Saya Terkena Sanksi Pembatasan Chat, Haruskah Saya Marah?

Saya Terkena Sanksi Pembatasan Chat, Haruskah Saya Marah?
Yasuo

Selesai dari aktivitas rutin yang begitu padat, tentu satu game League of Legends akan menjadi solusi untuk mendapatkan kembali energi yang hilang setelah digunakan seharian. Kamu menyalakan komputer, membuka game tercinta ini dan mulai melakukan antrian permainan dari sudut kamar yang begitu gelap. Permainan ditemukan dan kamu pun berharap bisa mendapatkan rekan tim yang baik, yang bisa bekerjasama untuk memenangkan game bersama. Suasana permainan yang damai dengan semua pemain memberikan permainan terbaik mereka, plus ditambah tingkah laku yang baik, menjadi harapan kamu di hari itu.

Tapi, apakah League of Legends bisa seperti itu dimana semua orang berprilaku positif tanpa harus menjerumuskan satu sama lain? Aha, jangan mimpi karena hal itu tidak akan  pernah ada.

Jadi, saya sendiri baru saja mendapatkan hukuman atas sebuah perbuatan yang saya lakukan di salah satu permainan terakhir saya. Chat saya dibatasin hingga 9 game, dimana saya hanya bisa berkata seadanya saja dan harus menunggu jatah chat terisi kembali agar dapat mengetik lagi. Yep, kamu tidak salah baca. Saya, Edel, pemilik website berita League of Legends terkena sanksi pembatasan chat.

1

Saya lupa seperti apa ketikan yang telah saya buat sehingga membuat saya bisa terkena sanksi ini. Dan saya yakin ketikan saya itu pasti menyakiti pemain yang membacanya sehingga mereka pun memutuskan untuk melapor. Tapi saya juga yakin saya tidak mengetikkan kata-kata kotor karena saya memang bukan tipikal pemain seperti itu. Tapi tetap saja, apapun yang saya ketik waktu itu pasti adalah sebuah kesalahan. Saya tidak menyesali itu namun justru sedikit agak senang karena mengetahui ternyata fitur report di dalam game dapat bekerja secepat itu.

Sedikit penasaran, kira-kira ada berapa pemain di League of Legends yang terkena hukuman setiap harinya? Dan seperti apa hukuman yang mereka dapatkan? Apakah seperti saya, pembatasan chat? Atau lebih parah sampai ban permanen? Apapun itu sanksinya, pasti akan sangat merugikan bagi kamu yang mendapatkannya. Kamu tidak bisa bicara, tidak bisa bermain selama beberapa hari, atau bahkan harus terpaksa membuat akun baru karena akun lama kamu terkena ban permanen. Memang merugikan, tapi balik lagi ke dirimu sendiri. Apakah kamu sudah berprilaku cukup baik sewaktu bermain? Apakah kamu dapat memastikan tidak ada pemain yang tersakiti karena tingkah dan ucapanmu?

Actually saya tidak merasa marah apalagi kecewa karena terkena sanksi ini. Yang saya sayangkan di sini, saya tidak akan pernah bisa mendapatkan skin Victorious. Honor saya juga kembali menjadi level satu. Ini jelas bukan hal baik. Tapi nasi sudah menjadi bubur dan saya bakal menjadikan ini sebagai pengalaman berharga.

So, selamat datang ke League of Legends!

Game ini bukanlah tempat yang cocok untuk pemain dengan prilaku buruk. Semua orang, mau itu pemain biasa, ataupun sekelas saya yang punya website ini, memiliki porsi sama besar untuk mendapatkan hukuman.

So please guys, selalu perhatikan ucapan kalian ketika bermain game ini. Jangan pernah sekali-kali melakukan toxic karena toxic tetaplah toxic mau seberapa besar kadarnya. Stay humble.

Hi, I'm Edel, Founder and Editor of HASAGI. Nice to meet you!

Facebook Twitter 

Leave a Reply


comments