3 Alasan EU Diprediksi Menang Lawan NA di Rift Rivals 2018

3 Alasan EU Diprediksi Menang Lawan NA di Rift Rivals 2018
EULCSLogo

Akhir pekan ini, kita semua akan dihibur oleh pertandingan Rift Rivals antara EU dan NA. Pertandingan antara kedua tim adik-kakak yang tidak pernah berhenti bersaing akan menjadi sebuah pertandingan klasik yang sayang untuk dilewatkan.

Pertandingan memang belum dimulai, namun sudah banyak pihak yang telah memprediksi pemenang dari ajang tersebut. Ada tiga faktor yang diperkirakan akan menjadi alasan kemenangan EU atas NA. Apa sajakah itu? Mari kita simak di bawah.

Tim EU Bermain Lebih Konsisten

G2 Perkz (1) EU LCS Summer 2018

G2 Esports merupakan tim yang memimpin klasemen berkat 6 kemenangan beruntun pada ajang EU LCS yang saat ini sedang berlangsung. Mereka bahkan berhasil mengalahkan Fnatic yang merupakan juara bertahan. Di lain pihak, tim andalan NA LCS, Team Liquid,  dianggap belum mampu tampil mendominasi ketika mereka tampil di Season sebelumnya. Hal ini dikarenakan Team Liquid hanya mampu memenangkan 4 dari 6 pertandingan sehingga harus berbagi posisi puncak klasemen dengan 3 tim NA lainnya.

Pada ajang Rift Rivals tahun ini, tim G2, Fnatic dan Splyce sebagai perwakilan EU akan bertanding melawan Team Liquid, Echo Fox dan 100 Thieves yang merupakan tim kebanggaan NA. Melihat performa masing-masing perwakilan di ajang lokal, tim EU dianggap mampu tampil lebih unggul dan konsisten dibandingkan performa tim NA selama ini.

Faktor MSI 2018

Rekkles

Pada ajang MSI 2018 lalu, kita semua sudah menyaksikan pembuktian siapa yang terbaik antara NA dan EU lewat pertandingan hidup mati untuk melaju ke babak semifinal. Perwakilan dari EU, Fnatic, berhasil membuktikan dominasi EU dengan mengalahkan jawara dari NA, Team Liquid, melalui pertandingan Tie Breaker untuk memperebutkan kesempatan bertanding pada babak semifinal. Hal ini mungkin menjadi sebuah pembuktian bahwa tim-tim NA memang tampil lebih baik dari yang sebelumnya, namun masih tidak lebih baik dari performa Fnatic.

NA Jarang Berhasil di Event Internasional

TSM Zven

Masih ingat rasanya ketika TSM dibantai 10-0 pada dua ajang internasional mereka sekaligus. Performa buruk mereka tentu dapat dikatakan sebagai penyebab ketidakhadiran TSM pada ajang Rift Rivals tahun ini. Trend negatif mereka di ajang besar sekelas MSI dan juga Worlds sepertinya akan bisa mempengaruhi NA secara keseluruhan di ajang Rift Rivals. Meskipun sekarang sudah digantikan oleh tim kuat seperti Team Liquid, kekuatan mereka dianggap masih belum bisa menyaingi rival terdekat, EU LCS, yang tampil lebih konsisten di ajang internasional.


3 Alasan di atas adalah prediksi mengapa kekuatan NA masih dinilai belum cukup untuk memenangkan rivalitasnya dengan EU. Hal ini tentunya akan bisa berubah di lapangan nantinya. Akankah EU dapat memenuhi ekspektasi pemain? Atau sebaliknya, NA akan membuktikan kemampuan mereka dan mematahkan stigma negatif yang ada? Kita lihat saja pertandingannya.

Raka Marko

Leave a Reply