Serba-Serbi Mount Targon: Puncak Tertinggi Runeterra

Serba-Serbi Mount Targon: Puncak Tertinggi Runeterra
hsg

Jika di dunia nyata ada Everest sebagai gunung tertinggi di dunia, maka di Runeterra ada Mount Targon sebagai puncak paling tinggi di dunia para champion League of Legends. Di puncaknya terdapat adalah sebuah pijakan batu yang lebih panas dari api matahari, dan lebih dingin dari segala kutub di dunia ini.

Terletak jauh dari peradaban makhluk hidup, Mount Targon menyimpan segala hal yang tak masuk akal bagi kebanyakan orang. Banyak cerita legenda dan juga tempat mistis lainnya, dan disebut sebagai sebuah jembatan para pemimpi, orang yang berkhayal terlalu tinggi, serta mereka yang suka berpetualang.

Pada pembahasan Serba-Serbi kali ini, Hasagi akan mengulas 1001 kisah misterius yang ada di gunung tempat para Aspect bereinkarnasi.

Apa Itu Mount Targon?


Mount_Targon_Four_Seasons

Merupakan sebuah wilayah pegunungan dan hanya dihuni oleh sedikit manusia di bagian barat Shurima. Mount Targon memiliki puncak yang tertinggi di Runeterra, gunung ini mustahil untuk didaki kecuali par peziarah yang memiliki tekad kuat untuk bisa mencapai puncak. Mereka yang berhasil mendaki akan kembali dengan kehampaan, ketakutan, atau bahkan tidak dikenali sama sekali.

Puncak tertinggi dari Mount Targon merupakan sebuah lokasi yang sering dijadikan sebagai perjalanan suci. Bebatuannya terlihat seperti ditarik dan memanjang. banyak yang berkata bahwa gunung tersebut ditarik ke atas oleh kekuatan misterius yang berada di luar nalar manusia.

Beberapa orang pemberani pernah mencoba untuk memanjat gunung itu, mungkin mencari kebenaran dan pencerahan dalam hidup mereka, atau mungkin mengejar kejayaan hingga hanya sekadar membuktikan mitos.

Mereka yang berhasil mencapai puncak tak pernah berkata apa-apa tentang hal yang mereka lihat di atas sana. Ada yang kembali dengan perasaan hampa, tatapan mata yang kosong, dan ada pula yang diberkati oleh The Aspect dan memiliki kehidupan yang berbeda setelahnya.

  • Governance: Teokrasi Kesukuan
  • Sikap terhadap sihir: Aspire
  • Tingkat teknologi: Rendah
  • Lingkungan umum: Pegunungan yang kejam

Penghuni Mount Targon


Penghuni di Mount Targon terbagi menjadi tiga golongan utama. Mereka adalah kaum Rakkor, Solari, dan juga Lunari.

Kaum Rakkor

Mount_Targon_The_Rakkor

Rakkor memiliki arti “Suku Matahari Terakhir”. Mereka memuja kekuatan cahaya matahari di atas segalanya.

Meskipun seluruh kaum Rakkor memuja matahari, mereka yang mengabdikan hidupnya pada kepercayaan tersebut dikenal sebagai kaum Solari. Sebaliknya, mereka yang dikenal sebagai kaum Lunari secara diam-diam memuja cahaya bulan.

Mereka merahasiakan kepercayaannya dari kaum Solari, yang memiliki jumlah lebih banyak, dan menganggap mereka (kaum Lunari) sebagai kaum sesat yang berbahaya.

The Warriors

targon_rakkor_02

Pendeta Rakkor mengajari pengikutnya bahwa ketika matahari hancur, maka segalanya akan masuk ke dalam kegelapan. Untuk itu mereka mempersiapkan para pejuang untuk siap melawan siapa pun yang ingin memadamkan cahaya.

Bagi kaum Rakkor, pertarungan adalah sebuah pengabdian, semacam sesajen untuk menjaga cahaya matahari tetap menyala.

Kaum Solari

targon_solari_01

Merupakan kelompok religius yang paling dominan di Mount Targon. Kaum Solari meyakini matahari sebagai sumber segala kehidupan. Sumber cahaya yang lain adalah kepalsuan dan menjadi ancaman bagi kaumnya.

Di lereng Mount Targon, terdapat Kuil Solari, di mana para murid mendapatkan ajaran dari kepercayaan mereka. Para pendeta pejuang mereka, Ra’Horak, berlatih selama bertahun-tahun dalam lingkungan terberat agar bisa mempertahankan wilayah mereka dari pasukan penjajah dan mengeksekusi ajaran sesat dengan keadilan agung.

Ra’Horak

targon_solari_02

Ra’Horak merupakan pejuang elite kaum Solari. Mereka berlatih selama bertahun-tahun dalam kondisi paling sulit. Konon katanya, mereka diberkati dengan kekuatan fisik dan juga kekuatan matahari. Mereka dilatih agar tak terlalu rentan dengan hawa dingin.

Zennith Aray

targon_solari_03

Merupakan seorang ahli astronomi yang terus melacak jalur bintang, planet, nebula, dan juga komet. Hal ini dilakukan dengan harapan mereka bisa melihat kehendak The Aspect.

Golden Astrolabe

targon_solari_05

Pendeta Solari mengawasi pergerakan surga, menggunakan Astrolabe untuk mengukur pergerakan makhluk surga yang konon untuk memprediksi kejadian di masa depan.

Solari’s Weapons

targon_solari_06

Desain senjata ini dipenuhi dengan ornamen dan dihias sedemikian rupa untuk mencerminkan cahaya agung matahari. Biasanya sering diperlihatkan di bagian luar armor.

Kaum Lunari

targon_lunari_01

Sebuah sekte kuno bawah tanah, Kaum Lunari memuja cahaya suci dan bulan perak. Mereka menjalani kepercayaannya secara rahasia, bersembunyi dari Kaum Solari yang ingin mengusir Lunari dari Mount Targon selama-lamanya.

Konon kabarnya, di zaman dahulu kedua kelompok itu hidup berdampingan dengan damai dan memuja banyak makhluk agung sebagai satu kaum.

Priestess of the Moon

targon_lunari_02

Kaum Lunari mengawasi pergerakan makhluk agung untuk melihat masa depan. Beberapa pendeta mengenakan kalung Moonglass dan meyakini bahwa pantulannya dapat memperlihatkan kebenaran yang lebih besar.

Blinding Light

targon_lunari_03

Beberapa peramal Lunari menutup matanya di siang hari. Hal ini dilakukan untuk melatih matanya melihat dalam kegelapan, karena hanya di bawah cahaya murni bulan saja kebenaran akan terungkap.

Lunari’s Weapon

targon_lunari_05

Desain senjata Kaum Lunari dibuat dengan elegan, sederhana, dan mudah disembunyikan. Senjata ini ditempa menggunakan batu Orb yang menyala.

Kehidupan di Mount Targon


  • The Pilgrim’s Life


targon_tools_01

Dengan migrasi hariannya melalui tebing curam, suku Mount Targon membawa barang sesedikit mungkin. Peralatan berat disimpan di tempat bernaung di sekitar gunung, dan diperbaiki atau dibuat ulang ketika dibutuhkan. Sistem tali membantu mereka membawa barang-barang untuk menaiki dan menuruni tebing.

  • Climbing Gear


targon_tools_02

Anak-anak muda Rakkor terlatih untuk menggunakan pengait dan juga beliung (semacam Pick Axe), sebuah alat terpenting untuk bertahan hidup di gunung.

  • Religious Item


targon_tools_03

Dupa harum dan mangkuk batu yang diukir diisi dengan debu meteor digunakan dalam ritual keagamaan.

Arsitektur Mount Targon: Diukir dari Batu


  • CAVERNS OF STONE


targon_architecture_01

Jalur yang melingkari gunung dipahat ke dalam batu, menciptakan naungan yang melindungi kaum Rakkor.

  • CARVED INTO THE MOUNTAIN


targon_architecture_02

Kaum Rakkor mengukir pasar, rumah, jembatan, dan ruang upacara mengunakan bentuk gunung itu sendiri. Pola melingkar di bebatuan langit-langit menjadi pengingat akan makhluk agung yang menciptakan tempat itu. Banyak keluarga membuat simbol di batu, di samping rumahnya untuk menandai kejadian penting, dan untuk mengusut kisah sejarah mereka selama beberapa generasi.

  • LIFE ON THE EDGE


targon_architecture_03

Menggunakan bentuk alami bebatuan, Rakkor mengukir jalur batu dan tangga di bagian bawah gunung. Kain tebal bergantungan dengan tali dari serat yang ditenun menyediakan tempat bernaung dari angin dan salju.

  • JALUR DAN GOA


targon_architecture_04

Di beberapa celah sekitar gunung, kaum Rakkor mengukir jalur menuju goa yang menyerupai labirin dan terowongan di dalam bebatuan. Di sana, mereka bernaung dari badai berbahaya dan kondisi yang mustahil.

  • ANCIENT THRESHOLDS


targon_architecture_05


Gerbang kuno dari logam berkilauan menandai setiap akhir wilayah yang bisa ditinggali. Kaum Rakkor merayakan setiap saat mereka melalui perbatasan tersebut dan melanjutkan perjalanan mereka di bawah cahaya terang matahari.

  • TEMPLE OF THE SOLSTICE


targon_architecture_06

Pintu masuk menuju Solari Temple di lembah bagian timur pegunungan diukir dari batuan marmer beralur emas. Jendela dipahat mengarah ke dalam kuil dengan ketepatan tinggi, agar cahaya matahari dapat membanjiri ruang dalam saat terjadi gerhana matahari dan titik balik matahari.

Penulis dan pendeta terkadang menghabiskan musim dinginnya berlindung di kehangatan kuil, sambil menjalankan ritual suci untuk memanggil kekuatan matahari dan melihat pergerakan bintang. Di masa kemakmuran, pendeta Solari sering bermeditasi di bagian luar selama berminggu-minggu tanpa makan atau minum, hanya bertahan dengan kekuatan matahari, sumber segala kehidupan.

  • SOLARI PRAYER SHRINE


targon_architecture_07


Di ruang suci, para kandidat ingin bergabung dengan Ra’Horak, templar kaum Solari. Jika kandidat terbukti pantas, mereka akan dimasukkan dalam kelompok pejuang elite. Kuil ini dibuat untuk menunjukkan kejadian suci besar, yang terlihat dari jendelanya yang dibuat dengan hati-hati.

  • FAREWELL CEREMONY


targon_architecture_08


Batuan metalik jatuh dari gunung di zaman dahulu, dan kini digunakan untuk menandai penggambaran antara kemah kaum Rakkor dan kengerian tak dikenal dari gunung. Di upacara kepergian suci, para pendaki memulai pendakiannya dipuja. Hari itu menandai momen di mana takdir jiwa mereka diserahkan pada Targon. Para pendaki itu kemungkinan besarnya tak akan terlihat kembali.

Lingkungan Mount Targon


  •  Perjalanan ke Atas Gunung


targon_ring_01


Mount Targon dapat dibagi menjadi beberapa wilayah berbeda, dibedakan dengan pola di batuan dan penanda cuaca berbahaya, tingkat kesulitan pendakian, dan meningkatnya jumlah kematian. Bagian atas gunung melebar seolah gunung itu hidup, membuatnya sulit memetakan jalan ke puncak.

Setiap pendakian yang dilakukan berbeda, karena gunung itu secara ajaib memanjang–beberapa pendakian dilakukan selama berbulan-bulan sementara lainnya hanya dalam sehari.

  • Empat Musim


targon_ring_02


Kaki gunung memiliki berbagai cuaca, menciptakan iklim di mana kaum Rakkor dapat berburu dan mengumpulkan makanan, beternak, dan bertahan hidup. Di musim semi dan panas, flora dan faunanya tumbuh subur, menjadikan kehidupan sehari-hari bisa tumbuh di lereng curam ini.

  • Migrasi Musiman


targon_ring_03


Tanaman hijau tumbuh subur di tebing curam pegunungan selama musim panas ketika air segar sangat berlimpah, dan penggembala membawa kawanannya untuk merumput di tebing itu. Bagi kaum Rakkor, pola besar di bebatuan itu adalah bukti gunung itu ditempa oleh makhluk suci.

  • Awal Pendakian: Divine Carvings


targon_ascent_01


Tinggal di bayang-bayang struktur besar, Kaum Rakkor meyakini mereka dipanggil oleh kekuatan misterius gunung itu. Banyak yang meyakini pola di bebatuan dahulu adalah peta menuju alam di atas langit.

Lainnya berkata tanda itu adalah peringatan atas suatu perang besar yang akan menghancurkan wilayah mereka dan membuat saudara saling bertarung. Terlepas dari spekulasi tersebut, asal dan tujuan sesungguhnya pola itu masih menjadi misteri.

  • Otherworldly Perils


targon_ascent_02


Sebuah danau, beku seribu tahun lalu, perlahan ditarik ke atas menuju Targon Prime. Tak peduli sehandal apa pun pendakinya, atmosfer tipis dan bahaya yang tak terhingga jumlahnya di gunung itu berarti mencegah hampir semua orang untuk mendaki ke puncaknya. Mayat mereka yang tewas membeku di tempat, terawetkan di udara dingin gunung itu, dan berperan sebagai peringatan bagi mereka yang ingin mendaki.

Banyak pendaki yang bertemu visi agung dan menguji karakter dan keyakinan mereka. Mereka mungkin bertemu bayang-bayang orang kesayangannya di tebing untuk melanjutkan perjalanannya, atau perwujudan rasa takut terdalam mereka. Lainnya bertarung melawan makhluk mengerikan yang membeku di dalam es dengan gigi batu yang tajam. Setiap jalur menuju puncak sangat berbeda, hingga jarak pendakian dapat dilakukan mulai dari satu malam hingga beberapa bulan

  • Ujian, Pendakian Mustahil: Test of the Mountain


targon_impossible_01


Sangat berat bahkan bagi pendaki terhebat, dataran tinggi Mount Targon memiliki angin dingin, badai beku, dan longsor yang sering terjadi. Udara tipisnya menjadikan tarikan napas terasa sulit dan menyakitkan. Mereka yang berhasil selamat menggambarkan malam yang sulit ketika berlindung dari hawa dingin, di mana mereka melihat wujud makhluk tembus pandang yang aneh.

Elemen yang paling berbahaya dari pendakian itu bukanlah iklimnya, tapi caranya menguji setiap karakter para pendaki. Kaum Rakkor menganggap pendakian itu bukan hanya ujian kekuatan dan ketahanan, tapi pada jiwa dan raga, karena para pendaki akan menemui visi yang mengalihkan mereka dari pendakiannya. Beberapa terbukti baik, memandu pendaki yang tersesat pada jalur teraman saat terjadi badai salju, atau membantu mereka yang kelelahan untuk bangkit kembali.

  • Patterns of the Dead


targon_impossible_02


Penjelajah terkadang mendaki secara berkelompok untuk saling membantu dalam pendakiannya. Ketika pendaki menderita luka parah atau kelelahan tanpa bisa bergerak lagi, tak ada pertolongan yang akan datang, karena upaya tersebut sama saja seperti misi bunuh diri. Mayat mereka yang tewas tidak membusuk di ketinggian itu, tapi mereka terlihat seperti menyatu dengan bebatuan, perlahan berubah menjadi pola melingkar di gunung itu.

  • Eternal Winter


targon_impossible_03


Di ketinggian yang lebih tinggi, angin terasa menusuk dan salju yang ada menciptakan musim dingin yang abadi. Tebing-tebing di sana memiliki corak yang terbilang aneh dan membentuk daratan berbahaya bagi penjelajah asing. Tumbuhan dan hewan jarang sekali terlihat di sana karena atmosfer tipis dan juga iklim yang sangat dingin.

  • Puncak Targon: ONCE IN A LIFETIME


targon_peak_01


Di kejadian langka di mana manusia yang dianggap pantas berhasil mendaki puncak Mount Targon, surga terbuka dengan munculnya cahaya aurora yang menyilaukan. Tak banyak yang sempat menyaksikan kilauan mengagumkan di atas awan itu dan di bawah kilauan bintang-bintang, di mana sebuah cahaya turun dari puncaknya, konon makhluk abadi seperti dewa bersemayam di kota emas dan perak.

  • Surga: GLIMPSE OF THE BEYOND


targon_peak_02


Hampir semua yang mampu mendaki puncak Targon dengan selamat tidak melihat apa pun kecuali puncak yang kosong, berbatu, dan terbuka.

Di situasi yang sangat jarang terjadi Aspects akan memilih pahlawan yang pantas bertindak sebagai wadah mereka, konon udara menyala ketika portal terbuka di puncak gunung. Beberapa berkata cahaya samar kota indah dari perak dan emas terlihat di balik tabirnya, dan cahaya agung menyala terang dan halus saat makhluk agung turun dari Targon Prime.

Saya adalah presiden dari World Economic Journal dan merupakan salah satu penguasa dunia bawah, dan sering mengisi waktu luang dengan bermain League of Legends. Panggil saya "Big News" Morgans!

 

Leave a Reply