5 Pemain Profesional Lokal yang Sudah Cocok Jadi Pelatih Tim

5 Pemain Profesional Lokal yang Sudah Cocok Jadi Pelatih Tim
rubeN_3

Apabila kalian aktif mengikuti sepak bola, pasti kalian pernah mendengar berita tentang seorang pemain yang memutuskan untuk mengundurkan diri dari karir profesionalnya. Sebenarnya ada banyak faktor yang mendasari pengunduran diri, tapi biasanya pensiun menjadi alasan yang paling sering diambil. Kebanyakan pemain sepak bola itu memilih untuk tidak bermain lagi karena menyadari bahwa kondisi fisik mereka sudah tidak prima seperti dulu.

Nah, begitu pula dengan halnya League of Legends. Dunia profesional di game kesayangan kita ini juga mengalami sebuah siklus serupa dimana seorang pemain akan berhenti bermain dan mulai melanjutkan perjalanan hidup mereka di bidang lain. Biasanya, mereka yang memutuskan untuk pensiun itu akan mencari pekerjaan baru atau memulai usaha sendiri. Akan tetapi, tidak sedikit pula yang memilih untuk tetap bertahan di sini namun menjadi pelatih.

Tentu kalian semua ingat dengan berita YellowStar yang pernah direkrut oleh klub sepakbola raksasa Perancis, Paris Saint-German untuk menjadi pelatih di tim League of Legends mereka. YellowStar sendiri merupakan mantan pemain profesional dari Fnatic dan pernah disebut sebagai pemain support terbaik di dunia. Dia sudah merasakan pengalaman mengikuti Worlds sebanyak lima kali bersama tiga tim berbeda. Pada Oktober tahun lalu, YellowStar akhirnya mengumumkan pensiun dan bergabung ke Paris Saint-German Esports.

Indonesia sendiri juga memiliki banyak pemain League of Legends yang sangat berbakat. Sayangnya, kemampuan bermain yang hebat itu tidak bertahan lama seiring usia. Beberapa pemain lokal ternama mungkin masih sangat jago dalam bermain. Tapi percayalah, mereka tidak sejago mereka yang dulu. Namun ini tidak akan jadi masalah ketika pemain-pemain itu tetap ingin meneruskan karirnya di League of Legends—yaitu dengan menjadi pelatih tim.

Melalui artikel ini, Hasagi bermaksud membagikan sedikit pendapat tentang beberapa pemain lokal yang sudah seharusnya menjadi pelatih di sebuah tim. Mereka-mereka ini mungkin menurun dari segi performa, tapi pengalaman dan pengetahuan yang mereka dapatkan selama ini akan sangat bermanfaat untuk pemain-pemain baru yang ditangani oleh mereka.

rubeN


ruben_2

Dari sekian banyak pemain hebat di Indonesia, dapat dibilang rubeN adalah salah satu yang paling senior di antara semuanya. Pria ini punya segudang pengalaman tentang menjadi profesional di League of Legends. Dia beberapa kali menjuarai turnamen besar, sebut saja LGS dan LIC. Dia juga beberapa kali menjadi wakil Indonesia dalam ajang internasional sekelas Garena All Star.

Soal kemampuannya bermain League of Legends? rubeN adalah salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki oleh komunitas lokal. Dia mampu bermain di semua posisi dengan hasil yang maksimal. Seharusnya kamu tidak lupa momen ketika rubeN memainkan Annie sebagai jungler di LGS?

Saat ini rubeN masih bermain untuk Headhunters, dan apabila dia tidak memutuskan untuk pensiun lebih cepat, seharusnya dia akan menjadi juara lagi di musim depan.

Cruzher


Cruzher

Sama seperti rubeN, Cruzher juga punya segudang wawasan dan pengalaman seputar League of Legends. Namun, berita baiknya adalah, pria bernama asli Bayu Putra Sentosa ini punya kemampuan mengurus dan memimpin tim. Dia membangun dan secara tidak langsung juga berperan sebagai pelatih di tim juara LGS Summer 2017, Headhunters.

Bersama Headhunters, Cruzher akhirnya mendapatkan gelar juara pertamanya di LGS setelah selama beberapa tahun harus puas berada di peringkat dua. Cruzher sendiri sebenarnya bisa memainkan banyak role, namun yang paling maksimal adalah sewaktu dia bermain sebagai AD Carry dan Support. Pada LGS musim lalu, Cruzher menjadi partner rubeN di bot lane dan dia bermain dua posisi secara bergantian.

Kesuksesan Headhunters di kancah kompetitif League of Legends Indonesia adalah bukti nyata bahwa Cruzher memang pantas memimpin sebuah tim. Baik sebagai pemain, pelatih, ataupun pemilik, Cruzher jelas adalah sosok idaman yang wajib dimiliki oleh semua tim di sini.

Rofens


Rofens

Rofens memang sudah lumayan lama pensiun, namun kemampuan bermainnya jelas masih menempel erat di dirinya. Tidak heran melihat dia pernah dinobatkan sebagai salah satu support terbaik di League of Legends Indonesia. Bersama beberapa pemain hebat sekelas Chupper dan Beyond, Rofens pernah berkuasa untuk waktu yang cukup lama di kompetisi lokal.

Meksipun Fortius dibentuk oleh TwoJ selaku kakak kandungnya sendiri, namun kita tidak dapat mengatakan bahwa Rofens tidak ikut terlibat di dalamnya. Dipercaya Rofens sedikit banyak juga pasti pernah membantu kesibukan sang kakak, dan dari sana dia mungkin mendapatkan beberapa pengalaman berharga. Dan jangan lupa juga soal ini, Rofens pernah berperan sebagai kapten tim sewaktu berada di Fortius.

Sebagai seoang pemain senior yang sudah pernah merasakan banyak hal, kemampuan Rofens memang tidak perlu diragukan lagi apabila kelak ada sebuah tim baru yang menginginkan dirinya bergabung menjadi pelatih.

Luffy


Luffy

Seandainya kamu ingin saya mendeskripsikan secara singkat seorang Luffy, mungkin julukan “Pemain hebat yang tidak banyak bicara” cocok diberikan kepada pria bernama asli Vandy Nugraha ini. Bagaimana tidak? Dia pernah menjadi bagian dari beberapa tim ternama di Indonesia. Sebut saja XcN yang legendaris itu, Jakarta Juggernauts, Revival Esports, dan Phoenix Esports. Meskipun begitu, Luffy tidak pernah tampil terlalu high profile layaknya sebagian besar pemain profesional pada umumnya. Biasanya dia akan main, lalu berusaha keras untuk memenangkan permainannya dan kemudian diam saja meskipun dia akhirnya dia menjadi juara.

Beberapa pemain mungkin memiliki prestasi sebanyak atau bahkan di atas Luffy, tapi tidak banyak pemain yang mempunyai kemampuan seperti dirinya. Luffy adalah pribadi yang bisa terus bermain dengan konsisten walaupun saat itu dia sedang berada di kondisi sangat tertekan. Singkatnya, dia dapat tetap tenang dalam kondisi terburuk. Ini adalah poin penting yang wajib dimiliki oleh setiap pelatih dan pemain di League of Legends, dan sepertinya Luffy memang memilikinya.

Bertahun-tahun menjadi pemain profesional dan bergabung bersama beberapa tim berbeda membuat Luffy mempunyai banyak pengalaman yang sangat bermanfaat. Dan andai dia bersedia membagikannya, menjadi pelatih akan menjadi pilihan yang tepat.

Starlest


starlest

Edwin Chia atau Starlest memulai perjalanannya ke dunia profesional League of Legends Indonesia melalui LGS Spring Spring 2017. Dia datang sebagai pendatang baru bersama beberapa pemain muda yang terkumpul menjadi satu di Bigetron Esports.

Meskipun Bigetron Esports tidak mampu memperoleh hasil yang memuaskan di LGS, namun penampilan Starlest sendiri terbilang memukau. Selama dua musim, dia menjadi pemain jungler yang sangat diwaspadai oleh musuh-musuhnya. Namun sayangnya, dikarenakan berbagai faktor, Starlest akhirnya memutuskan pensiun lebih cepat dan mengalihkan perhatiannya secara penuh untuk mengatur tim. Tapi itu adalah keputusan yang tepat, dia berhasil membuat Bigetron Esports menjadi salah satu organisasi esports paling sukses di Indonesia.

Melihat dari apapun yang sudah dia lakukan kepada Bigetron Esports, jelas sangat pantas apabila kita memasukkan Starlest ke dalam daftar calon pelatih muda yang memiliki potensial. Bagaimana pak bos, apakah sudah memikirkan untuk membina sebuah tim baru?

 


Kira-kira seperti apa jalan yang akan diambil oleh ke-5 pemain ini untuk mereka sendiri di waktu mendatang? Mungkin beberapa di antara mereka bakal tetap bermain selama satu atau dua tahun ke depan. Namun, apabila mereka benar-benar memutuskan untuk menjadi pelatih, ini akan jadi satu hal yang sangat menarik untuk diikuti.

Hi, I'm Edel, Founder and Editor of HASAGI. Nice to meet you!

Facebook Twitter 

Leave a Reply


comments