaknya populasi manusia sekitar 126 juta orang di sana. Orang-orang Jepang juga disebut sangat menyukai berbagai jenis game di sana. Namun, kabarnya hanya sekitar 100 ribu orang saja yang memainkan League of Legends, sejak kehadirannya 2 tahun lalu.

Untuk mengetahui penyebabnya, tentu kita harus mengetahui game apa yang menjadi sangat populer di sana.

Mobile Game, Knives Out

Orang-orang di Jepang rupanya menyukai Game Battleground di Mobile Games bernama Knives Out. Banyaknya pemain yang memainkan game tersebut bahkan melebihi pemain Fortnite ataupun PlayerUnknown’s Battleground (PUBG) di sana.

Knives Out disebut sebagai aplikasi game terpopuler dan paling banyak dimainkan selama tahun 2018. Game tersebut secara konsisten berada di posisi 5 besar dalam kategori Top Gross dan Most Downloaded Apps di Negeri Sakura.

LOL Japan

Namun selain keberadaan mobile games, pemain game PC di Jepang juga terbilang sangat sedikit di sana. Berdasarkan data yang didapatkan oleh Nicolai, ia menyebutkan bahwa setidaknya hanya 28% pria Jepang memainkan game PC sekali dalam sebulan, sedangkan untuk gamers wanita hanya sekitar 15% saja. Jika dibandingkan dengan Tiongkok dan Amerika, gamers PC mereka terlihat sangat kecil.

Invasi Pemain dari Luar Negeri

LOL Japan1

Selain itu, terdapat beberapa alasan lain mengapa League of Legends di Jepang terbilang “gagal”. Salah satunya adalah invasi dari pemain-pemain luar negeri seperti Tiongkok, Taiwan, dan Korea. Sebanyak 90% persen pemain dari luar Jepang bermain di sana untuk menghancurkan pemain-pemain baru (Newbie).

Seorang Redditor yang bertahan cukup lama untuk bermain di Server Jepang pun mengatakan bahwa saat ini server tersebut bisa dibilang sebagai “League of China”. Biasanya, pemain-pemain asli Jepang berpura-pura menjadi pemain dari luar negeri untuk melakukan Trolling. Mungkin inilah yang menyebabkan para pemain baru tak betah bermain League of Legends.

Minimnya pemain di Server Jepang juga membuat Tier Ranking di Diamond, Master, dan Challenger tampak tidak kompetitif. Disebutkan bahwa server tersebut hanya memiliki 200 pemain Challengers, 4 pemain Master, dan 210 pemain di Diamond I.

Kurangnya Promosi

Salah satu masalah berikutnya yang terjadi di Jepang adalah, Riot Games kurang memberikan promosi saat dikeluarkannya League of Legends di sana. Mereka merasa bahwa game ini sudah cukup populer dan tidak memerlukan tambahan kerja keras untuk mempromosikannya. Well, di situlah mereka salah.

Akhirnya, pada bulan Agustus 2018 lalu, Riot Games Japan membuat sebuah komersial yang unik dengan membuat karakter berbentuk Kol bernama LoL-Kun.

Kesimpulan yang bisa didapat adalah, kemungkinan besar orang-orang di Jepang belum sadar bahwa League of Legends sudah hadir di negara mereka. Hal tersebut dikarenakan minimnya pemain PC di negara itu, atau, meskipun mereka tahu, mereka bertemu dengan pemain-pemain Toxic yang menurunkan minat bermain mereka.

Meskipun masih belum berkembang begitu jauh, League of Legends di Negeri Sakura masih bisa berkembang lebih jauh lagi. Hal ini bisa melihat bagaimana tim dari LJL, DetonatioN FocusMe yang berhasil melangkah ke babak kedua Play-In Worlds 2018.

Raka Marko

Leave a Reply