Ada Apa dengan EU LCS?

Ada Apa dengan EU LCS?
EU_LCS

Di tahun 2017, banyak hal yang berubah di EU LCS, mulai dari drama NiP dan keruntuhan Origen. Bahkan pada Rift Rivals lalu, EU LCS sangat mengecewakan dengan runner-up mereka, Unicorn of Love yang tampil di final dengan rekor kemenangan 3-3. Setara dengan peringkat terbawah Rift Rivals dari utusan NA.

Lantas apa saja hal buruk yang terjadi dengan EU LCS dan CS beberapa waktu belakangan?

Arogansi NiP


Hicham Chahine, CEO dari Ninjas in Pyjamas
Hicham Chahine, CEO dari Ninjas in Pyjamas

Karma kesombongan Ninja in Pyjamas. Ketika Ninja in Pyjamas membeli spot Fnatic Academy dan membuat keputusan membuang semua member Fnatic Academy dan bahkan membuat statement “tak ada tempat untuk member Fnatic Academy”. Ninja in Pyjamas juga merekrut pemain Korea seperti Nagne dan Profit. Apa yang terjadi? Kini “tak ada kemenangan untuk Ninja in Pyjamas. Meskipun babak group stage belum selesai, tetapi Ninja in Pyjamas dipastikan terdegradasi ke EU LCS Promotion. Tak hanya itu mereka akan semakin di hujat oleh fans Fnatic Academy.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan di sini. Mereka terlalu tergesa-gesa merekrut pemain korea dan mengeluarkan member Fnatic Academy. Kekompakan adalah kunci di sini. Member-member baru kemungkinan besar tidak akan memiliki kerja sama yang baik jika dipertemukan. Sedangkan member Fnatic Academy telah bersama sejak berjuang di EU CS. Bisa jadi ini adalah doa dari para fans dan ex member Fnatic Academy?

Revenge is Real


kikis

Masih seputar Ninja in Pyjamas. Pasca dibuang oleh Ninja in Pyjamas, Kikis dan Amazingx direkrut oleh Mysterious Monkeys untuk pembuktian mereka. Kikis dan Amazingx bermain ketika Mysterious Monkeys melawan Ninja in Pyjamas. Hasilnya? NiP semakin jatuh, sedangkan Kikis dan Amazingx berhasil membalaskan dendam teman-teman mereka. Revenge is real, Ninja in Pyjamas malah ditertawakan kini karena balas dendam Kiki dan Amazingx.

 

Kekalahan Fnatic yang tidak perlu tetapi dramatis


ROCCAT

Kekalahan Fnatic melawan ROCCAT adalah hal yang paling lucu yang pernah saya lihat sepanjang EU LCS Summer Split. Mereka kalah dengan sangat dramatis karena terkena comeback oleh ROCCAT di game ke-2 dan mereka juga tidak melawan di game ke-3. Fnatic yang sepertinya terlalu sombong tidak mengakhiri game dan bertele-tele. Sekali lagi, kesombongan mengubah segalanya. Tetapi kekalahan ini tidak membuat Fnatic tumbang. Hingga kini, Fnatic hanya dikalahkan sekali, walaupun kekalahan itu sebenarnya tidak perlu dan memalukan.

Rift Rivals Result: NA>EU


Rift_Rivals_1

Meskipun kata Jensen ini tidak terlalu berarti, tetapi ini juga patut diperhatikan. Bagaimana tidak, Runner-up MSI, G2 Esports tidak dapat berkutik di Rift Rivals. Mereka sangat jatuh dan hanya memperoleh satu kemenangan selama pergelaran Rift Rivals. Begitu juga dengan Tim EU LCS lainya. Bahkan Unicorn of Love yang mewakili final memiliki skor yang sama dengan peringkat tiga dari NA LCS, Cloud9. Ini membuktikan kalau kini NA >>>>>>> EU.

Jatuhnya Paris Saint-Germain


PSG

Paris Saint-Germain yang tampil baik di NA CS musim lalu. Bukanya kemajuan yang dihasilkan oleh Paris-Saint Germain tetapi malah penurunan. Mereka sempat mengganti pemain mereka tepat sebelum 2017 EU CS Summer dimulai. Tetapi hasilnya justru tidak diharapkan. Bersama Origen, Paris Saint-Germain menjadi juru kunci di 2017 EU CS Summer dan terancam turun kasta.

Keterpurukan Origen


xpeke

Ini hal yang paling menyedihkan. Pasca ditinggalkan oleh Zven dan Mithy pada tahun 2016 lalu, Origen semakin terpuruk. Setelah gagal bertahan di 2017 EU LCS Spring lalu, Origen juga gagal di 2017 EU LCS Summer Promotion. Sebelumnya Origen juga tidak berhasil bertahan di 2016 EU LCS Summer tetapi bisa kembali setelah memenangkan 2017 EU LCS Spring Promotions.

Masalah mulai datang dari Origen yang ditinggalkan oleh seluruh membernya dan hanya meninggalkan xPeke hingga terkena denda karena gagal menaati aturan tenaga kerja di Jerman. Harapan sedikit muncul ketika Origen mengambil semua roster Wind and Rain. Origen terlihat siap bertarung di 2017 EU CS Summer.

Kini masalah kembali melanda Origen, tim yang dibangun oleh xPeke ini semakin jatuh dan turun kasta ketiga EU LCS. Xani dan Iluzjonist pun meninggalkan tim ini. Tampaknya 2017 benar-benar tahun yang sangat buruk bagi Origen. Origen butuh kebangkitan agar dapat kembali ke EU LCS.


Tahun ini sepertinya tahun yang buruk bagi EU LCS. Meskipun G2 Esports tampil baik di MSI, Rata-rata tim EU LCS benar-benar buruk sekarang. EU LCS harus bangkit untuk saat ini. Sepertinya benar Perkataan P1 Ryu, “EU dulu lebih baik, sekarang cupu”. Apakah ada lagi yang berhubungan dengan kejatuhan EU? Kembali lagi ke pertanyaan awal, Ada apa dengan EU?

Rafki R. Kurnia

Just a little biographical information to fill my profile.

Facebook 

Leave a Reply