Ada Andil SKT T1 di Balik Performa Bagus Semifinalis Worlds 2018

Ada Andil SKT T1 di Balik Performa Bagus Semifinalis Worlds 2018
SK Telecom T1 (SKT T1) Logo

Halo Summoners,

Pagelaran Worlds 2018 tak terasa sudah mencapai babak Semifinal. Empat tim terbaik saat ini tengah berusaha untuk mendapatkan gelar juara dan menahbiskan diri sebagai yang terbaik di dunia. Keempat tim tersebut adalah Invictus Gaming (IG), Fnatic, G2 Esports, dan juga Cloud9.

Nama-nama besar yang masuk ke dalam Knockout Stage seperti Royal Never Give Up (RNG), kt Rolster, dan Afreeca Freecs harus pulang terlebih dahulu setelah gagal meraih kemenangan. Meskipun digelar di Korea Selatan, tim tuan rumah (LCK) gagal mengirimkan perwakilannya di babak Semifinal.

Kegagalan LCK di World Championship 2018 pun memunculkan istilah baru, yaitu “NO SKT, NO WIN”. Beberapa komunitas menyebut bahwa absennya SKT T1 membuat tim LCK tampak loyo dan tak mampu bersaing dengan lawan-lawannya. Namun, tahukah kalian bahwa sejatinya ada andil dari SKT T1 di balik performa bagus tim Semifinalis di Worlds 2018?

Check this out!

Lee “Duke” Ho-seong (Invictus Gaming)


duke

Bagi kalian yang mengikuti perkembangan esports League of Legends, tentu kenal dengan Lee “Duke” Ho-seong dari Invictus Gaming (IG). Ia merupakan mantan Toplaner SK Telecom T1 (SKT T1) periode tahun 2015-2016. Ia merupakan jebolan generasi emas SKT T1 saat menjuarai Worlds 2016.

Setelah menjuarai Worlds, Duke hengkang dari LCK dan bergabung dengan salah satu raksasa LPL, Invictus Gaming. Di musim keduanya berseragam IG, Duke berhasil memberikan performa yang sangat baik, seperti ketika ia membantu timnya menuntaskan Group Stage (baik Spring maupun Summer) di posisi 1 dan menjuarai Rift Rivals 2018.

Pada Worlds 2018 ini, Duke dan kawan-kawan akan bertemu dengan G2 Esports pada pertandingan Semifinal tanggal 27 Oktober 2018 mendatang. Sebagai perwakilan LPL terakhir di ajang tersebut, tentu Duke ingin membantu timnya melangkah ke babak Grand Final.

Bok “Reapered” Han-gyu


Reapered

Kalian mungkin akan terkaget-kaget dengan kehadiran nama Reapered dalam daftar ini. Pria dengan nama lengkap Bok Han-gyu ini merupakan mantan Toplaner SKT T1 periode 2012-2013. Sebelum menjadi seorang pelatih, ia sempat membela beberapa tim lain seperti Eat Sleep Game dan juga Jin Air Falcons sebagai Jungler.

Reapered memulai karier kepelatihannya di tahun 2015 saat menjabat sebagai pelatih dari tim LPL, EDward Gaming (EDG). Di tahun 2016, ia bergabung ke NA LCS dan menahkodai Cloud9 hingga hari ini.

Reapered SKT T1

Meskipun terbilang cukup muda (saat ini berusia 26 tahun), Reapered berhasil membawa Cloud9 tampil gemilang di turnamen Worlds 2018. Pria yang gemar menggunakan Shaco dan Irelia ini berhasil memutus rangkaian buruk tim NA yang selalu gagal melangkah ke babak Semifinal selama 7 tahun lamanya. Dalam prosesnya, C9 mengalahkan perwakilan LCK, Afreeca Freecs dengan skor telak 3-0.

Di babak Semifinal nanti, Reapered akan memimpin anak-anak asuhnya untuk bertarung melawan perwakilan EU LCS, Fnatic. Pertarungan kedua tim ini akan dilangsungkan pada tanggal 28 Oktober 2018, sehari setelah pertandingan antara IG vs G2 berlangsung.

Tentunya besar harapan fans NA dan juga penggemar SKT T1 untuk melihat Cloud9 mencatatkan sejarah baru di World Championship 2018 ini.

==

Tanpa kehadiran SKT T1 di Worlds 2018, setidaknya para penggemar akan terobati apabila salah satu dari mereka (Duke dan Reapered) bisa membawa pulang gelar juara bergengsi di kancah kompetitif League of Legends kali ini.

Martin Pin

eSports Man ~

Leave a Reply