Siapa yang Mampu Hentikan SK Telecom T1 di MSI 2017?

Siapa yang Mampu Hentikan SK Telecom T1 di MSI 2017?
Faker_

Enam kali jadi juara LCK dan tiga kali juara Worlds membuat SK Telecom T1 menjadi tim terkuat sebagai kandidat juara di MSI nanti.

Berbekal segudang pengalaman sebagai juara dan sekumpulan individu-individu bertalenta (Faker, Peanut, Huni, dkk), SKT mulai mengincar gelar selanjutnya di Mid-Season Invitational. Meskipun mereka telah ditunggu para juara dari masing-masing region, tapi masih sulit rasanya bagi tim lain untuk menghentikan raksasa League of Legends asal negeri ginseng tersebut.

Sejumlah orang menyakini jika ada satu tim mampu melewati SKT maka dapat dipastikan tim itu akan menjadi tim terbaik di dunia selanjutnya dan hal itu hanya dapat dicapai di MSI atau Worlds.

Bagaimana tim ini harus mempersiapkan diri melawan SKT? Dan juga apa saja trik yang perlu diwaspadai untuk menghadapi ancaman ini?


Selama spring split kemarin, ada beberapa catatan menarik tentang SKT dalam menghadapi berbagai ancaman ini.

SKT hanya kalah 2 kali dari 18 pertandingan (dari Affreca Freecs dan Samsung Galaxy) regular dengan catatan kemenangan 76%.

Setelah legendaris jungler, Bengi, pergi ke Tiongkok untuk bergabung bersama Vici Gaming, SKT memberikan posisi jungler kepada Peanut serta mengganti Duke dengan toplaner baru agresif, Huni.

Meskipun kedua pemain ini sedang tidak berada pada perform terbaik mereka selama spring split namun win rates dari Lee Sin (Peanut) dan Rumble (Huni) memiliki rekor 100%. Kehadiran orang ke-6 dan ke-7, yakni Blank dan Profit dapat memberikan tenaga ekstra ketika tim sedang memiliki performa yang buruk.

Lee Sin, Rumble, Blank dengan 100% winrates
Lee Sin, Rumble, Blank dengan 100% winrate

Sebuah konsistensi yang mengagumkan, SKT mengakhiri spring split dengan rekor 16-2, serta memenangkan 32 pertandingan dari total keseluruhan 42 pertandingan. Catatan menarik lainnya adalah SKT meraih KDA terbaik pada semua posisi yang membuat musim sempurna bagi SKT.

KDA pada setiap role
KDA pada setiap role

Dominasi SKT tidak hanya berhenti sampai disitu, keberhasilan mereka menang sempurna 3-0 atas KT Rolster di partai final membuat SKT meraih gelar ke-6 mereka.

Kehilangan Bengi dan Duke tidak membuat performa SKT menjadi menurun, walaupun mereka menggantinya dengan pemain yang sepadan dan berkualitas.

Lalu, apa yang membuat SKT tetap bertahan sebagai juara dan justru menjadi lebih kuat lagi?


Jawabannya adalah mereka mempelajari 10 game yang membuat mereka kalah dan memikirkan caranya untuk menang dengan mencoba lagi dan lagi serta menganalisa kelemahan tim mereka sendiri.

Dampaknya tentu saja adalah SKT menyesuaikan kebutuhan gaya bermain mereka. Dengan melakukan strategi “slow starter”, idenya adalah menahan setiap serangan musuhnya maka SKT akan melakukan counter attack pada mid-late game.

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana strategi ini dapat sukses dilakukan?


Kuncinya adalah duo bot SKT, Bae “Bang” Jun-sik dan Lee “Wolf” Jae-wan yang memiliki kemampuan untuk tetap stabil dan mampu menahan musuh mereka meskipun Bang memainkan ADC yang lebih lemah dari musuhnya.

Kemampuan unik dari seorang Bang adalah ia mampu memainkan champion ADC tanpa memperhatikan kelemahan dan kekuatan dari ADC tersebut tetapi ia tetap mampu menunjukkan kekuatan dari champion tersebut. Akibatnya, tentu saja kemungkinan besar ia akan kalah di lane tetapi top dan mid laner SKT akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengubah kondisi ini menjadi sebuah kemenangan.

Berikut ini ada sebuah video menarik dari Ezreal Bang meskipun Ashe, Varus, Jhin tengah menjadi prioritas pick saat itu.

Namun, strategi ini tidak selalu berhasil. Ada suatu kondisi ketika 2nd tower telah hancur maka alur permainan berubah dan menjadi keuntungan bagi tim lawan. Untuk melakukan strategi ini, dibutuhkan satu teamfight bersih dan mampu menghancurkan tower musuh yang mana menjadi masalah di awal permainan.

Dua kekalahan yang dialami oleh SKT disebabkan karena permainan agresif dari lawan sejak awal permainan dan terus berlangsung hingga akhir permainan. Hal ini menjadi tips penting bagi tim-tim lain guna menghadapi SKT.

 Ini adalah pick-ban champions ketika SKT mengalami kekalahan
Ini adalah pick-ban champions ketika SKT mengalami kekalahan

Tim lain mungkin telah menyadari strategi ini dan mencoba melakukan hal yang sama seperti Affreca Freecs dan Samsung Galaxy. Akan tetapi, SKT mengatasi hal ini dengan cara mengambil beberapa champions (Rumble, Lee Sin, Cassiopeia, Orianna atau Ezreal) yang mampu mengubah keadaaan sepanjang pertandingan. Ini akan memaksa tim lain untuk melakukan banning pada champions late-game serta berusaha mengambil keunggulan di lane.

Namun hal ini tidaklah mudah. Kehadiran Faker dengan champion pool yang sangat luas membuat tim lawan berfokus pada dirinya seorang. Di waktu yang sama, mereka akan melepas sejumlah champion dari Peanut (Lee Sin) dan Huni (Rumble). Hal ini harus dipertimbangkan bagi tim-tim di MSI guna menghadapi SKT nanti.

Dengan sistem Bo1, siapa yang akan mengalahkan SKT?


Group Stage nanti akan menggunakan sistem Bo1, dan masing-masing tim akan bertemu sebanyak 2 kali. Hal ini berarti kita akan melihat hasil-hasil yang tidak terduga.

Pada urutan terdepan tentu saja, Flash Wolves, akan menjadi tim yang diunggulkan selain SKT. Kemampuannya dalam menghadapi tim-tim korea di kancah internasional (alasannya dapat kalian baca disini) membuat mereka menjadi salah satu unggulan di group stage nanti. Tim lainnya adalah Gigabyte Marines (GAM), dengan hasil yang mengagumkan sepanjang 1st round di MSI. Sangatlah layak jika Gigabyte Marines akan memberikan kejutan di group stage nanti.

Flash Wolves, tim yang selalu memberikan kejutan saat berhadapan tim LCK
Flash Wolves, tim yang selalu memberikan kejutan saat berhadapan tim LCK

Apa yang kita lihat di LCK kemarin bukan kekuatan penuh dari SKT. Mereka telah membuktikan bahwa mereka dapat menahan early-mid game dengan surprise pick. Mungkinkah kita akan melihat dominasi dari SKT lagi? Ataukah tim-tim bukan unggulan malah yang akan meraih kemenangan?

Kita akan menemukan jawabannya kurang dari 24 jam lagi di channel YouTube Garena LoL Indonesia nanti subuh pukul 01.00 WIB.

KA ME HAME HA!!

Leave a Reply