10 Pemain Wajib Tonton di LGS Spring 2018!

10 Pemain Wajib Tonton di LGS Spring 2018!
petland1

Musim perdana League of Legends Garuda Series (LGS) di 2018 akan dimulai kembali, dan selama 3 bulan kita akan melihat permainan dari para pemain terbaik se-Indonesia.

LGS musim ini sebagian diisi oleh nama-nama yang sudah kita kenal sebelumnya. Namun ada juga beberapa pemain lama yang kembali, serta pemain debutan yang siap menorehkan nama di sejarah League of Legends Indonesia.

Jikalau kamu belum pernah mengikuti turnamen LGS sebelumnya, di bawah ini adalah 10 orang yang patut kamu lihat permainannya.

 

1. Petland (Headhunters)


petland

Sebagai pemain terbaik di LGS Summer 2017, tentunya kualitas Petland sebagai midlaner Headhunters sudah tidak perlu diragukan lagi. Sempat dirumorkan pindah ke Gigabyte Marines (bersama dengan Kriss Kyle), Petland ternyata masih berbaju Headhunters musim ini dan akan menjadi salah satu alasan kuat bagi The Eagles mempertahankan gelar mereka.

Akan menarik untuk melihat tim-tim lain mencoba menshutdown Petland sejak awal, karena hal itu dilakukan tim-tim lain saat All-Star 2017 yang lalu dan terbukti efektif. Meskipun begitu, ancaman bisa datang dari selain Petland – masih ada Ruben, Cruzher, dan duo botlane Whynuts & PorraBox yang siap membackup Petland.

 

2. Gov (TEAMnxl>)


Gov_1

3 musim terakhir, Gov selalu finis di 3 besar, membuktikan keahliannya sebagai seorang support engage dengan champion seperti Thresh, Alistar atau Zyra. Tidak jarang juga tim-tim lain melakukan respect ban terhadap Thresh karena permainan Gov akan semakin berbahaya jika champion tersebut dilepas begitu saja.

Bergabung dengan NXL membuat Gov satu tim dengan teman-teman lamanya yaitu Square dan Spy. Seharusnya tidak ada masalah yang berarti untuk Gov dalam soal adaptasi gameplay, dan berduet dengan Andre di botlane akan sangat menjanjikan bagi NXL jika mereka mampu bekerjasama dengan baik. Pasalnya, kedua pemain tersebut sama-sama terbilang jenius dalam League of Legends.

 

3. Babylife (Resilience Esports)


babylife

Satu pemain baru di LGS Spring 2018 adalah midlaner Resilience Esports, Ashton Lim alias Babylife. Meskipun termasuk sebagai pemain debutan, sebagian dari kalian seharusnya sudah mendengar namanya. Dia adalah pemain muda asal Singapura yang menjuarai kompetisi antarpelajar selama 2 tahun berturut-turut. Permainannya dengan champion mekanik seperti Zed atau Azir menjadi senjata utamanya.

Dengan usianya yang masih sangat muda (16) dibandingkan rata-rata pemain LGS lainnya, potensi seorang Babylife masih bisa berkembang selama karirnya di LGS. Tapi melawan pemain-pemain berpengalaman adalah tantangan berat yang harus dilewati Babylife dan Resilience Esports.

 

4. Never (Phoenix Esports)


never

Lagi-lagi di posisi midlane, Seung-joon “Never” Cha menandai comebacknya di LGS bersama Phoenix Esports. Never adalah salah satu pemain yang cukup lama memiliki jam terbang di LGS, setelah memperkuat tim Terserah, Phoenix K-Squad dan Revival di tahun 2016. Setelah lama absen di dunia kompetitif, patut disaksikan apakah Never dapat beradaptasi dengan berbagai perubahan di patch baru ini.

Bermain dengan roster baru di PHX musim ini mungkin membuat Never juga harus beradaptasi dengan teman-teman barunya. Faktor teamplay adalah salah satu elemen terpenting dalam kompetitif League, dan perbedaan bahasa seringkali menjadi kendala utama dalam sinergi komunikasi in-game. Namun jika kita mengacu kepada performanya di LGS dulu, Never adalah seorang pemain yang dapat diandalkan teman-teman setimnya.

 

5. Minky (Bigetron Esports)


minky

Selain Babylife, pemain asal Vietnam ini juga akan menjadi wajah baru di LGS. Tugasnya tidak lain adalah menjadi ujung tombak Bigetron Esports dari toplane, seperti yang ia lakukan saat Legion of Champions yang lalu. Meskipun harus mengakui kekalahan atas Devoticore, adanya Minky di toplane membuat para pemain Devoticore harus susah payah mengatasinya.

Meskipun meta toplane sekarang cenderung mempopulerkan champion-champion tank dibandingkan fighter atau bruiser, sepertinya Minky akan tetap dipercaya memainkan carry toplaner untuk mengunci kemenangan bagi Bigetron. Mari kita lihat permainan Minky melawan toplaner-toplaner handal Indonesia seperti Luffy, Square atau Ruben.

 

6. Bravo (Devoticore)


bravo

Satu pemain muda Indonesia yang skillnya selalu meningkat dari waktu ke waktu, dan kini siap menantang ADC lain di LGS Spring 2018. Bravo merupakan ancaman besar Devoticore saat melawan Headhunters di final LOC Series II, berhasil membuat duo botlane Whynuts dan PorraBox keteteran.

Mantan pemain TEAMnxl> dan Kamikaze ini tidak boleh diremehkan tim-tim LGS lainnya, dan jika kamu ingin menjadi pemain ADC yang baik, cobalah melihat permainannya dengan lebih seksama.

 

7. WhiteWing (Resilience Esports)


whitewing

Selain Bravo, ADC yang perlu disaksikan kemampuannya adalah WhiteWing dari tim Resilience Esports. Mungkin kalian baru mendengar namanya, tetapi WhiteWing sebenarnya adalah wajah lama di LGS. Ia pernah memperkuat salah satu tim terkuat di LGS saat itu, All Hail (AH) sebelum vakum untuk meneruskan studinya di salah satu perguruan tinggi di Tiongkok.

Kali ini WhiteWing kembali ke LGS, dan akan menunjukkan permainan ADC yang jauh di atas rata-rata. Bersanding dengan ADC generasi baru seperti Bravo, Ziko atau BandotTV, tentunya WhiteWing tak akan gentar.

 

8. Natasya Gouw (Superamos)


natasyagouw

Sebelumnya menggunakan nama Milly, Charles alias Natasya Gouw adalah salah satu pemain support berbakat yang dimiliki Pontianak. Memiliki gaya permainan agresif seperti Gov, adanya NatasyaGouw dalam roster Superamos adalah tambahan bagus sebagai modal mereka untuk menantang tim-tim LGS lainnya.

Mantan pemain Platinum Gaming ini akan berduet dengan ex-ADC Bigetron, Airliur di botlane. Apabila mereka dapat bersinergi dengan baik, Superamos punya kesempatan yang lebih baik di LGS musim ini.

 

9. Eric (U8 Esports)


eric

Eric (AuRevoier) adalah satu sosok yang pernah berjuang bersama Kaixa dan ZhenL untuk bisa sampai ke LGS, dan kali ini ia kembali untuk memperkuat U8 Esports bersama kedua pemain tersebut. Meskipun sudah lama tidak aktif di kompetitif, adanya Eric di roster U8 akan lebih memaksimalkan teamplay mereka.

Tapi untuk melawan midlaner-midlaner kuat seperti Petland, Never atau Babylife, Eric harus bisa tampil maksimal dan cepat beradaptasi dengan metagame saat ini untuk mendulang poin kemenangan U8 di LGS Spring 2018.

 

10. Soapking (Phoenix Esports)


Soapking_2

Tentunya kamu sudah tidak asing lagi dengan Soapking. Shoutcaster dan Youtuber terkenal ini akan menjadi jungler di tim Phoenix Esports menemani Luffy, Never, BandotTV, Potato, Inspire dan Santana. Ini menandakan comebacknya sebagai pro player setelah terakhir membela Kamikaze 2 tahun silam.

Itu juga yang akan menjadi tanda tanya bagi Soapking sendiri. Setelah lama vakum dari dunia kompetitif, apakah ia bisa berbicara banyak di LGS Spring 2018 sebagai player? Tentunya ini yang patut dinanti dan didukung para fans Ericko dari seluruh Indonesia.

 

LGS Spring 2018 akan dimulai 15 Januari 2018. Saksikan pertandingannya di Youtube Garena League of Legends Indonesia dan ikuti infonya di website dan Facebook LOL Esports Indonesia.

fusion jazz - vaporwave - instrumental hiphop

Facebook Twitter 

Leave a Reply