5 Pemain Underperform Berdasarkan Masing-masing Role di MSI 2018

5 Pemain Underperform Berdasarkan Masing-masing Role di MSI 2018
Team liquid

Mid-Season Invitational (MSI) 2018 kini sudah mencapai babak semifinal dan mempertemukan 4 tim kuat, Royal Never Give Up (RNG), Fnatic, Kingzone DragonX, dan juga Flash Wolves. Selama Group Stage, terdapat beberapa statistik menarik yang tercipta, dan kalian bisa melihat selengkapnya di sini.

Selama 5 hari pertandingan berjalan, terdapat 2 Tiebreaker yang harus dilakukan karena 4 tim memiliki jumlah poin kemenangan yang sama. Mereka adalah Flash Wolves dan RNG (perebutan posisi pertama), serta Fnatic dan Team Liquid (penentuan masuk ke babak Playoffs).

Pada prosesnya, Fnatic berhasil melangkah ke babak semifinal, sedangkan RNG berhasil menggulingkan Flash Wolves dari peringkat pertama Group Stage.

Dengan banyaknya pertandingan yang begitu panas, tentu terdapat hal-hal menarik yang bisa dibahas. Jika sebelumnya kita sudah membahas secara garis besar keseluruhan statistik pemain dan tim, maka kali ini Hasagi akan membahas para pemain yang tampil di bawah performa terbaik (underperform) berdasarkan masing-masing role.

Tanpa basa basi lagi, berikut ini pemain-pemain yang ‘underperform’ sepanjang perhelatan MSI Group Stage 2018, seperti dilansir dari thegamehaus.

Toplane: Khan (Kingzone DragonX)


Khan

Pemain yang paling ditunggu aksinya ini justru tak memberikan bukti nyata sepanjang Group Stage MSI 2018 kemarin. Di LCK Spring Split 2018, Khan mampu mendominasi lawan-lawan sejak 10 menit awal, berbeda dengan penampilannya di Mid-Season Invitational 2018 ini.

Saat melawan EVOS Esports, Khan melakukan blunder dalam sebuah team fight. Ia bermain terlalu agresif dan melakukan diving yang tak perlu. Pemain berusia 22 tahun ini sering melakukan over extend tanpa vision yang memadai. Dengan tambahan komunikasi yang buruk ia mudah tertangkap dan menyerahkan diri kepada lawannya.

Jika kebanyakan champion lain menggunakan Tank untuk bersaing di team fight, Khan berbeda dan menggunakan champion Bruiser seperti Jayce, Camille, Gnar, atau Fiora di Toplane. Khan yang sejatinya merupakan senjata utama Kingzone DragonX justru gagal menampilkan permainan terbaiknya dan justru kalah ketika berhadapan dengan FNC Bwipo atau FW Hanabi.

Jungle: Mlxg (Royal Never Give Up)


Mlxg

Walaupun RNG berhasil finish di posisi pertama. Mlxg adalah pemain yang paling underperform di dalam tim. Mlxg dikenal dengan kemampuan ‘First Ganking’ dan memberikan First Blood di menit-menit awal, terutama di LPL. Kenyataannya, Mlxg gagal dan cenderung mati konyol karena over agresif dan serakah ketika hendak membersihkan Monster di area lawan.

Para Shoutcaster juga sering memanggil Mlxg menjadi Mlxd karena kelalaiannya yang sering ‘mati bodoh’ membuat permainan menjadi lebih sulit bagi RNG.

Sama seperti Khan, bukan berarti Mlxg bermain sangat buruk di Summoner Rift. Tapi, sebagai pemain yang dianggap sebagai Top 3 Jungler terbaik di MSI, Mlxg bermain di bawah harapan para fans-nya, terutama di Day 1 dan 2 Group Stage. Seandainya Mlxg mampu mengatur dan mengontrol tempo permainan lebih baik, bukan tidak mungkin RNG mampu menyapu bersih seluruh partai MSI Group Stage 2018.

Midlane: Pobelter (Team Liquid)


pobelter msi 2018

Pobelter mungkin bukanlah ancaman terbesar dari NA LCS layaknya Bjergsen. Dengan gaya permainan yang lebih pasif dan mobile, Pobelter diakui sebagai pemain yang konsisten dan tampil apik ketika teman-temannya membutuhkan bantuan. Akan tetapi, para fans berharap Pobelter ke tingkat yang lebih tinggi lagi, mengingat peran pentingnya di Team Liquid.

Pada final NA LCS kemarin, Pobelter dianugrahi penghargaan MVP di Series tersebut. Harapan besar yang berada di pundak dirinya pun sangat besar memasuki MSI 2018. Sayang, hasil akhir tak berkata demikian, Pobelter tampil terlalu biasa dan tak memberikan perubahan besar.

Dalam MSI Group Stage, Pobelter tercatat menghasilkan KDA 2,8 dan 363 DPM (Damage per Minute). Team Liquid beberapa kali menggunakan champion dengan style yang berbeda, seperti Malzahar, Karma, dan Taliyah namun tak ada yang terlalu berpengaruh apa-apa. Tanpa mendeskritkan sang pemain, namun Pobelter tampil underperform di bawah Caps (Fnatic) , Maple (Flash Wolves), dan Warzone dari EVOS.

Mantan pemain Immortals ini harus bisa memperbaiki permainannya jika ingin membantu Team Liquid berjaya di Summer Split dan Worlds 2018.

AD Carry: Rekkles (Fnatic)


Rekkles Pentakill

Mungkin ada yang banyak bertanya mengapa Rekkles bisa masuk ke dalam daftar ini dan bukan Doublelift? Jika dilihat dari beberapa permainan yang dilakukan oleh Rekkles kemarin, pemain berusia 21 tahun ini bermain terlalu takut meskipun menggunakan salah satu Pocket Pick miliknya, Sivir. Dari statistik, Rekkles hanya menghasilkan damage sebesar 27,1% untuk team.

Salah satu pemain veteran League of Legends, Forg1ven bahkan mengkritik permainan Rekkles. Jika dibandingkan dengan pemain ADC lain, seperti PraY, Doublelift, Uzi, dan bahkan Betty, mereka mampu meningkatkan statistik damage output mereka dari 90% menjadi 110% (melihat perbandingan statistik di Worlds 2017 dengan MSI 2018). Sedangkan Rekkles, ia mengalami penurunan hingga ke angka 80% dari jumlah damage yang ia hasilkan.

Pemilihan champion yang dilakukan Rekkles justru membuat Fnatic kehilangan pressure di Early Game, ketika tim-tim lain memilih champion yang mampu memberikan pressure tinggi di Early Game.

Support: Olleh (Team Liquid)


olleh msi 2018

Olleh tampil sangat mengecewakan di MSI 2018 sejak Day 1. Ia sering tertangkap oleh tim lawan dan mati konyol karena melakukan over push. Ia tak bermain seperti biasanya, di mana tampil konsisten selama pagelaran NA LCS Spring Split 2018. Pengambilan keputusannya ketika memainkan Tahm Kench, Alistar, dan Braum kerap dipertanyakan, karena champion seperti Janna dan Morgana dianggap lebih cocok untuk digunakan.

Ketika pemain-pemain lain, seperti SwordArt, Ming, GorillA, dan Hylissang memperlihatkan permainan yang dapat mengubah jalannya pertandingan, Olleh justru bermain buruk.

Akan tetapi, Olleh masih tetap dikenal sebagai salah satu Support terbaik di NA LCS terlepas dari permainan buruknya di MSI. Tentu kita masih ingat bagaimana permainan apiknya ketika masih berseragam Immortals, dan juga bagaimana ia membantu Team Liquid menjadi juara di Spring Split kemarin.

==

Semoga para pemain ini mampu bangkit dan tampil lebih kuat lagi di region masing-masing. Jangan lewatkan pertandingan semifinal pertama akan dimulai pada hari ini pukul 17.00 WIB di Channel Garena LoL Esports Indonesia. Ciao!

aris "BTR · Todd" nugraha S

KA ME HAME HAAA!!!! #BTRWIN

Leave a Reply


comments