Serba Serbi: Evelynn

Serba Serbi: Evelynn
evelynn-rework-art-league-of-legends-1922
Showcase Riot Games

Hei-hei siapa yang sudah tidak sabar menunggu Evelynn? Pasti sebagian dari kamu sudah sangat menantikan Evelynn yang baru di-rework ini kan? Buat kamu yang sudah kebelet banget ingin segera memainkan Evelynn di dalam game, berbahagialah karena sekarang kita sudah bisa menyaksikan sang Agony’s Embrace meneror Summoner’s Rift.

Yeps, karena pada patch 7.20 ini, kita sekarang bisa langsung memainkan Evelynn dengan perubahan-ya yang luar biasa besar. Baik dari abilities-nya yang semakin menakutkan, tampilan karakternya yang luar biasa aduhai cantik dan seksi, serta ada beberapa lore yang diperbaharui dan diperjelas kembali.

Yah mengingat Evelynn baru sudah datang, alangkah lebih baiknya kita cari tahu yuk seperti apa kisah champion berparas cantik dan sensual ini.

Sang Iblis Cantik nan Mematikan Dari Runeterra

intro-hr-top

Di dalam kegelapan Runeterra, sang iblis Evelynn mencari korban selanjutnya. Dia menjebak korbannya dengan sosok wanita seksi, setelah si korban terpesona olehnya, wujud asli Evelynn kemudian muncul. Bagi Evelynn, hubungan tersebut hanya kenikmatan semata. Bagi seisi Runeterra, itu adalah kisah hawa nafsu yang mengerikan dan sebuah pengingat akan akibat dari keinginan nakal.

Evelynn bukan seorang pemburu hebat dari awal. Dimulai pada zaman dahulu kala, dia adalah sebuah makhluk kuno, tanpa bentuk, dan hampir tidak memiliki kehidupan sama sekali. Bola bayangan ini baru saja bangkit, kaku dan tak bereaksi oleh apa pun selama berabad-abad. Mungkin akan selalu begitu, jika tidak bukan karena sebuah konflik Rune Wars mungkin era penderitaan massal terbesar ke dunia saat ini tidak akan pernah terjadi.

Orang-orang di seluruh penjuru Runeterra mulai merasakan penderitaan, rasa sakit, dan kehilangan yang disebabkan oleh si iblis bayangan ini. Kekosongan yang dirasakan-nya selama ini diganti oleh getaran kuat dunia yang tersiksa. Makhluk tersebut selalu gemetaran karena bersemangat akan esensi merenggut nyawa manusia.

Evelynn sudah hidup pada era Rune Wars tapi dia masih belum sempurna pada saat itu


carmen-carballo-wandakun-eve

Saat Rune Wars semakin meluas, siksa dunia terus meningkat hingga si bayangan merasa seolah akan meletus. Dia meminum semua rasa sakit dari Runeterra, yang dia rasakan sebagai kenikmatan tiada tara. Sensasi itu dinikmati oleh makhluk tersebut, dan seiring waktu, dia berubah menjadi sesuatu yang berbeda. Dia menjadi iblis, parasit spiritual yang kelaparan memakan emosi manusia yang paling mendasar.

Ya, si bayangan yang telah hidup pada era Rune Wars kini telah berubah menjadi sosok iblis yang mengandalkan kecantikan-nya sebagai senjata yang mematikan, dan dia kini menamai dirinya dengan Evelynn.

Setelah perang tersebut akhirnya berakhir, penderitaan semua makhluk hidup pun kini telah selesai dan itu juga menyebabkan sang iblis menjadi putus asa karena dia tidak bisa bersenang-senang kembali di atas ketakutan semua orang. Karena kenikmatan yang dirasakannya berasal dari penderitaan makhluk lain. Tanpa rasa sakit mereka, dia merasa hampa, seperti yang dia rasakan di awal kehidupannya.

Jika dunia tidak menyediakan keinginan sang iblis, dia akan membuatnya sendiri. Dia harus menyakiti makhluk lain agar bisa merasakan kenikmatan itu lagi. Pada akhirnya dia mulai menyebar teror.

Awal pemburuan Evelynn, dia hanya bisa menyentuh manusia jika memperlihatkan wujud aslinya


Evelynn-Rework-by-Steve-Zheng-HD-Wallpaper-Background-Fan-Art-Artwork-League-of-Legends-lol
Art by: Steve Z

Pada awalnya, dia sangat kesulitan menangkap korbannya. Padahal dia dapat bergerak tanpa terlihat dalam bentuk bayangan, dia juga bisa menggoda manusia dengan kecantikan yang dia miliki – tapi untuk menyentuh manusia, dia harus berubah menjadi sesuatu yang nyata. Dia beberapa kali mencoba mengubah daging bayangannya menjadi bentuk fisik, tapi semua hasilnya selalu lebih seram dari sebelumnya, membuat korbannya lari ketakutan. Dan tentunya semua pemburuan dia gagal pada saat itu.

Sang iblis menyadari, dia harus berubah bentuk menjadi sesuatu yang menarik bagi manusia,
sesuatu yang mampu membuat mereka mendekati cakarnya, tapi dapat memberikan kenikmatan dari nafsunya sendiri, agar rasa sakit itu terasa lebih nikmat.

Dari kegelapan, dia mulai mempelajari sasarannya. Dia berubah bentuk menyesuaikan keinginan korbannya, belajar berkata yang ingin didengar korbannya, dan berjalan dengan cara yang korbannya sukai.

Hanya dalam waktu beberapa minggu, sang iblis berhasil menyempurnakan bentuk fisiknya, memancing banyak korban untuk disiksa sampai mati oleh tangannya sendiri. Meski dia menikmati rasa sakit semua korbannya, semua itu tetap saja belum cukup. Hasrat manusia terlalu kecil dan habis terlalu cepat. Rasa sakit manusia hanya memberi kenikmatan sesaat bagi sang iblis, tapi cukup untuk mengisi kebutuhannya hingga perburuan berikutnya.

Dia rindu dunia kembali kacau balau seperti pada Rune Wars dulu, agar dia bisa kembali merasakan kenikmatan tiada tara itu lagi.

THE TALLEST DAISY

intro-hr-top

Evelynn mengendap-ngendap ke jalanan yang ramai, tubuh bayangannya tersamar dengan sempurna di kegelapan malam. Matanya menyala, tapi hanya orang dengan penglihatan tajam yang akan menyadarinya. Orang-orang mabuk, pelaut, dan pelacur berbincang di jalanan, tidak menyadari sedang diawasi iblis dari kegelapan. Tapi sang iblis melihat mereka semua dengan jelas, dan menilai mereka dengan teliti.

Evelynn menatap seorang pria yang berbaring di selokan, sebotol anggur bit menggantung di tangannya. Biasanya, sang iblis akan mengabaikan seseorang dengan kondisi seperti itu. Tapi dia belum makan selama berhari-hari, dan dia sangat membutuhkan makan hingga mempertimbangkan pria itu, meskipun hanya sesaat. Pastinya akan mudah sekali. Dia hanya perlu memancingnya menjauhi terangnya lampu jalan lalu memasuki banyak gang gelap yang tersedia.

Pemikiran itu hilang saat melihat seekor kecoa merayap di wajah pria mabuk tersebut.

Pria ini terlalu mabuk hingga tidak bisa merasakan sesuatu. Gairahnya akan samar dan bisu, tanpa melihat ketertarikan mendesak yang sang iblis sukai sebelum melancarkan serangannya. Dia mungkin perlu menguliti seluruh tangan sebelum pria itu akhirnya berteriak.

Dan itulah masalahnya. Setelah memakan korban yang tidak terhitung jumlahnya, Evelynn mempelajari semua seleranya: Dia lebih suka, tidak, membutuhkan korbannya untuk merasakan setiap potongan daging yang dia koyak dengan cakarnya. Pria dalam kondisi ini akan terasa kosong dan tidak memuaskan, hanya buang-buang waktu saja.

Dia meninggalkan si pria mabuk lalu kembali ke jalan umum berlumpur itu, melewati jendela kedai bermandikan cahaya lilin. Terlihat seorang wanita gemuk membuka pintunya dan memakan kaki kalkun yang sudah dimakan separuhnya. Untuk sesaat, Evelynn mempertimbangkan wanita itu, membayangkan dia terbujuk rayuannya, dilanjutkan siksaan tiada tara darinya.

Sang iblis melihat wanita itu menghabiskan sisa daging kalkunnya, tanpa merasakannya. Ada sesuatu di dalam diri wanita itu, sebuah kesedihan yang akan menodai kenikmatan sang iblis.

Evelynn lebih memilih memberikan rasa sakit itu sendiri.

Sang iblis pergi, melayang melewati kegelapan kota, melewati dua pemabuk, seorang pengemis yang meminta sedekah, dan lewat di antara pasangan yang sedang bertengkar. Evelynn menganggap mereka semua tidak menarik. Menyakiti mereka sama saja seperti mencabut bunga yang sudah layu. Dia memilih bunga yang tinggi dan sehat, karena itu yang terasa paling memuaskan saat dicabut.

Kemudian dia berpikir. Mungkin memilih jalanan kotor ini sebagai lahan perburuannya memang sebuah kesalahan. Mungkin, kapan saja kenikmatan dari korban sebelumnya dapat habis, lalu hanya menyisakan kekosongan di dalam dirinya, kekosongan di tempat perasaan seharusnya berada.

Kemudian, dia melihat pria itu…

Pria terhormat itu terlihat bercahaya saat keluar dari salah satu pub mewah. Dia terlihat rapi tanpa terlihat mewah, dan dia bergumam riang saat melewati jalanan dengan buket bunga di genggaman tangannya.

Dua cambuk di punggung Evelynn menggeliat kegirangan. Bahkan dari jauh, Evelynn merasakan pria itu sangat memuaskan. Dia bergegas mendekatinya, berusaha sebisa mungkin tidak kehilangan jejak korbannya atau menakuti pria itu dengan keberadaannya.

Pria itu berjalan hampir setengah jam sebelum memasuki jalan setapak panjang menuju rumah besar yang mewah. Di ujung jalan, pria itu melewati pintu dari kayu ek besar memasuki rumahnya. Evelynn menatap tajam ke jendela rumah pria itu saat satu per satu jendelanya diberikan cahaya lilin. Wanita ramping mengenakan baju tidur berleher tinggi masuk dan menyapa pria itu dengan pelukan hangat. Dia sedikit kaget dengan bunga yang dibawa pria itu, lalu memasukannya ke dalam vas bersih, tepat di sebelah buket bunga yang lama.

Ketertarikan sang iblis semakin meningkat.

Sesaat kemudian, dua anak kecil yang tidak memakai popok memasuki kamar tersebut dan memeluk kaki pria itu, senyuman lebar mereka berkilauan dengan gigi-gigi kecil. Meski keadaan itu terlihat seperti kebahagiaan rumah tangga yang terbaik, Evelynn tahu dia akan menemukan keinginannya jika melihat sedikit lebih lama lagi.

Dia menunggu dengan sabar, melihat lilin-lilinnya padam satu per satu, hingga hanya lilin di ruang tamu yang tersisa. Pria itu sendirian duduk di kursi, membaca dan bersiap menyalakan rokoknya. Evelynn keluar dari kegelapan, tubuh bayangannya berubah menjadi daging yang hangat.  Cambuk ibllisnya menghilang di punggungnya, menjadi bentuk wanita, dengan lekukan tubuh yang terlalu indah untuk diabaikan.

Pinggulnya bergoyang perlahan saat dia berjalan melewati halaman menuju jendela itu. Tangannya hampir menjangkau kaca jendela saat dia melihat pria itu bergegas bangun dari kursinya saat melihat Evelynn, hingga rokoknya hampir jatuh dari bibirnya. Evelynn memberi isyarat dengan satu jarinya, mengajak pria itu bergabung bersamanya di luar.

Pria itu menuju pintu depan lalu membukanya secara perlahan, penasaran dengan kecantikan aneh yang berada di luar jendelanya. Dia mendekati Evelynn di halamannya dengan sedikit kegelisahan, dan antisipasi besar.

“Kau… siapa?” dia bertanya dengan sedikit malu-malu.

“Aku bisa jadi apa pun yang kau inginkan” kata sang iblis.

Saat pandangan mereka bertemu, Evelynn masuk ke dalamnya jiwa pria itu dan menemukan yang dia cari, luka kecil dari ketidakpuasan yang membusuk bahkan di dalam diri orang yang paling bahagia. 

Itu dia, pikir Evelynn. Semua keinginan yang tidak dimilikinya.

“Keluargaku…” pria itu berkata, tanpa sempat menyelesaikannya.

Sang iblis mendekat.

“Ssst. Tenang saja” dia berbisik di telinga pria itu. “Aku tahu yang kau inginkan, dan rasa bersalah yang kau rasakan karena menginginkannya. Luapkan saja semuanya.”

Evelynn mundur dan melihat pria itu terpesona padanya.

“Boleh aku… memilikimu?” dia bertanya, malu dengan kekurangajarannya, tapi ditutupi oleh keinginan aneh untuk membawanya pergi dari halamannya.

“Tentu saja, Sayang. Untuk itulah aku di sini” kata sang iblis.

Evelynn

Pria itu menyentuh wajah Evelynn dengan ujung jarinya, lalu mengelus pipinya.  Evelynn menggenggam erat tangan pria itu ke tubuh dan kulit lembutnya, kemudian tertawa kecil. Pria manis, lembut dan bahagia ini akan menjadi miliknya malam ini. Dia dapat memberikan rasa sakit yang kuat, dan Evelynn akan mengambil semuanya.

Dari belakang mereka, suara tapak kaki bersandal terdengar dari dalam pintu masuk rumah itu.

“Ada masalah, Sayang?” tanya istri pria itu.

“Tidak ada apa-apa, Sayang” sang iblis menjawab untuk pria yang terpesona hingga tidak mampu bicara sama sekali.

Keadaan dan perkembangan situasinya jadi semakin menarik. Ada bunga Aster yang sedang mekar dan siap dicabuti, dan satu lagi bersiap untuk mekar.

Trivia Evelynn


  • Evelynn adalah satu dari lima champion yang memiliki tingkat kesulitan 10 pada skala lama, yang lainnya adalah Anivia, Cassiopeia, Rumble, dan Yasuo.
  • Referensi tari Evelynn adalah dari dari film Flashdance.
  • Artis yang mengisi suara Evelynn sama aja dengan pengisi suara dari Syndra, tapi artis tersebut tidak ingin mempublikasikan namanya.
  • Namanya berasal dari Norman French – Aveline, istilah kecil dari Ava Jerman, kemungkinan berasal dari bahasa Proto-Jerman: afalan “kekuatan”, pulau agwji “, “ahwō “stream”, atau awōn yang memiliki arti “nenek”. 
  • Tanda seru yang muncul saat Evelynn terlihat referensi dari Metal Gear Solid. The stealth rework itu sendiri juga terinspirasi dari Metal Gear. 
  • Namanya saat ini, “Evelynn Agony’s Embrace”, merupakan nama dari dirinya sebelum diluncurkan kembali. Ultimate-nya juga dulu diberi nama Widowmaker. Namun, kini namanya pun berubah menjadi Last Caress.

Galery Evelynn Rework


evelynn-rework-bust

evelynn-exploration
Desain skill-set
evelynn___redesign_by_goldentigers-da05xpw
Desain awal
skin_evelynn_reinadelassombras_by_cmorilla-d86pfat

Menjaga keseimbangan dunia dan berburu Rune.

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply


comments