Caps: Jika Ada Tim EU yang Bisa Penuhi Ekspektasi, Tim Itu adalah Fnatic

Caps: Jika Ada Tim EU yang Bisa Penuhi Ekspektasi, Tim Itu adalah Fnatic
credit: Korizon.net
credit: Korizon.net

Datang ke World Championship 2018 sebagai seed pertama setelah berhasil merengkuh gelar juara EU LCS Summer 2018, sudah pasti Fnatic akan menjadi harapan terbesar EU. Publik EU menaruh ekspektasi tinggi kepada skuad ini dengan harapan bisa meneruskan tren lolos ke Playoffs dan finis di posisi yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Tugas Fnatic untuk memenuhi ekspektasi tersebut sudah pasti tidak akan mudah. Semua tim yang berlaga di World Championship 2018 nanti sudah pasti adalah tim-tim terbaik dari seluruh region dan mereka juga pasti memiliki tujuan yang sama dengan Fnatic. Tak hanya itu, tim-tim dari region kuat seperti LPL dan LCK tidak akan membuat perjalanan Fnatic menjadi mudah.

Ekspektasi yang tinggi tersebut juga disadari oleh Midlaner Fnatic Caps. Dilansir dari Korizon, Caps merasa bahwa ekspektasi tersebut menjadi beban tersendiri, namun di saat bersamaan ia juga semakin terpacu untuk melewati ekspektasi tersebut.

Fnatic

“Rasanya menyenangkan bahwa ada ekspektasi yang dibebankan kepada saya. Di satu sisi, saya bertekad untuk memenuhi ekspektasi itu, tetapi di saat bersamaan saya juga semakin terpacu untuk melampaui ekspektasi tersebut. Saat ini semua orang mengharapkan Fnatic bakal memberikan hasil terbaik di dalam EU, namun saya juga ingin memberikan hasil yang baik di kancah Internasional,” ucap Caps.

“Fnatic adalah seed pertama dari EU. Saya juga berharap tim seed kedua (Vitality) dan ketiga (G2 Esports) bisa memberikan hasil terbaik, namun sebagian besar ekspektasi dibebankan kepada seed pertama, yaitu kami. Jika ada tim yang bisa memenuhi ekspektasi EU dan menghancurkan persepsi buruk mengenai penampilan EU di ajang Internasional, tim itu adalah Fnatic,” tambah Caps.

Berkaca dari cara Fnatic lolos dari grup lewat babak Tiebreaker pada World Championship 2017 dan Mid-Season Invitational 2018, Caps ingin melakukan yang terbaik supaya bisa lolos dari grup tanpa melalui laga Tiebreaker.

Caps

“Baik saat Worlds 2017 dan MSI 2018, Fnatic selalu nyaris tersingkir dan selalu lolos lewat pertandingan Tiebreaker. Kami juga tereliminasi setelah kalah dari Royal Never Give Up. Pada Worlds 2018 nanti, saya ingin melakukan yang terbaik. Saya tidak ingin Fnatic kembali lolos lewat Tiebreaker namun lewat kemenangan yang meyakinkan. Saya ingin memberikan tantangan serius kepada lawan yang kami hadapi nanti,” tegas Caps.

Saat ini Caps bersama timnya Fnatic sedang melangsungkan Bootcamp untuk mempersiapkan diri menghadapi Group Stage World Championship 2018 yang akan diselenggarakan setelah babak Play-In selesai. Semoga Caps dan Fnatic nanti bisa menjadi harapan terbaik EU dan meraih hasil terbaik.

Laurent Vic

RIP AND TEAR UNTIL IT'S DONE

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply