Serba Serbi: Nasus

Serba Serbi: Nasus
18056021_1320443204718936_1885419627989575900_o

Kekaisaran Shurima dulu pernah menjadi sebuah peradaban yang sangat berkembang, membentang di padang pasir yang luas. Setelah era pertumbuhan dan kemakmuran tersebut, kehancuran ibu kota membuat kerajaan itu hancur berkeping-keping. Selama beribu-ribu tahun lamanya, cerita kejayaan Shurima semakin hilang ditelan waktu dan hanya menjadi mitos serta kepercayaan keturunannya saja.

Sebagian besar penduduk Shurima bersifat nomaden mencari seraup rejeki yang bisa mereka dapatkan. Mereka mendirikan tenda sebagai pos di sekitar oasis yang mereka temukan. Sementara itu, yang lainnya ada yang menjadi tentara bayaran atau sekedar mencari sisa-sisa harta masih tersisa di reruntuhan kuno. Sekarang mereka mulai dikendalikan oleh bisikan dari hati mereka yang paling dalam yang berkata bahwa Shurima akan segera bangkit lagi.

Nasus adalah seorang jenderal yang paling pintar yang pernah dimiliki oleh Shurima, pengabdian-nya terhadap Shurima tidak bisa dipertanyakan lagi. Nasus melambangkan ilmu pengetahuan dan juga kepintaran, berkat kecerdikannya dalam membuat strategi dia mampu membawa Shurima berjaya dan memenangkan setiap pertempuran.

Tapi kini Nasus berada dibayang-bayang ancaman pembunuhan, sebuah pembalasan dendam oleh adik tercinta yang mengharapkan kematian untuknya.


The Curator of the Sands


Nasus_daviechang24_5335777f9c513

Nasus, seorang Ascended Shurima kuno yang berkepalakan serigala, adalah tokoh penting yang dianggap setengah dewa oleh rakyatnya. Dengan kecerdasan yang dia miliki, Nasus adalah jendral dengan pengetahuan serta kebijaksanaan yang membawa Shurima kepada kejayaan selama beribu-ribu tahun lamanya. Setelah kehancuran kerajaannya, dia mulai mengasingkan dirinya, dan pergi menjauh dari statusnya sebagai seorang legenda. Sekarang Shurima bangkit sekali lagi, dia telah kembali, dan kali ini dia memastikan kotanya tidak akan pernah runtuh lagi.

Kecemerlangan Nasus sudah diakui dari usia muda, jauh sebelum dia dipilih dan disejajarkan dengan para Ascended. Dia telah banyak sekali menuntut ilmu di banyak tempat, dia membaca banyak hal, menghafal dan mengkritisi karya terbesar yang pernah ada, semua filsafat serta retorika yang ada dalam perpustakaan the Library of the Sun. Semangat ini sayangnya tidak turun kepada adiknya Renekton, yang cenderung cepat bosan, dan memilih untuk menghabiskan waktunya untuk berkelahi dengan anak sepantarannya. Mereka berdua cukup dekat. Nasus sangat perhatian pada adiknya dan tak ingin dia jatuh terlalu dalam pada masalah yang kerap terjadi. Sampai akhirnya, Nasus dipanggil untuk masuk ke dalam Collegium of the Sun untuk menuntut ilmu.


Aku tidak akan mengirim pasukanku untuk mati


nasusspeedpaint

Mencari ilmu sebanyak mungkin adalah hal yang selalu dilakukan oleh Nasus. Namun hal tersebut tidak mengurangi keahliannya dalam mengatur strategi peperangan yang akhirnya membuatnya dinobatkan sebagai jendral perang termuda yang pernah ada di sejarah Shurima. Tentu saja kemampuan kompeten Nasus ini hanya berlaku dalam bidang perencanaan, dan bukan terjun langsung ke medan perang.

Setiap strategi yang dia susun selalu menjadi legenda. Di dalam peperangan, dia selalu memiliki beberapa langkah di depan semua musuhnya, mampu memprediki pergerakan mereka, reaksi mereka, serta tahu saat yang tepat untuk menyerang atau mundur. Dia juga tipe pemimpin yang paham akan prajurit yang dipimpinnya. Mereka semua diperlakukan dengan baik, dan dibayar dengan cukup, semuanya begitu terorganisir dengan baik. Setiap kematian mereka adalah kesedihan bagi Nasus. Tak pernah sekalipun Nasus mengirim pasukannya maju untuk mati. Dia pun dicintai serta dihormati oleh semua orang, karena jasanya yang sangat besar pada Shurima. Bersama adiknya, Renekton, yang berdiri di garis depan peperangan, mereka berdua menjadi pasangan yang peperangan selalu berpihak pada mereka berdua.


Perang bagiku sangat menjijikan


anubis_nasus_by_dkflfuffy-d4ivto2

Meskipun Nasus tidak pernah kalah, dia sendiri mengakui bahwa dia membenci peperangan, kematian, kehancuran, tangisan, itu semua sangat menyiksa hati Nasus. Namun dia juga mengerti mengapa peperangan itu dilakukan, yang setidaknya demi tujuan negara ini. Tujuannya hanya satu, dengan Shurima yang dipimpin dengan baik, dia yakin kehidupan orang-orang setelahnya akan menjadi lebih cerah.

Selama Nasus beraksi, semua buku, kitab, nasihat, dan sejarah atas budaya musuh yang dia taklukkan diabadikan dalam di dalam perpustakan di kerajaan yang menggunakan namanya. Rasa laparnya akan pengetahuan bukanlah diperuntukkan untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk dibagikan pada seluruh Shurima, untuk membuat dunia menjadi lebih baik lagi.


Terlahirnya dua Ascension


nasus_galactic_by_sikk408-d5zqknv

Setelah bertahun-tahun mengabdikan tugasnya pada Shurima, Nasus dibuat frustasi oleh penyakit yang dideritanya. Beberapa orang berkata bahwa dia tertular wabah penyakit dari Amumu, seorang raja kecil yang terkena kutukan yang sangat mengerikan. Sementara yang lainnya berkata bahwa dirinya juga terkena sihir oleh ketua dari suku Icathian. Apapun itu, dia telah divonis oleh dokter kerajaan bahwa umurnya tidak akan lebih dari seminggu lagi.

Semua warga Shurima bergeming sedih. Bagi Nasus, dia senang karena banyak orang yang begitu menyayanginya. Sang raja sendiri memohon kepada the Priest, mereka yang mampu berkomunikasi dengan dewa, untuk meminta bantuan agar bisa memulihkannya. Sehari setelah hal itu terjadi, the Priest tadi menyatakan bahwa Nasus harus disucikan oleh ritual Ascension.

Renekton, yang saat itu menjadi pemimpin perang bergegas untuk kembali dan menemani kakaknya. Penyakit itu begitu ganas bahkan hingga membuat Nasus lebih kurus dari tengkorak sekalipun. Dagingnya sudah tak terlihat sementara tulangnya terlihat begitu rapuh seperti gelas kaca. Saking lemahnya, untuk memanjat tangga ke tempat ritualnya saja dia tak mampu.

Kasih sayang dari Renekton pada kakaknya ini lebih besar dari apapun. Tak akan dia biarkan Nasus mati sekarang. Dengan tidak mempedulikan perintah kakaknya yang menolak untuk ditemani, Renekton rela untuk menopang Nasus di tempat di mana cahaya akan datang mengobati Nasus yang mungkin akan berakibat buruk pada Renekton. Akan tetapi, Renekton tidak mati seperti yang orang-orang kira. Ketika cahaya itu selesai menyinari mereka berdua, terlahirlah dua orang Ascension di depan ribuan warga Shurima yang hadir. Sang raja pun berlutut berterima kasih atas pertolongan yang datang ini.

Di mulai saat itu, tubuh Nasus berubah tegap dengan kepala serigala. Matanya menyinarkan sebuah intelegensi. Renekton juga tidak kalah gagahnya. Dia lebih menyerupai buaya kekar. Mereka semua menjadi dua pahlawan legendaris Shurima, pelindung, the Ascended.


Kekuatan yang membutakan


the_butcher_vs__the_curator_by_maxride10000-d52an57

Renekton kini semakin tak terkalahkan dalam pertarungan. Sementara Nasus berkembang dengan ilmu pengetahuannya yang tidak bisa lagi dimengerti oleh mahluk fana. Umurnya yang abadi juga seolah menjadi kutukan untuknya untuk terus menuntut ilmu yang tak ada habisnya.

Satu hal yang terjadi sebagai efek dari ritual itu adalah Nasus yang melihat Renekton terlalu dikuasai oleh kekuatannya. Pernah suatu ketika mereka semua menaklukan kota Nashramae, Nasus melihat sendiri bagaimana Renekton dan prajuritnya memimpin pemenggalan kepala semua orang yang masih tersisa di sana. Selain itu, Renekton juga lah yang memporakporandakan perpustakan besar Nashramae tanpa sempat dipelajari oleh Nasus apa yang ada di sana. Saat itu, mereka berdua sama-sama tidak senang dan mengacungkan senjata ke arah satu sama lain, di tengah kota. Pertarungan itu tidak berjalan lama setelah nafsu Renekton yang akhirnya pudar dan membuatnya membalikkan badannya dengan wajah malu.


Penebusan dosa dari Renekton


10697163_10154704929720556_4505507435591498360_o

Selama puluhan tahun berikutnya, Nasus tak henti mempelajari apa yang bisa dia raih. Dia akhirnya sampai kepada pencerahan atas makam rahasia raja legendaris Tomb of Emperor yang tersembunyi jauh di bawah ibukota Shurima.

Nasus dan Renekton dibuat berada jauh dari tempat di mana ritual Ascension Azir menghasilkan malapetaka yang disebabkan oleh penasihatnya, Xerath. Mereka berdua mencoba untuk kembali secepat mungkin, namun semuanya terlambat. Azir telah mati, dan mereka dihadapkan dengan kekuatan besar dalam diri Xerath.

Usaha mereka untuk membunuhnya sia-sia. Mereka tidak cukup kuat. Renekton, sebagai penebusan kejadian di Nashramae dulu, berhasil menangkap Xerath untuk kemudian dikurung di Tomb of the Emperors, dengan niatan Nasus mengurung mereka berdua karena tidak ada jalan lain. Nasus menolak. Tapi dia harus melakukannya. Dengan berat hari, dia mengurung keduanya di dalam jauh kegelapan terkunci untuk selamanya.


Apa yang dulu hancur akan kembali berjaya lagi


Shurima_Reborn

Shurima pun hancur dengan seketika. Langit pun ikut sedih melihat kehancuran Sun Disc yang dihisap kekuatannya oleh Xerath. Tanpanya, Shurima tidak akan bisa hidup.

Dengan beban di dalam dirinya karena telah mengurung adik tercintanya, Nasus memutuskan untuk berkelana demi menghilangkan semua kenangan ini. Sebagai sosok melankolis, dia tetap meratapi nasib Shurima yang terkubur ke dalam tanah semakin dalam. Dia lebih memilih mengisolasikan dirinya, berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Beberapa orang mungkin percaya pada cerita kuno, tapi Nasus terlalu misterus untuk disebuat legenda.

Beribu-ribu tahun berlalu, dan Nasus sudah lupa akan kehidupan serta tujuannya dulu, sampai akhirnya dia mendengar bahwa Tomb of the Emperors telah ditemukan dengan segelnya yang rusak. Itu artinya, Xerath bebas.

2c329f4d5c7aab9be28839b4648f384f

Semangat hidup ini muncul lagi. Dengan Shurima yang hidup sekali lagi, Nasus berbalik menuju padang pasir tempatnya dulu berasal, menuju kampung halaman. Meskipun dia tahu harus menghadapi Xerath sekali lagi, ribuan waktu yang dilaluinya tidak mau menjadi sia-sia. Bukan hanya ingin membentuk Shurima kembali, tapi dia juga ingin kembali bertemu dengan adiknya tercinta.

5704f784ed301

Pembuatan Nasus terinspirasi oleh Anubis mitologi kuno mesir


anubis_tier2_web_by_chrisbjors-d957vzo (1)

Anubis (Yunani Kuno: Ἄνουβις) adalah nama Yunani untuk dewa berkepala serigala terkait dengan mumifikasi dan alam baka dalam mitologi Mesir. Dalam bahasa Mesir kuno, Anubis dikenal sebagai Inpu, (berbagai dieja Anupu, Ienpw dll) menyebutkan tertua dari Anubis adalah Kerajaan Lama piramida, dimana ia dikaitkan dengan pemakaman Firaun. Pada saat ini, Anubis adalah dewa yang paling penting dari kematian tapi ia diganti selama Kerajaan Tengah oleh Osiris.

Dia sering ditempatkan di atas gunung, yang menggarisbawahi pentingnya sebagai pelindung almarhum dan kuburan mereka, sumber lain juga mengatakan sebagian Anubis adalah melambangkan kepintaran dan ilmu pengetahuan.


Cerita Shurima banyak mengkaitkan mitologi Mesir kuno


anubis

Cerita dari Shurima mungkin terinspirasi oleh mitologi-mitologi Mesir. Terutama Azir, Nasus dan Renekton yang memang hampir mirip dengan para dewa Mesir. Nasus dan Renekton hampir mirip seperti dewa penjaga kematian dalam mitologi Mesir yang dahulunya memang sebuah panglima atau jenderal perang.


Awal konsep Nasus


nasus_ammon nasus_concept

Saya adalah presiden dari World Economic Journal dan merupakan salah satu penguasa dunia bawah, dan sering mengisi waktu luang dengan bermain League of Legends. Panggil saya "Big News" Morgans!

 

Leave a Reply