Riot Games Mata Duitan? Gak Ah, Ini Alasannya

Riot Games Mata Duitan? Gak Ah, Ini Alasannya
RIOT

Kredibilitas Riot Games sebagai salah satu perusahaan game online terbesar di dunia tidak diragukan lagi. Selain memang baik dari segi pelayanan kepada para pemainnya, mereka sangatlah konstan dan juga rajin dalam hal memperbaharui konten permainan. Hal itu membuat banyak sekali pemain sangat mencintai dan juga setia pada game yang satu ini.

Memang ada banyak sekali perusahaan serupa yang bergerak di bidang yang sama. Masing-masing punya kelebihan tersendiri, namun Riot Games punya alasan tersediri untuk menjadi yang terbaik. Salah satunya adalah mereka tidak matre, atau tidak melulu mencari untung dari para pemainnya. Berikut ini adalah alasan mengapa Riot Games bukanlah perusahaan yang matre alias mata duitan.

1. Banyak Sekali Event Esports yang Tidak Memungut Biaya


lgs-2017-crowd-img-2

Pernah mendengar pihak Garena meminta sejumlah uang terkait turnamen atau Event esports yang diselenggarakan oleh mereka? Sepertinya tidak. Riot Games bersama Garena juga mengusung misi untuk tidak menyulitkan pemain untuk bisa berpartisipasi bersama mereka. Dari segi kompetisi, seperti misalnya di Indonesia, mulai dari turnamen amatir hingga profesional, pihak penyelenggara tidak memungut biaya sepeserpun dari para pemain.

Memang terkadang ada biaya untuk menonton seperti NA atau EU LCS, namun hal itu semata membayar akomodasi serta administrasi. Tapi untuk bisa ikut ke dalam kompetisi dan menjadi profesional, sama sekali tidak dipungut biaya seputar keikutsertaan. Yang ada, kita malah bisa mendapatkan hadiah dan tunjangan lainnya dari Riot Games.

2. Banyak Kosmetik yang Bisa Diperoleh Secara Gratis


Omega-Squad-Tristana-Splash-Art-HD-Wallpaper-Background-Official-Art-Artwork-League-of-Legends-lol-3

League of Legends adalah sebuah game yang gratis dan bisa dimainkan semua orang. Meskipun ada banyak sekali hal yang bisa dibeli di dalam permainan, tidak semata-mata hal itu merupakan sebuah keharusan untuk para pemainnya. Konten-konten yang bisa dibeli menggunakan Riot Points itu sebenarnya hanya merupakan kosmetik atau aksesoris saja.

Dan seperti yang kita ketahui, untuk bisa memperoleh Riot Points atau kosmetik tersebut secara langsung, kita bahkan bisa tidak mengeluarkan biaya sepeser pun. Ada banyak sekali Event berhadiah Riot Points hingga berhadiah Skin langsung yang diberikan oleh pihak Riot Games atau Garena, terutama League of Legends Indonesia. Bahkan sebagai promosi, ada banyak hal yang bisa kita dapatkan.

3. Peduli Terhadap Komunitas


Cho'Gath_DarkStarSkinHeader


Bukan hanya itu lho. Kreasi Riot terkait League of Legends yang mereka sajikan kepada pemain juga sangatlah berpusat kepada komunitas. Pertama, mereka banyak sekali mendengarkan apa yang komunitas inginkan. Mulai dari Patch Update setiap dua minggu sekali, hingga Skin-Skin karya komunitas yang diwujudkan menjadi Skin yang nyata di dalam permainan.

Salah satu dari Skin karya komunitas terbaru itu adalah Skin Cho’Gath, yang hebatnya lagi, semua hasil dari penjualan Skin tersebut diberikan ke pada badan amal oleh Riot Games. Jadi dari komunitas, untuk komunitas itu sendiri. Selain itu, hadiah kompetisi Worlds 2017 kemarin juga menghadirkan sebuah pernyataan bahwa Riot akan menyumbangkan seperempat penjualan Skin Championship Ashe untuk amal.

4. Tidak Meminta Sumbangsih Besar dari Pemain sebagai Hadiah Kompetisi



Kembali lagi dari sisi esports. Meskipun tidak bisa dibilang sebagai game dengan kompetisi esports pertama di dunia, konsep yang dimiliki oleh Riot terkait esports bisa jadi merupakan yang terbaik. Hal itu bisa terlihat dari bagaimana Riot Games mengelola sebuah kompetisi beragam dari seluruh dunia. Meskipun begitu, dibandingkan dengan kompetisi esports lain, hadiah yang ditawarkan oleh Riot Games memang tidak terlalu besar.

Hal itu mungkin akan menjadi masuk akal ketika Riot Games benar-benar menjadi penyelenggara tunggal terhadap semua kompetisi tersebut. Kompetisi yang tersebar di dunia merupakan kompetisi yang terhubung langsung dengan Riot Games. Dibandingkan dengan game lain, hadiah yang didapatkan oleh para pemain yang berkompetisi tidaklah terlalu besar.

Riot memang melakukan sebuah potongan persentase dari hasil penjualan Skin pada MSI kemarin sebesar 25% saja sebagai kontribusi dari para pemain terhadap hadiah turnamen. Mengingat harga Skin yang tidak terlalu mahal, secara total, MSI kemarin Riot Games hanya menghadirkan hadiah senilai 1,4 juta dolar untuk para pemenang turnamen.


Faktor-faktor di atas merupakan beberapa hal yang bisa ditonjolkan Riot Games terkait League of Legends sebagai produk yang mereka kembangkang. Tanpa bermaksud untuk menjatuhkan perusahaan pembuat game lain, Riot Games memang memiliki konsep yang berbeda, sekaligus membuktikan bahwa mereka tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan uang semata.

Raka Marko

Leave a Reply