Beberapa Fakta Unik Seputar World Championship 2018 Finals

Beberapa Fakta Unik Seputar World Championship 2018 Finals
Finals

Besok akan menjadi hari yang bersejarah karena World Championship 2018 akan memasuki panggung terakhir. Fnatic dan Invictus Gaming (IG) akan saling berjuang, memperebutkan gelar juara dan status sebagai tim terbaik di dunia.

Munhak Stadium yang bertempat di kota Incheon, Korea Selatan dipilih sebagai arena pertarungan Fnatic dan Invictus Gaming. Stadion besar berkapasitas 49 ribu orang itu akan menjadi saksi lahirnya juara baru atau kembalinya sang juara dari era lama kompetisi League of Legends.

Sebelum memulai babak Final, ada beberapa fakta menarik seputar babak Final yang tidak boleh dilewatkan begitu saja, Berikut adalah beberapa fakta menarik seputar World Championship 2018 Finals.

Untuk Pertama Kalinya Sejak 2011, Tidak Ada Tim LCK di Final


Score

Sejak pertama kali terjun ke kancah kompetitif pada tahun 2012 silam, tim-tim LCK selalu menunjukkan dominasinya dan setidaknya selalu mengirimkan satu timnya di babak Final. Dominasi ini semakin kuat kala SK Telecom T1 dan KOO Tigers sama-sama melangkah ke babak Final pada Worlds 2015. Pada dua tahun berikutnya, kita kembali melihat pertarungan dua tim LCK di Final.

Pada tahun ini untuk pertama kalinya sejak 2011, kita tidak akan melihat satupun tim LCK di babak Final meskipun Worlds tahun ini bertempat di Korea Selatan. Gen.G yang diisi oleh juara bertahan sudah tumbang di Babak Grup sedangkan Afreeca Freecs dan kt Rolster sudah harus mengubur harapannya meraih gelar juara usai kalah di Perempatfinal.

LPL Berpeluang Meraih Gelar Juara Dunia Pertamanya


Invictus Gaming

LPL memang termasuk sebagai salah satu region terkuat saat ini, namun status tersebut masih menjadi perdebatan lantaran sejauh ini masih belum ada satupun tim LPL yang berhasil meraih gelar juara.

LPL memang sempat mendapatkan peluang tatkala Royal Club berhasil melangkah ke babak Final pada Worlds 2013, namun di Final mereka justru dibantai oleh SK Telecom T1 K 0-3. Meskipun Star Horn Royal Club berhasil mengulangi keberhasilan yang sama pada tahun berikutnya, lagi-lagi mereka gagal usai ditaklukkan Samsung White 1-3.

Setelah itu, tidak ada lagi tim-tim LPL yang berhasil menyentuh babak Final sampai tahun ini. Invictus Gaming selaku harapan terakhir LPL berpotensi untuk merebut gelar juara dunia pertamanya, baik bagi tim maupun bagi region LPL.

Fnatic Berpeluang Meraih Gelar Juara Kedua


Fnatic

Dari seluruh tim Barat baik dari NA maupun EU, Fnatic adalah satu-satunya tim yang pernah meraih gelar juara dunia pada tahun pertama World Championship. Setelah itu, Fnatic gagal mempertahankan dan merebut kembali gelar juara yang pernah mereka raih sampai tahun ini.

Dengan keberhasilan melangkah ke babak Final, maka Fnatic kini memiliki peluang untuk kembali meraih gelar juara yang pernah mereka raih dulu. Jika Fnatic berhasil meraih gelar juara, mereka tak hanya menjadi tim barat yang mampu meraih gelar juara dunia dan meningkatkan prestise EU tapi juga menjadi motivas untuk mempertahankan gelar juara saat Worlds menyambangi EU tahun depan.

Tim Pemenang Worlds Selalu Diisi oleh Pemain Asli Region Tersebut


SSG_CHAMPIONS

Jika kita melihat lagi roster setiap tim juara Worlds pada tahun-tahun sebelumnya, kita akan menemukan bahwa setiap pemain yang ada di tim tersebut berasal dari region yang sama.

Dimulai pada tahun 2011 Fnatic menjuarai dengan roster EU, Taipei Assassin menjadi juara dengan roster LMS, dan tim-tim Korea seperti SK Telecom T1, Samsung White, dan Samsung Galaxy menjadi juara dengan roster LCK. Tidak ada satupun pemain yang berasal dari luar region tim-tim tersebut.

Pada Final nanti Fnatic adalah satu-satunya tim yang mengikuti tradisi juara tersebut dengan menggunakan roster EU sedangkan Invictus Gaming menggunakan roster gabungan LPL dan LCK. Final nanti kita akan melihat apakah Fnatic mampu mempertahankan tradisi juara tersebut atau Invictus Gaming berhasil mematahkan tradisi juara.

Ada Kejutan yang Disiapkan oleh Riot pada Final Nanti


PROJECT Hunters
Teaser PROJECT: Hunters yang diumumkan pada Worlds 2017

Saat merlis video berjudul Riot Pls pada Agustus lalu, Riot sempat mengatakan bahwa mereka akan menyiapkan sebuah kejutan besar berupa konten baru yang akan diungkapkan pada saat Worlds 2018 Finals.

Pada tahun lalu, Riot sempat menyisipkan kejutan di mana mereka mengungkapkan teaser skin PROJECT terbaru yang dinamai Hunters. Kira-kira kejutan apa yang akan diperlihatkan oleh Riot? Skin baru atau champion baru?

Gelar Juara Akan Menyempurnakan Tahun Pertama Karier Bwipo


Bwipo TheShy

Jika melihat pemain-pemain rookie pada tahun ini, Bwipo bisa disebut sebagai Rookie tersukses. Bagaimana tidak, semenjak memulai debutnya di EU LCS 238 hari yang lalu menggantikan sOAZ yang cedera, Bwipo berhasil meraih gelar juara EU LCS Spring dan Summer 2018, Semifinalis Mid-Season Invitational 2018, dan kini menjadi Finalis Worlds 2018.

Pada Worlds tahun ini, Bwipo juga lebih sering dimainkan daripada sOAZ dan menjadi salah satu pilar utama kemenangan Fnatic. Fleksibilitas pick dan kemampuan belajar serta adaptasi permainan yang sangat cepat menjadi kekuatan utama Bwipo.

Jika Bwipo berhasil meraih gelar juara Worlds 2018, maka Bwipo bisa menutup tahun pertama kariernya dengan kesuksesan yang besar dan berpotensi menjadi salah satu Rookie tersukses dalam sejarah kancah kompetitif League of Legends.

==

World Championship 2018 Finals akan dimulai besok, diawali dengan Opening Ceremony yang akan dimulai pada jam 13:00 dan dilanjutkan dengan pertandingan Final pada jam 13:30. Kira-kira siapakah nanti yang akan berhasil mengangkat Summoner’s Cup di Incheon?

Laurent Vic

RIP AND TEAR UNTIL IT'S DONE

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply