Serba Serbi: Jinx

Serba Serbi: Jinx
League-of-Legends-Jinx-14

“Bahan peledak yang menghasilkan asap adalah teman terbaikku, caw caw pow pow pow! Mari kita berpesta!”

Siapa yang tidak kenal dengan Jinx si wanita gila dari Zaun, dia adalah sang pembuat onar dan selalu membuat masalah di Piltover. Sangat senang akan kekacauan, susah ditebak, cerdik dan sangat licik. Nah dan untuk artikel serba serbi kali ini kita akan membahas seputar Jinx mulai dari kisahnya dan juga sampai konsep pembuatan senjata Jinx.

Bagaimana apa kalian penasaran? Okey tak perlu waktu banyak langsung saja kita ke topik utama.


Latar belakang Jinx

JinX-League-of-Legends-Facebook-Cover-Photos-8

Seorang maniak dan impulsif kriminal yang berasal dari kota Zaun, Jinx hidup untuk melampiaskan malapetaka tanpa rasa peduli atas konsekuensinya. Dengan memiliki banyak senjata mematikan, dia selalu meninggalkan sebuah ledakan keras untuk menghasilkan sebuah kekacauan dan juga kepanikan di setiap aksinya. Jinx sangat membenci rasa bosan, oleh karena itulah dia ingin membuat tempat yang dia kunjungi tidak membosankan dengan kekacauan yang dia buat.

Tidak ada orang yang tahu pasti dari mana Jinx berasal, tapi banyak cerita serta kabar yang menceritakan tentangnya. Ada beberapa yang bilang bahwa dia adalah seorang anak anggota sebuah geng yang bergaul dengan sisi yang salah dan entah trauma terhadap terlalu banyak pembunuhan yang terjadi atau bahkan hanya didorong oleh keinginannya yang gila.


Jinx adalah sosok wanita manis dan banyak ide kreatif di masa lalunya

aa

Di masa lalunya Jinx adalah wanita yang riang gembira mempunyai rasa semangat yang tinggi setiap hari, selalu membuat karya seni yang luar biasa indah seperti lukisan-lukisan lucu di jalanan kota Zaun

Sejumlah orang tua di Zaun ingat akan sosok yang sangat cocok dengan tingkah dan perilaku Jinx di masa lalu, tapi sosok yang mereka bicarakan begitu jauh berbeda dengan apa yang mereka lihat sekarang. Wanita itu dulunya adalah anak yang manis dan tidak bersalah tentunya, dia memiliki banyak ide kreatif, dan tidak sekalipun terpikir akan menjadi seperti Jinx sekarang ini.


Jinx berubah menjadi sebuah roh kehancuran

b57df3bd63b2b96d8f1f2758b93dee0f

Ada juga yang mengatakan bahwa Jinx bukanlah manusia, dia adalah sesosok roh kehancuran, menyebarkan malapetaka pada ribuan orang di Piltover demi membalas dendam atas meninggalnya banyak orang Zaun.

Jinx menampakkan dirinya di depan orang banyak pada Roguery Night, sebuah tradisi perayaan di mana anak laki-laki dan juga wanita di sana saling bertukar candaan bersama keluarga dan tetangga mereka. Jinx kemudian muncul dengan melakukan banyak sabotase; jembatan ditutup oleh sekelompok binatang dari kebun binatang Count Mei yang dilepaskan oleh Jinx, lalu jalanan yang ditutup karena banyak ledakan-ledakan sehingga tidak bisa dilewati, serta tanda papan jalan yang menandakan seolah bahwa kota ini telah dipindahkan ke tempat yang baru. Jinx pada saat itu telah berhasil menyebarkan ketakutan dan kekacauan ke seluruh pelosok dan membawa kota ke dalam kepanikan.


Beberapa ciri khas si wanita gila

league_of_legends___get_jinxed__by_nosso_coden-d6q0r53

Dia adalah wanita Zaun dengan rambut biru, membawa sebuah bahan peledak Chemtech, serta meriam besar bermulutkan hiu dan senjata berbahaya Machine Gun yang seolah sulit dipercaya kebenarannya. Jika dipikirkan, bagaimana mungkin seorang anak jalanan Zaun bisa memiliki banyak senjata mematikan seperti itu?

Jinx selalu menandai aksinya dengan meninggalkan grafiti yang terlukis di dinding yang ditujukan pada pihak penjaga keamanan di Piltover, Enforcer Vi.

Memberikan ledakan dengan asap warna-warni membuat kehancuran tanpa jelas tujuannya, lalu menandai lokasi yang telah dia hancurkan dengan grafiti memang sudah menjadi ciri khas tersendiri bagi Jinx.


Jinx sangat cerdik dan susah ditebak maksud dari tujuannya

maxresdefault

Jinx, meskipun terkenal dengan semua aksinya yang sangat sembrono, memiliki rencana lain dan hal itu sudah berjalan selama beberapa hari. Dia telah menyembunyikan dirinya sendiri di dalam sebuah peti koin yang telah dimodifikasi di Toll Towers yang terletak di Sun Gates dan ikut dikirimkan bersama barang-barang lainnya sejak dua hari lalu. Jinx sudah ada di dalamnya, dan bahkan telah menghasilkan kekacauan, serta tidak lupa dengan grafiti yang tersebar di mana-mana, dari mulai dinding hingga lampu di atap gedung. Tak lupa juga bahan peledak di setiap peti uang lainnya.

Mendengar apa yang ada di dalam, Vi akhirnya menyadari hal yang tengah terjadi. Dia memaksa masuk ke dalam, mengabaikan perintah Caitlyn untuk tetap bersama sebagai tim. Perdebatan mereka akhirnya memunculkan ledakan yang telah terjadi tanpa mereka kira. Jinx dan Vi akhirnya bertemu satu sama lain di salah satu brankas teraman yang ada di sana.

Tidak ada yang tahu apa yang pernah terjadi di antara mereka, mengingat Vi sudah lama sekali mengincar Jinx sejak waktu yang lama. Dengan keduanya terjebak di dalam ruangan yang sama, Jinx menembakkan roketnya ke arah dinding brankas besar tempatnya berada, dan menghancurkan strukturnya menjadi rata dengan tanah. Para penjaga lainnya berhasil keluar sebelum semuanya hancur, tapi Vi masih terjebak di dalam sana.

Vi berhasil selamat karena bersembunyi di sebuah kotak tempat Jinx sebelumnya berhasil menyusup, sehingga dia terbebas dari kematian. Vi masih mencari-cari di sekitar, berharap Jinx tergeletak mati di suatu tempat. Tapi tidak ada jejak apa-apa yang ditinggalkan oleh wanita berambut biru itu. Bahkan, setelah beberapa saat, terungkap bahwa tidak ada satu koin emas pun yang hilang dari sana.


Jinx dan VI adalah Rival Abadi

0Eh9Lo3

Jinx masih menjadi sosok yang terkenal hingga hari ini, dan masih menjadi musuh tersendiri untuk Piltover. Aksinya ini telah mengundang banyak sekali geng dari Zaun yang berulah, memperkeruh perselisihan antar kedua kota. Tujuan akhirnya (atau mengapa dia berseteru dengan Vi) masih merupakan sebuah misteri, tapi satu hal yang pasti; kejahatannya masih akan terus berlanjut dan terus membesar perlahan.

Dan semua kisahnya selalu disertai dengan kehadiran VI, nampaknya mereka punya cerita masa lalu yang unik tapi masih jadi misteri tentang perselisihan nya ini.

Coba lihat gambar di bawah ini dengan baik, ternyata background dari kedua flashart tersebut sama, VI dengan background kota Piltover yang masih indah sedangkan Jinx background kota Piltover yang sudah hancur olehnya.

vi

 


Beberapa quotes ledekan Jinx kepada VI 

  • “You’re gonna chase me, fat hands?” (Kau akan mengejar saya, tangan gemuk?)
  • “Vi? Stands for stupid!” (Vi? Singkatan untuk bodoh!)
  • “I’m over here, fat hands!” (Aku di sini, tangan gemuk!)

Tujuan pembuatan Jinx terinsfirasi oleh Harley quinn

10817861_210307176016445_512682927_n

“Dari sketsa pertama kita sudah tahu bahwa Jinx akan memiliki karakter yang begitu liar dan sulit ditebak. kami sadar bahwa kami harus mampu menangkap emosi dan ke peribadian yang begitu ekstrim untuk menciptakan champion ini. Aku memiliki bayangan sesosok gadis dengan keperibadian sangat gila dan sulit ditaklukan. aku harus mampu menyampaikan sifatnya yang tak terduga dalam bentuk konsep seni” ~ Katie De Sousa (artist konsep Jinx)

“Wanita gila, warna biru merah ditambah grafiti champ-punk Harley quinn dalam seri Batman, kami ingin membuat karakter seperti itu ada di dalam League of Legends” ~ Rioter


Konsep senjata Jinx

jinx_04

Kita tahu dari awal bahwa Jink akan memiliki sejumlah senjata. senjatanya harus disesuaikan dengan dirinya yang tak terduga, aneh dan mematikan.

Riot ingin mendorong keperibadian Jinx yang meledak-ledak melalui gameplaynya dengan memberikan kemampuan untuk berganti antara senapan, peledak, taser, dan tentu saja the Super Mega Death Rocket, semuanya dalam sekejap.

Fishbones dan Mr. Pow-pow menjadi bagian keperibadian Jinx bersama dengan senyum kecut dan rasa jijiknya terhadap aturan hukum.


Konsep pose Jinx di dalam Game

jinx_05

Get Jinxed movie music

“Diam di tempat aku akan menembakmu”

Mimpi Jinx hidup dalam ledakan berantai yang dipenuhi dengan bomb dan peluru, serta pandangannya akan kesenangan yang unik. Terkagum-kagumlah dalam kekacauan dalam MV Jinx yang satu ini.

Saya adalah presiden dari World Economic Journal dan merupakan salah satu penguasa dunia bawah, dan sering mengisi waktu luang dengan bermain League of Legends. Panggil saya "Big News" Morgans!

 

Leave a Reply


comments