Analisis: Apa yang Terjadi dengan SK Telecom T1?

Analisis: Apa yang Terjadi dengan SK Telecom T1?
Bang_SKT

Untuk pertama kalinya, tim sebesar SK Telecom T1 mengalami kekalahan empat kali secara beruntun di LCK.

Dengan tiga gelar Worlds Championship dan enam gelar LCK di tangan, sangat sulit untuk dipercaya bahwa tim terbaik di dunia, SK Telecom T1, harus menelan kekalahan sebanyak empat kali secara beruntun di LCK dan sembilan kali secara beruntun di seluruh turnamen termasuk Rift Rivals. Hal ini tentu saja menarik perhatian dari seluruh kalangan pihak.

Apa yang terjadi dengan SK Telecom T1? Bagaimana dan sejak kapan hal ini terjadi?


SKT

Untuk mengetahui apa yang terjadi dengan SK Telecom T1, kita perlu melihat jauh ke belakang tentang perjalanan singkat mereka. SK Telecom T1 adalah tim yang berisikan talenta-talenta berbakat dengan beberapa posisi yang memiliki pemain cadangan, yaitu Top dan Jungle.

Marin-Easyhoon
Marin merupakan pilar SKT dan Easyhoon sebagai pelapis dikala Faker inkonsisten

Memasuki tahun 2014,  SK Telecom T1 melakukan perombakan yang mana tim Korea ini sempat terbagi menjadi dua tim, yaitu SK Telecom T1 S dan SK Telecom T1 K.

SK Telecom T1 K yang pada saat itu mampu mengungguli SK Telecom T1 S, membuat SK Telecom bergabung menjadi satu sehingga terbentuklah SK Telecom T1 sekarang. Dengan perubahan ini, pelatih kkOma juga mengimplementasikan sistem baru, yaitu memasukkan pemain cadangan di posisi Mid dan Jungle.

Pada saat itu, starting line-up dari SK Telecom T1 adalah Marin (Top), Bengi (Jungle), Faker (Mid), Bang (ADC), dan Wolf (Support) serta posisi sub ada Easyhoon (Mid) dan Tom (Jungle). Bengi yang bermain pada saat itu bergantung kepada meta serta permainan inkonsisten Faker sejak gagal di Worlds season 3 membuat Easyhoon dan Tom datang sebagai penyelamat bagi SK Telecom T1. Kedua pemain ini akan selalu ada ketika Faker dan Bengi sedang bermain buruk. Dengan komposisi pemain seperti ini, SK Telecom T1 berhasil menjadi juara Worlds season 5.

skt blankk
Blank yang menjadi supersub bagi SKT

Lanjut ke tahun 2016, SK Telecom T1 menambahkan tiga pemain sekaligus ke squad mereka. Ada Duke, Blank dan Scout. Sebelum memasuki Worlds 2016, SK Telecom T1 hanya mampu finis di posisi ke tiga dan gagal melaju ke partai final pada Spring Split. Pada MSI 2016, SK Telecom T1 harus kalah empat kali secara beruntun. Sebuah hal yang cukup mengejutkan para penggemar mereka.

Menghadapi Samsung Galaxy di partai puncak Worlds season 6, SK Telecom T1 tampil kurang menyakinkan meskipun mereka tetap memenangkan pertandingan tersebut. Bengi yang kembali menunjukkan performanya di partai puncak pada dua game awal, justru bermain kurang maksimal di game ketiga sehingga ia digantikan oleh Blank.

Sedangkan Blank yang menggantikan posisi Bengi, tidak dapat memberikan kontribusi bagi SK Telecom T1 pada saat itu. Lalu, Scout yang merupakan salah satu Midlaner terbaik memilih meninggalkan SK Telecom T1 setelah membela selama satu split karena menginginkan posisi starter sebagai pemain. Kemudian, Duke yang menggantikan Marin, tidak memenuhi ekspektasi dari para fans serta kurang mampu memberikan performa terbaiknya seperti pada saat ia membela Najin. Walaupun, mereka tetap memenangkan Worlds 2016, mereka harus bermain lima pertandingan yang sangat sengit dan menegangkan melawan Samsung Galaxy. Akhirnya, SK Telecom T1 kembali merombak squad mereka.

Dari kisah perjalanan itu, pelatih kkOma jelas memiliki sejumlah pemain cadangan untuk tetap menjaga permainan terbaik mereka. Untuk menjaga ritme tersebut, di tahun ini, SK Telecom T1 mendatangkan empat pemain baru, yaitu Untara dan Huni (Top), Peanut (Jungle) dan Sky (Mid).

Huni dan Peanut tentu saja akan menjadi starter mengingat track record permainan mereka ketika bermain di Immortals dan ROX Tigers kala itu. Selain itu, kemampuan mekanik dari Huni dan Peanut yang tak perlu diragukan lagi tentu saja memberikan dampak besar pada permainan SK Telecom T1. Huni memiliki kemampuan laning phase yang sangat baik sedangkan Peanut memiliki kemampuan ganking serta agresivitas yang sangat tinggi sebagai seorang Jungler.

Tapi, di balik kelebihan mereka tersebut, tentu saja ada kelemahan dari Huni dan Peanut. Mereka sama-sama memiliki kelemahan yaitu suka bermain terlalu agresif sehingga memberikan kesempatan bagi musuh untuk menghukum setiap kesalahan dalam pergerakan yang dilakukan oleh kedua pemain ini. Salah satu contohnya adalah ketika SK Telecom T1 vs Samsung Galaxy, di menit ke-11, Huni berusaha menjaga turret topnya agar tidak hancur, namun hal itu menjadi petaka karena Huni justru tertangkap dan turret juga hancur pada saat teman-temannya yang lain sedang mengambil Dragon. Kesalahan-kesalahan ini seharusnya terjadi pada solo queue bukanlah pada pertandingan kompetitif.

Hal ini bukan saja terjadi pada Huni. Peanut juga melakukan kesalahan-kesalahan kecil layaknya bermain seorang ranked solo queue. Misalnya saja, di game kedua, SK Telecom T1 vs Afreeca Freecs pada menit 32, Peanut tertangkap ketika berusaha menghancurkan ward sendirian. Ini memberikan kesempatan bagi Afreeca Freecs untuk mendapatkan Baron.

Memiiki seorang pemain cadangan tentu saja bertujuan untuk menjaga ritme dan mental permainan sebuah tim. Namun, hingga saat ini, hampir semua pemain SK Telecom T1 tidak mampu menjawab hal ini. Perubahan meta yang sangat cepat dari Top yang menjadi Bruiser memberikan dampak signifikan ke jalannya pertandingan. Bagi SK Telecom T1, setiap anggota perlu mempersiapkan diri agar tidak terjatuh lagi untuk kesekian kalinya.

Selain di posisi Top dan Jungle, Mid dan Bot lane SK Telecom T1 juga memiliki masalah. Selama beberapa pertandingan terakhir, Faker menunjukkan penurunan performa yang cukup jelas serta sering overextended di Mid lane. Ini berdampak pada hasil buruk yang menimpa SK Telecom T1. Lalu, di posisi Bot lane, duet Bang dan Wolf juga mulai goyah. Wolf terlihat beberapa kali yang sering tertangkap ketika berusaha menghancurkan ward atau juga saat hendak menaruh sebuah ward yang akhirnya memberikan kill gratis bagi tim lawan. Kemudian, Bang pernah terbunuh meskipun masih memiliki summoner spells.

Sebuah pertanyaan besar tentunya, apa yang terjadi dengan SK Telecom T1?


SKT_Faker

Salah satu jawaban pasti adalah mental. Mental SK Telecom T1 mulai menurun sejak Rift Rivals kemarin. Bukti nyatanya adalah kekalahan SK Telecom T1 dari Team WE. Lalu disusul dengan kekalahan-kekalahan selanjutnya di LCK. Kemudian, adanya perubahan meta dari Top lebih mengarah ke Bruiser, Jungle yang sekarang lebih ke Jungle Tank karena perubahan Cinderhulk serta support yang lebih banyak menggunakan Thresh dan Braum.

Ini menjadi kelemahan SK Telecom T1 tersendiri mengingat, Huni yang suka bermain agresif dengan champion Bruiser sehingga mudah tertangkap bagi tim lawan. Sedangkan, Peanut sangat terkenal dengan menggunakan Lee Sin dan kita mungkin hampir sangat jarang melihat Peanut bermain Sejuani atau Gragas. Alhasil, tentu saja dapat ditebak, Peanut bermain menjadi kurang efektif. Wolf juga memiliki masalah yang sama, Wolf sangat dikenal dengan support-mage, seperti Zyra dan Nami. Perubahan meta yang mengarah support-tank memberikan kesulitan bagi Wolf untuk menggunakan support-tank ditambah lagi kurangnya latihan yang menurut Wolf memberikan pengaruh tersendiri ke permainannya.

Jadi, apa yang  harus dilakukan SK Telecom T1?


skt kkoma

Beradaptasi dan bangkit. Mau tidak mau, SK Telecom T1 harus mempersiapkan diri lebih baik di meta sekarang dan bangkit lagi dari keterpurukannya saat ini terutama ketika melawan Ever 8 Winners. Mereka tidak boleh terpeleset lagi seperti di game-game sebelumnya. Kemudian, pelatih kkOma dapat mencoba untuk menurunkan Sky apabila Faker masih menunjukkan inkonsisten dalam permainan. Seperti di tahun-tahun sebelumnya, Easyhoon dan Scout selalu ada bagi SK Telecom T1 pada saat Faker menunjukkan inkonsisten permainan.

Kemudian, yang dibutuhkan oleh SK Telecom T1 sekarang adalah kemenangan. Kemenangan guna menjadi momentum baru bagi mereka. Seperti kata pelatih kkOma, “Kami mungkin mengalami penurunan, tapi kami tidak akan pernah runtuh” yang mana berarti SK Telecom T1 pasti akan bangkit lagi. So, tunggu saja guys kebangkitan Faker dan kawan-kawan dan tetap dukung SK Telecom T1 hingga akhir!

 

KA ME HAME HA!!

Leave a Reply