Berikut Ini Wawancara Bersama Bjergsen dan Hauntzer Mengenai Kekalahan Mereka Ketika Berhadapan Dengan Tim GPL

Berikut Ini Wawancara Bersama Bjergsen dan Hauntzer Mengenai Kekalahan Mereka Ketika Berhadapan Dengan Tim GPL
i1512784201169122

Sangat disayangkan melihat Hauntzer dan Bjergsen kalah dari tim SEA All-Star (Garena Premier League).

Pada tanggal 8 Desember di Los Angeles, event All-Star 2017 day 2 game 2 baru saja selesai. Dalam pertandingan yang meghadirkan SEA vs NA, para pasukkan SEA atau GPL All-Star akhirnya berhasil meraih satu kemenangan, setelah sebelumnya di hari pertama mereka berhasil ditumbangkan oleh tim LPL All-Star. Dan itu artinya juga, tim NA All-Star harus menerima kekalahan mereka lagi, yang berarti sekarang tim NA All-Star memiliki satu kemenangan dan dua kekalahan.

Hauntzer dan Bjergsen telah memilih Jayce dan Azir yang dipercayai oleh mereka untuk bisa membawa kemenangan bagi tim, namun ternyata itu tidak berjalan semulus seperti apa yang mereka harapkan. Mulai dari awal permainan sampai akhir pertandingan, Bjergsen dan kawan-kawan telah tertinggal cukup jauh. Dengan memanfaatkan keunggulan besar ini, jelas mudah bagi Levi dan skuad SEA lainnya untuk membungkam para pemain bintang dari Amerika Utara tersebut.

Dalam sebuah wawancara setelah berakhirnya pertandingan, Hauntzer menjelaskan sedikit mengapa mereka mungkin kalah. Berikut adalah tanggapan wawancara dari Toplaner dan Midlaner TSM. Hauntzer dan Bjergsen.

Sebelumnya kami ucapkan terimakasih banyak untuk Iven Global yang telah memberikan berita ini dan juga untuk Onivia yang telah membuat highlight pertandingan antara NA All-Star vs GPL All-Star.

Untuk Hauntzer; Bagaimana perasaanmu sekarang?

H: Merasa sangat buruk. Saya pikir kami melakukan banyak Outplay. Tapi, kami tidak memiliki banyak latihan masuk ke turnamen ini jadi … Ini sudah bisa diduga. Ada banyak hal yang bisa diambil dari kerugian ini.

Untuk Bjergsen; Bagaimana menurut kamu?

B: Yeah, itu jelas bukan permainan yang bagus. Saya pikir mereka bermain cukup baik. Secara khusus, menurut saya  Levi selalu bermain konsisten di setiap game. Dia memiliki beberapa tendangan yang sangat penting untuk jalannya pertandingan, saat menggunakan Lee Sin di game tadi. Cuma tersisah Sneaky di base kami pada saat fight terakhir, saya pikir dari sana game yang kami jalani juga sudah berakhir. Jika Levi tidak menendang saya dan menjauhkan saya dari tim, mungkin kami akan menghentikan permainan dan berpotensi untuk comeback. Saya pikir mereka semua bermain sangat baik, tapi Levi adalah pemain yang menonjol.

Untuk Hauntzer; Seperti apa rasanya memiliki waktu sedikit untuk berlatih dalam turnament ini?

H: Sebenarnya menyenangkan untuk melihat seberapa baik kamu akan melakukannya. Karena kamu tidak bisa menganggapnya serius, kamu harus mencoba berbagai pilihan. Dan kamu juga bermain dengan pemain baru. Sangat menyenangkan bersinergi dengan Sneaky dan Aphro, bahkan Mike. Saya pikir hanya itu pengalaman yang bagus.

Bjergsen, bagaimana rasanya bermain dengan pemain yang belum pernah satu tim dengan kamu sebelumnya? Seperti apa rasanya bermain dengan orang-orang yang sudah lama kamu kenal tapi tidak pernah mendapat kesempatan untuk bermain bersama mereka?

B: Mereka sebenarnya mirip dengan apa yang saya harapkan. Ini karena saya kenal Sneaky dan Aphro sebagai teman. Cara mereka bermain dan berkomunikasi adalah apa yang saya harapkan. Ini adalah saat yang tepat dan kami berhasil bermain dengan baik di luar permainan. Sayangnya, hal itu tidak membawa kami menang kali ini. Belum ada kesulitan atau ketidaksepakatan dalam tim. Kita semua di sini hanya untuk melakukan yang terbaik dan saling melekat seperti gel serta untuk bisa menjadi tim yang baik, hahaha.

Hauntzer, apa yang telah dilakukan Ssong untuk tim – mengingat waktu yang terbatas?

H: Saya pikir dia adalah orang yang sangat cerdas. Aku baru bertemu dengannya beberapa hari yang lalu. Dari beberapa scrims yang kami punya, dia memberi kami masukan yang sangat bagus. Dia juga memiliki alasan yang sangat bagus di balik masukannya tersebut, jadi kamu bisa mengerti mengapa dia mengatakan itu dan ini. Dia juga sangat percaya diri dengan apa yang dia katakan. Sangat mudah untuk mempercayainya dan mengambil dari apapun yang dia katakan.

Untuk Bjergsen; Anda punya pertandingan 1v1 untuk bermain melawan Faker hari ini. Sedangkan kamu sendiri adalah mantan juara 1v1. Apa rencana kamu yang berpotensi untuk memenangkan game ini, mengingat betapa sulitnya bracket kamu dan tim nantinya?

B: Saya tidak tahu seperti apa pertandingan saya nantinya setelah melawan Faker, tapi bertemu dengan Faker jelas berarti saya tidak memiliki jalan yang mudah. Saya pikir ini akan menjadi pertandingan yang menyenangkan. Saya pikir Faker memiliki beberapa trik di balik lengan bajunya seperti Nasus yang kemarin, atau mungkin hal gila lainnya. Saya pikir akan ada banyak yang turun sesuai dengan apa yang kita mainkan sebelumnya. Yang terpenting, seberapa bagus kamu mendaratkan skillshots dan menghindari skillshots. Bermain-main dengan Relics juga nampaknya sangat penting nanti.


Untuk saat ini, tim NA All-Star berada di masa yang sangat sulit, karena mereka mereka sudah menerima 2 kekalahan dan hanya memiliki 1 kemenangan saja, yang artinya mereka hanya mengharapkan pertandingan bracket nanti (itupun jika ada) untuk bisa melangkah lebih jauh lagi. Sedangkan untuk GPL All-Star, mereka telah berhasil mendapatkan kemenangan pertama mereka ketika menghadapi tim NA All-Star di hari kedua ini, yang memiliki cukup keunggulan untuk meraih kemenangan dari Brazil All-Star.

Tapi mampukah tim GPL All-Star menang melawan tim Brazil All-Star nanti, dan lolos ke babak selanjutnya? Hanya waktu yang akan menjawab!

Saya adalah presiden dari World Economic Journal dan merupakan salah satu penguasa dunia bawah, dan sering mengisi waktu luang dengan bermain League of Legends. Panggil saya "Big News" Morgans!

 

Leave a Reply


comments