5 Pemain Paling Keren di Play-In

5 Pemain Paling Keren di Play-In
condi_L

Mungkin pemain-pemain idola kalian seperti Faker, Bjergsen, Doublelift, atau Peanut baru akan tampil di Worlds pada minggu ini, yaitu di tanggal 5. Tapi tentunya kamu tidak melewatkan permainan tim-tim yang berlaga di Play-In, kan?

Meskipun kita harus mengakui bahwa babak Play-In didominasi tim yang lebih berpengalaman, format baru yang dibawa Riot Games di tahun 2017 memberikan peluang yang lebih besar terhadap tim-tim di region kecil untuk bersinar dan menguji seberapa kuat mereka melawan tim-tim region mayor. Walaupun kalah, pengalaman yang mereka dapatkan akan sangat berharga untuk dibawa pulang dan menjadi bekal untuk kompetisi selanjutnya.

Sepanjang 6 hari Play-In, kami merangkum 5 orang yang menyuguhkan performa paling menarik. Berikut adalah kelima orang tersebut..

 

Jensen (Cloud9)


jensen

Midlaner yang dulunya terkenal toxic ini menjadi salah satu pemain kunci Cloud9 saat mereka melibas semua lawannya di Play-In.

Dengan total rata-rata KDA sebesar 9.6 – tertinggi dari semua midlaner – dan perbedaan XP di 10 menit pertama (XPD@10) sebesar 470 – tertinggi dari semua pemain, pemain bernama lengkap Nicolaj Jensen ini tidak memiliki masalah yang berarti selama Play-In berlangsung. Ia bahkan sempat memainkan Ryze, champion yang sudah tidak populer di meta lagi, dengan skor KDA akhir 5/0/5.

Selama Play-In berlangsung, Jensen bukanlah tipe midlaner yang memaksakan diri untuk menjadi carry timnya. Malah, dengan statistik damage share (damage yang diberikan dibandingkan total damage tim) sebesar 25% – urutan keempat dari bawah – Jensen lebih banyak berkontribusi melalui team fight, dengan segala skillset yang dimiliki championnya.

Banyak yang mengatakan bahwa nyawa C9 ada di tangan Jensen sebagai sang playmaker. Maka dari itu, kita lihat apakah mereka bisa bertahan hidup di Grup A – melawan SKT, AHQ dan Edward Gaming.

 

Caps (Fnatic)


caps

Rasmus “Caps” Winther yang digadang-gadang sebagai penerus Faker ini membuktikan bahwa julukannya bukan hanya omong kosong belaka.

Selain kemampuan mekaniknya yang tinggi, Caps juga percaya diri dengan champion apapun di midlane – terbukti dari 6 champion berbeda yang ia pick dari 7 pertandingan yang dimainkan Fnatic selama Play-In. Selain itu, Caps tidak memiliki masalah dengan gold walau Fnatic adalah tim yang berfokus kepada sang AD Carry, Rekkles. Buktinya, ia memiliki GD@10 (perbedaan Gold dengan tim lawan di 10 menit pertama) tertinggi dari semua pemain Play-In sebesar 422.

Walaupun sempat tilt saat menghadapi Young Generation menggunakan LeBlanc, Caps tetap menunjukkan potensinya sebagai salah satu midlaner yang akan menjadi pesaing berat bagi para seniornya seperti Faker dan Bjergsen. Kita lihat saja nanti apakah Caps bisa membawa Fnatic lolos dari Group Stage, mengingat mereka harus bersaing dengan Immortals, Longzhu Gaming dan GIGABYTE Marines.

 

Frozen (1907 Fenerbahçe)


frozen

Setelah Jensen dan Caps, lagi-lagi sorotan ditunjukkan kepada pemain midlaner. Kali ini, Frozen dari tim 1907 Fenerbahçe Espor yang menunjukkan kemampuannya.

Sebagai mantan pemain Longzhu Gaming, Tae-il “Frozen” Kim dipercaya untuk menjadi tumpuan bagi 1907 Fenerbahçe Espor dalam mengarungi kerasnya Play-In. Dan ia sukses melakukan hal itu. Ia mengeluarkan dua champ non-meta di Play-In – Ekko melawan Hong Kong Attitude dan Aurelion Sol melawan Team One Esports – seolah menunjukkan bahwa ia masih punya segudang champion andalan lainnya.

Seperti halnya C9 dengan Jensen, Frozen akan menjadi salah satu pemain kunci FB untuk menghadapi grup neraka, yaitu Group C yang berisi Royal Never Give Up, Samsung Galaxy dan G2 Esports. Apakah mereka bisa menjadi tim wildcard yang memberikan kejutan, layaknya Albus Nox Luna di Worlds tahun lalu?

 

Whitelotus (Lyon Gaming)


whitelotus

Walaupun memukau banyak orang, tim asal Amerika Latin Lyon Gaming harus mengakui kekalahan mereka di Play-In. Setidaknya, ADC mereka Matias “WhiteLotus” Musso menjadi salah satu pemain yang berpotensi untuk dilirik tim-tim besar lainnya.

Dengan meta yang berkutat kepada ADC hypercarry seperti Kog’Maw, Tristana atau Xayah, WhiteLotus yang dibantu supportnya Genthix berhasil mendapatkan Pentakill saat melawan Gambit Gaming. Satu hal lagi yang membuatnya mendapatkan tempat di spotlight, adalah ketika ia berhasil membunuh Jensen dengan mekanik clutch yang sangat rapi.

Walau Lyon Gaming harus pulang lebih awal, ini memberikan peluang yang besar bagi pemain dari region Wildcard lainnya untuk menunjukkan kemampuan mereka melawan tim-tim besar. Dan mungkin saja, kita akan melihat WhiteLotus di NA LCS atau EU LCS dalam waktu dekat.


 

Condi (Team WE)


condi

Jika Hachiman adalah “Smite God Sama”, maka Xiang “Condi” Ren-Jie mendapatkan julukan “Son of Baron”. Itu bukanlah sekedar gelar pajangan, karena Condi membuktikannya dua kali dalam satu game dengan Ezreal jungle, mencuri buff Baron dari Young Generations untuk mengamankan kemenangan mereka di Play-In.

Yang pertama, ia membunuh support Lulu YG dengan Trueshot Barrage sebelum Arcane Shift ke dalam Baron pit dan mendaratkan Smite dengan timing yang tepat. Tidak berselang lama, Team WE kembali mendapatkan Baron buff saat Condi dengan sengaja meletakkan diri di pinggir tembok Baron pit, membuat Dragon’s Rage dari Venus – yang seharusnya menendang Condi keluar – malah mementalkannya ke dalam Baron.

Julukan “Son of Baron” itu mulai santer terdengar saat LPL Spring 2016 yang lalu, dimana ia menjadi pemain yang mendapatkan Baron Steal paling banyak sepanjang liga berlangsung. Bayangkan saja, ia mampu mengoutplay jungler-jungler ganas seperti mlxg, Clearlove atau Dandy pada saat itu. Dan setelah MSI 2017 kemarin, Condi bersama Team WE akan membuktikan apakah mereka pantas mendapatkan posisi lebih tinggi dibandingkan sekedar tim Play-In.


 

Saksikan aksi tim-tim terbaik dunia di World Championship 2017 yang akan dimulai lagi pada tanggal 5 Oktober 2017. Livestream tersedia dalam Bahasa Indonesia di youtube.com/lolindonesia.

Informasi tentang Worlds 2017 bisa didapatkan dari website LOL Esports (lolesports.garena.co.id) dan fanpage LOL Esports Indonesia (facebook.com/garenalolesportsid).

 

Statistik diambil dari oracleselixir.com

Foto diambil dari flickr.com/lolesports

fusion jazz - vaporwave - instrumental hiphop

Facebook Twitter 

Leave a Reply