Sisi Positif dan Negatif Bermain Secara One-Trick

Sisi Positif dan Negatif Bermain Secara One-Trick
nidalee champion jungler terbaik

One-Tricking adalah sebuah playstyle yang sedang nge-trend di League saat ini. Tidak hanya di server Indonesia saja, di server luar juga sama, pasti ada orang-orang dengan mastery point melebihi 500.000 dalam 1 champion. Jika begitu, kita bisa 99% yakin bahwa pemain itu adalah seorang One-Trick dari satu champion tersebut. Di Indonesia juga ada kok yang memiliki mastery lebih dari 500.000 bahkan lebih dari 1.000.000 Kalian mau tahu siapa saja? Kalian bisa baca artikel di bawah.

Pemain lokal dengan mastery yang tinggi #1

Pemain lokal dengan mastery yang tinggi #2

Sesudah membaca kedua artikel itu, kalian mungkin berpikir “Wah kayaknya enak tuh One-Trick bisa nambah pengetahuan champion ditambah pamer-pamer. Lumayan”

Tapi yang namanya hitam pasti juga ada putih, selalu ada sisi baik dan buruk dari segala hal. Karena itu kita akan membahas keduanya di artikel kali ini.


1.Positif

  • 1.1 Menambah pengetahuan akan 1 champion tersebut. Yang satu ini pasti, kita pasti akan terus belajar dari kesalahan dan menemukan hal-hal baru dengan banyaknya pengalaman bermain dengan 1 champion terus menerus.
  • 1.2 Kamu bisa mengatasi Counter dengan baik. Setiap kamu bermain pasti kamu akan bertemu dengan counter dari champion andalanmu, entah counter biasa atau mungkin Hard Counter. Semakin sering kamu bertemu counter championmu, semakin kamu memahami Playstyle counter itu dan semakin mengerti apa yang harus dilakukan saat bertemu dengannya.
  • 1.3 Tidak mudah putus asa. Mayoritas orang-orang yang melakukan One-Trick tidak mudah putus asa hanya karena hal sepele seperti memberikan First Blood. Mengapa? Karena pengetahuan yang sangat luas terhadap champion andalan tersebut, One-Tricker mengerti banyak tentang Powerspike, Build dan Combo yang harus digunakan untuk mengembalikan keadaan.

2.Negatif

  • 2.1 Tidak menguasai champion lain saat terkena ban. Ini adalah kesedihan paling dalam yang dirasakan oleh para pelaku One-Trick, pasalnya, mereka hanya menguasai 1 champion saja dan lemah dalam memainkan champion lainnya.
  • 2.2 Nerf yang berlebihan. Riot telah benar-benar memberikan nerf yang sungguh membunuh beberapa champion hingga tidak bisa bertahan hidup dalam permainan, contohnya saja Urgot dan Fiddlestick. Para pemain yang dulunya terkenal karena perfoma mereka yang hebat dalam memainkan champion tersebut saja sampai tidak pernah terdengar lagi karena Nerf berlebihan yang diberikan Riot.
  • 2.3 Menelan malu jika kalah melawan champion yang sama tetapi mastery lebih rendah. Nah ini, yang memalukan dari yang memalukan, anggap saja kamu memiliki Mastery lebih dari 1 juta untuk Lissandra, lalu kamu bermain Blind Pick dan bertemu lawan yang juga bermain Lissandra tetapi Mastery-nya jauh lebih kecil daripada kamu tapi kamu kalah melawannya. Malu banget kan pastinya? Bahkan mungkin ada pemain yang nge-stalk profilmu dan mencaci makimu dengan kata “Mastery tinggi jokian” atau semacamnya.

Setelah membaca artikel di atas, maukah kamu mempertimbangkan kembali pilihanmu untuk menjadi pemain One-Trick?

Suluh Widyotomo

Best Feedlaner INA

Facebook 

Leave a Reply