Bagaimana Tim-Tim League of Legends Dapat Mempunyai Banyak Fans Fanatik

Bagaimana Tim-Tim League of Legends Dapat Mempunyai Banyak Fans Fanatik
cux-ufbuiaqmzrs-jpg-large

Dalam pagelaran World Championship 2016 ini tidak lengkap rasanya kalau kita tidak mengulas keberadaan fans. Fans sudah menjadi darah daging untuk League of Legends. Banyak dari mereka yang rela melakukan apa saja demi tim kesukaaNnya. Seperti membeli Skin Champions, Summoners Icon, atau pun Ward Skin agar berpenampilan seperti tim yang dia sukai. Hingga membeli merchandise seperti t-shirt, headset, topi, dll yang sesuai dengan tim mereka sambil datang langsung menyaksikan tim tersebut berlaga di aja World Championship 2016.

Tentu saja hal-hal yang saya sebutkan di atas  membutuhkan uang yang tidak sedikit, tetapi mengapa mereka rela melakukan hal tersebut? Ada beberapa alasan mengapa fans menjadi sangat fanatik terhadap sebuah tim di League of Legends.

Faktor Pertama: Kesuksesan

skt-t1-season-3-lol-world-champs

Hal utama dan yang paling mencolok adalah kesuksesan sebuah tim. Biasanya juara pertama akan mendapat penggemar yang banyak dan lama kelamaan menjadi fans fanatik, sebaliknya dengan tim yang kalah. Penggemar mereka akan satu per satu berkurang dan yang tersisa hanyalah sedikit penggemar yang merupakan fans fanatik yang akan terus mendukung tim tersebut menang ataupun kalah.

_86137870_19666819950_21d155f4ca_o

Salah satu contohnya adalah Fnatic. Saat Fnatic menjadi tim papan atas dunia banyak sekali fans yang bernyanyi dan menyoraki mereka. Namun saat Fnatic tidak bermain di World Championship maka para penonton pun berkurang. Ini karena mereka sudah menjadi fans fanatik dari Fnatic.

Sekarang yang ada hanyalah para penggemar dari tim-tim besar lainya yaitu SKT T1, TSM, ROX Tigers, Edward Gaming, dll. Mereka mempunyai dampak yang besar bagi jumlah penonton yang hadir di World Championship 2016.

Meskipun ada faktor lain yang bertentangan dengan kesuksesan. Seperti Renegades, Renegades hanyalah tim kecil di NA LCS tetapi mempunyai penggemar yang banyak. Hal ini sepertinya karena faktor Rokie dalam turnamen dan video perjalanan yang mereka buat di YouTube. Banyak penggemar menjagokan Renegades dan berharap Renegades menjadi tim papan atas Amerika karena kerja keras mereka dari bawah.

Faktor Kedua: Kepribadian

6eu6mi244b5krkmf3zzmlx-650-80

Para fan fanatik tidak hanya datang karena tim saja, tetapi juga dari para pemain. Banyak fans fanatik yang suka SKT T1 karena di situ ada Faker. Ada pula yang menyukai CLG karena keberadaan Huhi di dalamnya, atau Forg1ven di H2K. Para pemain tersebut mempunyai kepribadian yang menarik. Ceria, Bersemangat, lucu, dan larismatik itu manjadi daya tarik sendiri untuk para fan fanatik. Untuk mendapatkan basis penggemarnya sendiri tim-tim kecil juga berusaha memakai cara tersebut. Mereka merekrut para pemain yang mempunyai kepribadian yang unik, sehingga membuat fans senang melihat permainan mereka didalam maupun di luar turnamen.

Phoenix1 dan Roccat adalah tim yang menggunakan trik tersebut. Walaupun didalam turnamen mereka tampil buruk, tetapi masih saja banyak fans mendukung mereka. Phoenix1 sangat optimis fans mereka tidak akan berkurang walaupun mereka medapatkan hasil 0-9 di NA LCS Split. Kebanyakan fans fanatik dari Phoenix dan Roccat datang dari media sosial seperti reddit. Mereka merupakan orang-orang yang sering online, ramah, terbuka, dan suka mencoba hal-hal baru. Setelah itu mereka membuat fans base dan hadir mendukung tim tersebut di dalam turnamen LCS.

q3i3xz6tnsla59btd7kpqx-650-80

Sebetulnya bukan hanya kepribadian baik saja yang menjadi daya tarik. Begitu halnya dengan kepribadian buruk. Contohnya bagaimana sang manajer G2 membuat timnya dijuluki “Bad Boys” karena pemain – pemainnya yang arogan.

Faktor Ketiga: Loyalitas

Faktor terakhir yang tidak kalah penting bagaimana tim-tim League of Legend dapat mempunyai banyak fans fanatik adalah loyalitasnya. Kesuksesan dan Kepribadian tidak akan sempurna tanpa loyalitas antara pemain dan tim. Kita lihat saja pada TSM mereka mempunyai loyalitas pemain yang tinggi terhadap timnya. Dalam diri mereka, Para pemain memiliki tujuan untuk membawa tim menjuarai World Championship. Walaupun hingga saat ini angan-angan itu belum terwujud.

oacneg6mj3knn2sdy8ksmx-650-80

Phoenix1 juga mencoba untuk membuat loyalitas di timnya. Walaupun mereka terpuruk dalam turnamen, sang manajer tetap percaya dan memberikan semangat kepada para pemainnya untuk tetap tampil maksimal dan tanpa beban. Phoenix1 tentu saja tidak menargetkan timnya untuk menjuarai Worlds, tetapi bagaimana perjalanan mereka untuk tetap exsis di NA LCS sudah cukup. Hal itu bisa dijadikan video dan perjalanan menarik dari bagaimana mulanya tim tersebut terbentuk dan usaha-usaha mereka untuk mengapai target tim.

Namun cerita yang terbalik dilalui oleh G2. Mereka tidak menginginkan loyalitas tim. Mereka beranggapan kemenangan adalah hal yang utama. Tidak penting mereka baik atau buruk loyal atau tidak selama mereka memenangkan pertandingan hal tersebut sudah cukup. Oleh karena itu juga banyak yang membenci G2. Tetapi hal itulah juga yang membuat G2 manjadi unik dan menarik untuk ditonton.

World Championship dan turnamen besar lainnya menghadirkan banyak cerita menarik di dalamnya. Fans merupakan pahlawan tanpa tanda jasa didunia Esport. Mereka merupakan mesin penggerak majunya dunia Esport. Hidup matinya suatu organisasi esport tergantung pada dukungan dari fans mereka. Begitu pula halnya dengan tim di League of Legends. Masih banyak tim League of Legends yang tetap bertahan di kerasnya kehidupan eSports berkat dukungan fans mereka.

World Championship 2016 sudah dimulai dua minggu lalu. Tentu saja akan banyak cerita yang diberikan oleh para fans. Sesudah Worlds akan ada tim yang mendapat penggemar baru tetapi ada juga yang akan kehilangan fansnya. Dan hal itu yang membuat League of Legends semakin menarik untuk ditonton. Lalu siapakah tim favorit kalian, dan mengapa kalian memilih tim tersebut?

Best Leader is A Great Support. Cheer Up Baby!

Facebook Twitter  

Leave a Reply