Adrian Tinggalkan Immortals, Bergabung Dengan Phoenix1

Adrian Tinggalkan Immortals, Bergabung Dengan Phoenix1
15078988_1632597387034777_2697298705324851694_n

Sejak jendela transfer dibuka, transfer pemain sudah dimulai. Banyak pemain yang bertahan di timnya sekarang, ada yang pulang kampung, dan ada yang berpindah ke tim baru.

Di region North America (NA), Phoenix1 menjadi tim pertama yang melakukan transfer pemain dengan memboyong Support Immortals Adrian “Adrian” Ma berdasarkan laporan dari ESPN. Berikut adalah statement dari Adrian mengenai kepindahannya ke Phoenix1:

“Aku menghargai tahun bersama Immortals dan kesempatan yang mereka berikan padaku. Selama off-season, aku mempertimbangkan beberapa opsi yang aku miliki dan aku ingin melangkah ke depan di tahun depan.

Setelah berbicara dengan pihak Phoenix1, aku menyadari bahwa mereka memiliki 2 komponen yang membuatku bisa mengambil keputusan dengan mudah; kekuatan pemain domestik seperti Zig dan Inori dimana aku ingin bekerja bersama dengan mereka, dan fresh team yang benar-benar memiliki kesempatan untuk berhasil di babak playoffs.

Selama berbicara dengan owner Phoenix1 Michael Moore, sangat jelas bahwa ia memasukkan kepentingan dan ide-ideku ke dalam tim sebagai pertimbangan. Aku rasa dengan bermain bersama Phoenix1 akan membuatku tumbuh, baik sebagai pemain maupun seorang individu.”

Selama empat split di karirnya sejak 2015, Adrian telah mencatatkan empat kali penampilan di babak playoffs, baik saat bersama Team Impulse di 2015 dan Immortals di 2016,. Adrian menjadi support terkenal di tahun ini karena gaya bermain dan pick yang tidak konvensional, dimana lebih sering memainkan support seperti Nami, Sona, dan Soraka ketimbang menggunakan support meta seperti Braum dan Alistar.

Phoenix1 juga memperpanjang kontrak 3 pemainnya: top laner Derek “Zig” Shao, Rookie of the Split runner-up Rami “Inori” Charagh, dan midlaner Choi “Pirean” Jun-sik. Sementara untuk posisi AD Carry masih belum diumumkan karena Phoenix1 masih menyelenggarakan tryout di posisi AD Carry di Korea Selatan.

Phoenix1 memasuki NA LCS dengan membeli spot Team Impulse yang tidak bisa bisa bertanding lagi di NA LCS karena permasalahan gaji. Phoenix1 mengawali musim dengan buruk, menjadi bulan-bulanan tim lain dan hanya mampu menang 3 kali hingga minggu ketujuh. Namun, mereka berhasil bangkit di minggu ke-8 dan menjadi satu-satunya tim yang mengalahkan Team SoloMid. Phoenix1 berhasil kembali ke NA LCS setelah menang dari Echo Fox 2-0 di Relegation Match.

Laurent Vic

RIP AND TEAR UNTIL IT'S DONE

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply