Team Vi, Dari Medan dengan Berjuta Mimpi

Team Vi, Dari Medan dengan Berjuta Mimpi
Vi

Bagi kalian yang sering melihat dan bahkan mengikuti turnamen-turnamen besar skala nasional atau Teemo Cup daerah Medan, pasti kalian pernah atau bahkan sering melihat nama Team Vi di sana.

Yup, Team Vi adalah salah satu club besar di League of Legends Indonesia. Mereka berasal dan tinggal seutuhnya di Medan, Sumatera Utara berjarak yang sangat jauh dari pulau Jawa. Tetapi, itu tidak mengurungkan niat mereka untuk bisa mencapai LGS, dan memenangkan turnamen-turnamen di tingkat nasional yang diadakan oleh Garena seperti Club War dan lain-lain.

Teman kita bernama Tamado Simon, yang juga dikenal dengan Becakmogok, merupakan pendiri dari Team Vi ini. Dia dan teman-temannya di Team Vi sudah bermain dan mengikuti turnamen-turnamen secara kompetitif, entah online maupun offline dari sekitar dua tahun yang lalu. Isi dari tim ini? Bukanlah pemain biasa yang amatiran loh. Mereka di Team Vi dididik dan diajari dari bawah sampai bisa jadi kuat.

Turnamen pertama mereka adalah Teemo Cup di daerah Medan. Well, tetapi bukan hanya itu saja turnamen yang pernah diikuti. Mereka bahkan pernah mengikuti Playoff LGS lho! Dan mereka juga sering bertengger di papan nama Glorious Arena. Dan yang pastinya mereka selalu berpartisipasi dalam Club War.

“Wah kalo untuk turnamen di daerah kita (Medan), kita pasti ikutan terus. Tapi untuk yang turnamen online, kadang kita nggak bisa ikutan karena slotnya udah full. Hahaha. Jadi kita harus nunggu turnamen online yang lain, atau season depannya.” Ujar Becakmogok.

TeamVi saat di turnamen Colossus Medan, mendapatkan juara 1 dan 2. Paling depan kiri adalah Wayne, jungler dari Kamikaze.
TeamVi saat di turnamen Colossus Medan, mendapatkan juara 1 dan 2. Duduk di paling depan adalah Wayne, jungler dari Kamikaze sekarang.

Ngomongin tentang prestasi, pastinya mereka juga punya segudang prestasi. Gambar di atas memperlihatkan Team Vi saat menjuarai Colossus Medan. Gak tanggung-tanggung, mereka bahkan sukses memboyong juara 1 dan 2. Lalu ada turnamen Heartseeker pada saat itu, dan mereka berhasil mendapatkan juara pertama Lalu Teemo Cup Medan, mereka sangat sering juara pertama sampai sering masuk ke Glorious Arena.

Dan juga, mereka pernah masuk ke Playoff LGS. Dua kali. Namun sayangnya mereka masih gagal. Tetapi, mereka tidak pernah menyerah. Di Club War 1-5, mereka merupakan tim yang paling sering muncul di bracket. Serius.

Bracket final Club War 5.
Bracket final Club War 5.

Di bracket tersebut, terlihat Team Vi bisa masuk ke Grand Final melawan Mirage Gaming. Namun sayangnya, mereka kalah dalam perebutan tahta juara satu, dan harus puas menjadi juara kedua. Pada Club War 3 juga. Mereka bisa masuk final, dan melawan RAWK. Dan lagi-lagi sangat disayangkan, mereka harus tunduk kepada RAWK dan menjadi juara kedua.

Oh ya, Becakmogok sendiri merupakan mantan Start Event untuk Garena di daerah Medan. Ia membentuk Team Vi ini karena ia sangat kesal melihat para pemain di Medan yang menang turnamen hanya untuk money grinding, dan tidak pernah bisa serius untuk berjuang di ranah kompetitif. Inilah alasan mengapa ia membuat Team Vi.

“Jadi awalnya saya buat Team Vi ini, saya nyari-nyari player Medan yang saya rasa dan saya nilai mereka bisa berkembang dan terus belajar untuk lebih kompetitif. Dan jika ketemu, langsung saya ajak join.” Kata Becakmogok.

“Awalnya sih mereka pasti ragu-ragu untuk join, dan pastinya ogah-ogahan. Hahaha. Tetapi seiring kita sendiri sebagai Team Vi sering mengikuti dan bahkan bisa memenangkan Teemo Cup dan turnamen-turnamen offline di Medan, ditambah bisa masuk Playoff LGS 2 kali, sekarang saya sendiri untuk mencari pemain yang berbakat itu lebih enak.”

Dan benar, member mereka sekarang berjumlah sekitar 40 orang. Yang ikut bertanding kompetitif itu sekitar 18 orang. Jumlah tersebut merupakan jumlah yang besar. Bagi kalian yang ingin join ke Team Vi, harus mengurungkan niat jika kalian bukan pemain dari Medan. Pasalnya, syarat utama untuk masuk Team Vi adalah domisilinya harus Medan. Syarat lainnya ada seperti mau diajak susah-seneng bareng-bareng.

Meskipun untuk merekrut pemain Becakmogok tidak pernah memandang tier, tetapi peraturan yang ada juga terbilang sangat ketat. Jika jadwal latihan sudah dilanggar sebanyak 3 kali dan hal tersebut didasari dengan tanpa sebab dan alasan, maka pemain tersebut akan langsung didepak keluar.

“Biasanya kita jumpa komunitas saat Battle Royal atau Colossus. Nah, member Team Vi yang udah ikutan bakal liat anak-anak dari komunitas tersebut yang bisa berkembang, dan merekomendasikan ke saya. Setelah itu, baru saya seleksi. Contohnya? Jungler dari Kamikaze yang sekarang itu, Wayne, dulunya ia Silver 3 saat pertama kali masuk Team Vi. Karena di Team Vi kita belajar dan dididik bareng juga, makanya ia bisa masuk ke LGS.”

Ya, benar. Ada pemain LGS yang sedang aktif di dalam Team Vi, Wayne. Hal ini juga merupakan dasar dari Team Vi yang juga ingin masuk ke LGS. Di dalam Team Vi sendiri, mereka sudah raket seperti keluarga. Kadang setiap hari Kamis pun mereka main basket bareng, tiap hari nongkrong dan cerita-cerita, kadang juga suka gosip loh! Sudah seperti saudara.

Kalau diantara kalian banyak yang bertanya “Kok namanya Team Vi sih? Apa ada kaitannya dengan champion di League of Legends itu?” Jawabannya, iya benar. Kata Becakmogok sendiri, nama Team Vi diambil dari champion Vi di League of Legends. Mengapa? Karena Becakmogok suka dengan omongan dari Vi yang berbunyi “If you hit a wall, hit it hard.” Inilah yang menjadi motivasi dari Becakmogok, karena kalau ada rintangan menghadang jangan pernah lari. Tapi PECAHKAN!

Yak sedikit cerita tentang Team Vi yang sukses kami dapatkan dengan mewawancarai Tamado “Becakmogok” Simon selaku pendiri dari TeamVi. Semoga kedepannya mereka lebih sukses yap!

Aldilla Adam

Rap and League of Legends seems to be a nice combination, right?

Facebook Twitter 

Leave a Reply


comments