cArn: Fnatic Tidak Akan Ambil Langkah Apapun Mengenai Kasus Poaching

cArn: Fnatic Tidak Akan Ambil Langkah Apapun Mengenai Kasus Poaching
Fnatic Logo

Kemarin kita sempat dikejutkan dengan adanya laporan yang menyebutkan bahwa ada sejumlah pihak yang melaporkan G2 Esports dan Perkz mengenai kasus poaching kepada Riot Games. Isi laporan tersebut menyebutkan bahwa G2 Esports dan Perkz melakukan kontak dengan cara yang tidak seharusnya saat akan merekrut pemain.

G2 Esports dan Perkz mencoba mendekati pemain incarannya dengan mengajak berdiskusi dan membujuk pemain sebelum pihak tim dari pemain yang bersangkutan memberikan izin kepada pemain untuk melakukan pembicaraan dengan pihak lain terkait masa depannya. Beberapa pemain seperti Hjarnan, Wadid, Odoamne, Upset, Zven, dan Mithy adalah pemain yang pernah didekat oleh G2 Esports.

Munculnya laporan ini membuat banyak yang mengaitkan masuknya Caps ke G2 Esports juga merupakan hasil dari poaching yang dilakukan oleh G2 Esports. Hal ini semakin diperkuat dengan tweet dari founder Fnatic Sam Mathews beberapa hari yang lalu.

Dari tweet ini, banyak yang meyakini bahwa Fnatic adalah salah satu dari pihak yang melaporkan kasus ini kepada Riot Games. Namun rumor ini langsung dibantah oleh cArn selaku Chief Gaming Office lewat tweet klarifikasi yang menyebutkan bahwa Fnatic tidak akan memberikan laporan apapun mengenai kasus poaching pemain di LEC.

Pemain legendaris Counter Strike 1.6 ini justru meminta kepada publik supaya mengabaikan masalah ini dan fokus untuk menyambut kompetisi LEC pada musim depan yang akan memasuki tahun franchise pertamanya.

Sejauh ini, kasus poaching ini masih belum terbukti kebenarannya dan pihak G2 Esports juga membantah bahwa Perkz tidak pernah menghubungi pemain lain yang masih terikat kontrak sebagai perwakilan G2 Esports. Ada kemungkinan pihak Riot bakal merespons kasus ini dan memulai investigasi.

Laurent Vic

RIP AND TEAR UNTIL IT'S DONE

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply