Andre: “Kalau Ada ADC Se-Tier Chupper, Gua Bakal Balik Support”

Andre: "Kalau Ada ADC Se-Tier Chupper, Gua Bakal Balik Support"
andre
Andre saat bermain untuk Kanaya Gaming (KG)

Kemenangan TEAMnxl> atas Fortius Gaming tidak lepas dari roster mereka yang berubah di pertengahan LGS.

Setelah kalah dari Phoenix Esports 0-2, TEAMnxl> melakukan perubahan roster. Samux yang sedang underperform ditambah kesibukannya sebagai pelajar SMK membuatnya harus absen pada minggu keempat. Sebagai gantinya, rekan lama rubeN dan Oceans11 di Kanaya Gaming, Alvin “Vinsanity” Risdianto masuk untuk menjadi support, dan Andre “Andre” Culham berpindah ke ADC.

Tak disangka, ternyata permainan Andre sebagai ADC memberikan NXL kekuatan yang mereka perlukan untuk bangkit kembali di LGS. Bersama Vinsanity di bot, Andre berhasil membuat kaget Headhunters dan Fortius, 2 tim yang sedang berada di atas NXL saat ini. Keduanya ditahan seri 1-1 oleh NXL – hasil yang sebenarnya tidak memuaskan bagi tim juara bertahan LGS ini, namun penting mengingat mereka sedang butuh kemenangan.

“Gara-gara waktunya mepet, akhirnya gua menawarkan diri (untuk jadi ADC) setelah dibujuk sama Alvin,” ungkap Andre. Ini adalah pertama kalinya ia bermain sebagai AD di kompetitif, namun hasilnya ternyata cukup memuaskan. “Sebenernya tadinya hanya solusi sementara, tapi sinergi timnya malah jadinya bagus,” tambahnya.

Selama 4 game Andre menjadi ADC, ia mengumpulkan KDA sebanyak 22/14/32 (average 3.86) dengan rata-rata 6.95 CS per menit. Sebagai perbandingan, ADC tim Fortius dan mantan rekan satu timnya Chupper memiliki rata-rata 7.65 KDA dan 7.35 CSPM. Terlihat jauh? Ya. Tetapi perlu diingat juga bahwa Andre saat ini bermain dari Singapura karena kesibukannya sebagai mahasiswa di Nanyang Technological University (NTU). Ditambah lagi dengan kondisi TEAMnxl> yang sedang kritis, solusi sementara ini nampaknya berjalan di arah yang benar.

kggpl
Vinsanity, Chupper, Oceans, Andre dan Pokka di GPL Summer 2016

Pemain yang sudah berkarir di LGS sejak Season 2 ini mengaku tidak punya strategi in-game yang spesifik saat mengalahkan Fortius di game pertama. “Kalo rencana buat gank itu situasional. Kita masuk ke game respect mechanic player masing-masing, jadi ga pernah fokus ke satu player atau lane untuk di gank terus-terusan.” ujar Andre. “Yang kita exploit adalah pick and ban Fortius yg bisa ditebak dari minggu-minggu sebelumnya, dan juga dari informasi champion pool Kenny (Chupper) dari season pas masih setim.”

Di game pertama tersebut, NXL mem-ban Jayce, Jhin, LeBlanc, Maokai dan Nautilus. 3 dari champion tersebut adalah champion yang biasa diambil Square – sedangkan Jhin dan LeBlanc adalah power pick di patch 7.3 yang memang sepantasnya terkena ban.

Tampaknya setelah hasil pertandingan 2 minggu lalu, TEAMnxl> akan mempertahankan lineup mereka saat ini untuk pertandingan-pertandingan kedepannya. Beberapa pihak juga mengatakan bahwa Andre lebih bersinar sebagai ADC dibanding support. Namun Andre tidak berpikir seperti itu.

“Bersinar itu kan relatif ya. Gw kalo main support tugas gw itu untuk warding, cover dan peel. Kalo main ADC, push, position yg benar, dan memberi damage semaksimal mungkin. Jadi saat gw pakai ADC mungkin terlihat lebih ada impact. Tetapi, saat laning phase botlane sebenernya lebih tergantung ke support,” jelasnya.

Jadi, Andre lebih suka main support, atau ADC? “Gw sebenernya lebih suka main support karena impact gw di early game bisa lebih besar. Tapi kalau dipasangkan dengan ADC yang kurang berpengalaman, jadinya mau make play jadi fail semua. Di saat ini tim kita belom ada ADC setier Chupper, dan kalau ada, gw dengan senang hati akan pindah balik ke role support.”

Di akhir wawancara, Andre menitipkan salam untuk Vinsanity yang rela bergabung dengan TEAMnxl> walaupun sedang sibuk dengan kegiatan studinya. “Gw gak mungkin ninggalin temen-temen gw,” ujar Andre menirukan ucapan Vinsanity.

fusion jazz - vaporwave - instrumental hiphop

Facebook Twitter 

Leave a Reply