Beginilah Situasi yang Terjadi Saat Caps Mengunci Vayne Mid

Beginilah Situasi yang Terjadi Saat Caps Mengunci Vayne Mid
caps are you serious

Pick Vayne Mid yang muncul pada game ketiga EU LCS Summer Playoffs 2018 antara Fnatic vs Misfits memang menciptakan kejutan. Selain membawa kembali Vayne yang tidak terlihat pada musim ini, champion dengan julukan The Night Hunter tersebut juga dimainkan pada posisi yang tidak lazim.

Awalnya apa yang dilakukan Caps terlihat seperti troll pick. Sejak early game Caps terlihat kesulitan untuk meladeni Misfits yang sebagian besar picknya terdiri dari para Tanker seperti Sion, Olaf, Galio dan Alistar. Keadaan ini juga membuat Fnatic semakin tertekan sampai akhirnya Caps berhasil mencetak sebuah play yang langsung membalikkan keadaan.

Setelah mencetak play tersebut, keadaan langsung berbalik dan Fnatic berhasil memenangkan game ketiga. Banyak yang memuji Caps atas keberaniannya menggunakan pick yang tidak konvensional, terutama pada laga penting seperti Semifinal EU LCS Summer Playoffs 2018.

Satu hal yang baru diketahui oleh publik adalah keputusan Fnatic untuk memberikan Vayne kepada Caps rupanya tidak mudah dan sempat terjadi diskusi yang cukup alot. Kalian bisa melihatnya lewat salah satu klip dari Mic Check terbaru dibawah ini.

Pick tersebut berawal dari draft Misfits yang memutuskan untuk mengunci Galio. Melihat komposisi Misfits yang terdiri dari para Tanker, Caps langsung meminta Dylan Falco supaya memperbolehkan dirinya memainkan Vayne. Tentu saja Dylan tidak setuju dan menyarankan pick Corki, namun Caps tetap kukuh dengan keinginannya untuk memainkan Vayne.

Broxah juga sempat ragu dengan keputusan Caps dan menanyakan berulang kali apakah Caps serius dengan pilihannya. Selain itu, wajah Hylissang yang cukup konyol tertangkap kamera seakan memperlihatkan dirinya yang kaget dan tidak percaya dengan keputusan Caps.

DmRHJdXX0AAR7tx

Caps terus berusaha meyakinkan timnya bahwa Vayne akan menjadi pick yang efektif. Fnatic baru yakin untuk mengunci Vayne setelah Rekkles memutuskan untuk percaya pada pilihan Caps dan Vayne langsung dikunci oleh Hylissang sebelum melakukan swapping.

Untungnya Caps bisa membayar kepercayaan tersebut dengan membawa timnya memenangkan game ketiga dan memberikan Fnatic match point. Setelah itu Fnatic juga berhasil memenangkan game keempat dan lolos ke babak Final untuk menantang FC Schalke 04.

Laurent Vic

RIP AND TEAR UNTIL IT'S DONE

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply