Sedikit Tentang Apdo, Raja Solo Queue dari Korea

Sedikit Tentang Apdo, Raja Solo Queue dari Korea
apdo_1

Dopa. Apdo. Apapun itu aliasnya, Jeong Sang-gil, pria ini dikenal sebagai salah satu pemain League of Legends terbaik di dunia. Bahkan tak sedikit orang beranggapan bila ia memiliki kemampuan bermain yang setara dengan sang juara Worlds tiga kali, Lee “Faker” Sang-hyeok.

Memang kita akui, Faker adalah pemain League of Legends terbaik di planet bumi, namun untuk urusan pemain Solo Queue, terutama di Korea Selatan, Apdo jagoannya. Orang ini bak legenda, mungkin bisa misteri, dan sering menjadi bahan perbincangan menarik para penikmat kompetitif League of Legends. Apdo adalah pemain yang sangat berbakat, namun berkali-kali ia selalu kehilangan kesempatan untuk berkarir di panggung profesional. Ia bahkan mendapatkan ban berdurasi selama 1000 tahun di akun utamanya. Kenapa ini semua bisa terjadi?

Cerita tentang Apdo sangatlah panjang, dan bisa dibilang sangat rumit. Ia adalah sesosok pemain hebat yang tidak tergiur oleh popularitas yang bisa ia dapatkan lewat bermain kompetitif. Melalui artikel ini, saya ingin mengajak kamu semua untuk lebih mengenal Apdo, Sang Legenda Solo-Queue Korea Selatan.

Jeong Sang-gil, dulu dikenal sebagai Dopa, sekarang dikenal sebagai Apdo, adalah salah satu pemain yang sangat terkenal di komunitas League of Legends Korea. Ia juga merupakan mantan midlaner dari Team Dark yang sudah bubar sejak lama. Selain karena kemampuan bermainnya, ia juga terkenal di Korea karena memiliki banyak akun dengan rank tinggi, ditambah lagi oleh berita-berita kontroversial yang pernah dibuatnya.

Apdo pernah duduk nyaman di peringkat tertinggi ranked Korea sewaktu season 3, dan di season 4 ia berada di peringkat 2. Berkat pengetahuan dan juga kemampuan yang dimilikinya, bukan mustahil bagi seorang Apdo untuk selalu bisa menguasai lane yang ia huni, bahkan sewaktu berhadapan dengan pemain profesional sekalipun. Menjadi pemilik rank tertinggi di negeri ginseng, Apdo juga dikabarkan dapat memainkan hampir semua role, namun ia tetap lebih dominan berada di lane tengah.

apdo_2

Satu hal yang perlu kamu ketahui, Apdo mempunyai setidaknya empat buah akun rank tinggi, masing-masingnya bernama Apdo, Dopa, Dopa0, dan Tar ar ais. Biasanya ia memanfaatkan kemampuan lihainya untuk mengangkat game di solo queue, sekaligus menawarkan jasa elo boosting kepada penghuni server Korea. Sangking jagonya, Apdo bahkan bisa menentukan kapan ia ingin kalah dan juga kapan ia ingin menang, dan itu semua tergantung dari dengan siapa ia bermain saat itu. Dan karena hal ini jugalah, Apdo jadi kurang disukai oleh sebagian orang di sana.

Di season 3, Apdo pernah mendapatkan penawaran menarik untuk bergabung ke CJ Entus Frost, namun ia menolaknya dengan spontan. Alasannya, ia merasa dirinya bisa mendapatkan lebih banyak uang tanpa harus bergelut ke dunia profesional dengan menjadi pemain.

Kendati demikian, bukan berarti Apdo tidak punya impian untuk memiliki tim sendiri. Ia bersama beberapa temannya dulu sempat mendirikan Team Dark guna berpartisipasi dalam ajang OGN. However, kedatangan mereka tidak mendapatkan sambutan hangat dari komunitas negeri ginseng, dikarenakan oleh kelakuan Apdo yang cenderung tidak baik, ditambah lagi oleh jasa elo boosting yang ia tawarkan. Apdo dan teman-temannya di Team Dark sempat bertanding di OGN sebelum akhirnya mereka harus tereliminasi di Group Stage.

Seperti yang saya katakan di atas, Apdo adalah legenda di League of Legends Korea. Saya menggambarkannya sebagai sesosok prajurit tangguh, memiliki pengetahuan luas, namun kurang bijaksana dan selalu berprilaku nakal–mendatangkan masalah untuk kerajaan. Yep, begitulah Apdo, si brilian nakal yang menjadi pekerjaan rumah besar bagi Riot Korea. Kamu tahu? Dikarenakan jasa elo boosting, akun utama miliknya dijatuhi sanksi berupa ban selama 1000 tahun di tahun 2013, dan baru akan dibuka pada tahun 3013 mendatang.

Ada satu cerita menarik mengapa jasa elo boosting milik Apdo bisa diketahui oleh Riot. Konon katanya, dulu ada seorang gadis yang sangat menyukai Apdo. Namun, saat itu Apdo mempunyai kekasih dan ia berkali-kali menolak di setiap kali sang gadis mengajaknya keluar. Tidak terima dengan perlakuan Apdo yang selalu menolaknya, sang gadis pun membongkarkan bisnis elo boosting Apdo ke Riot. So, that’s why ia bisa terkena ban selama 1000 tahun dan tambahan ban 2 tahun di panggung kompetitif.

Saat berkunjung ke Tiongkok pada tahun 2014 silam, Apdo mencapai peringkat pertama ranked di server Ionia melalui salah satu akunnya yang bernama Dopa 丶 YY90888. Rekornya di waktu itu adalah 197 menang dan 63 kalah, plus ditambah winrate mengejutkan sebesar 75 persen.

Apdo sering dibandingkan dengan Faker. Komunitas percaya bila ia mempunyai kemampuan bermain yang setara dengan pemain midlaner dari tim juara Worlds. Akan tetapi, dalam sebuah pernyataan, Apdo mengatakan ia tidak lebih baik dari Faker, dan mereka berdua mempunyai cara bermain yang berbeda. Kabar lain juga mengatakan, Apdo mempunyai winrate sebesar lebih dari 80 persen di akun-akun kecil miliknya, ditambah win streak sebanyak lebih dari 30 game di akun barunya. Dan apabila kamu bertanya, apa champion yang paling sering ia mainkan, jawabannya adalah Kassadin, Ryze, dan Twisted Fate.

Segitu dulu untuk Apdo, next time kita akan kembali membahasnya.

Foto Apdo diambil dari YouTube.

 

Hi, I'm Edel, Founder and Editor of HASAGI. Nice to meet you!

Facebook Twitter 

Leave a Reply


comments