Cloud9 Lolos ke Babak Utama Worlds 2018 Setelah Tumbangkan Gambit Gaming

Cloud9 Lolos ke Babak Utama Worlds 2018 Setelah Tumbangkan Gambit Gaming
Cloud9

Babak kedua Play-In Worlds 2018 dimulai kemarin dengan mempertemukan Cloud9 kontra Gambit Gaming. Semua mata tertuju kepada Sneaky dan kawan-kawan, karena mereka juga lebih diunggulkan oleh publik.

Berbagai prediksi bermunculan, mulai dari kemenangan mutlak 3-0. C9 dinilai memiliki persiapan lebih matang dan level permainan yang jauh dibandingkan lawan tandingnya. Tak hanya itu saja, Cloud9 memiliki modal bagus lewat kemenangan 4-0 di babak grup.

Mereka sukses meraih empat kemenangan dari dua lawannya yakni DetonatioN FocusMe dan KaBuM! e-Sports. Meskipun performa Cloud9 terlihat kurang meyakinkan, mereka dianggap jauh lebih kuat dari Gambit Gaming yang hanya sanggup meraih kemenangan dari Kaos Latin Gamers di babak grup.

Alih-alih terjadi pembantaian sepihak, Cloud9 justru menghadapi perlawanan yang sulit dari Gambit Gaming sejak game pertama dimulai.

Game 1: Cloud9 Win


Lewat kesuksesan Early Gank-nya, Blaber membawa C9 mendapatkan keunggulan Early dengan cepat. Meskipun GMB berusaha membalas lewat Gank-nya di area Top, C9 masih jauh lebih unggul berkat kontrol vision-nya yang lebih superior.

C9 sama sekali tidak memberikan celah sedikitpun kepada GMB untuk melancarkan serangan balik. C9 terus memperpanjang keunggulan yang didapat dan memojokkan GMB. Ace Triple Kill dari Sneaky semakin mempersulit posisi GMB dan C9 sukses menutup game pertama dengan kemenangan pada menit ke-26.

Game 2: Gambit Gaming Win


Kira memutuskan untuk mengunci Pocket Pick-nya Anivia sementara Jensen merespons dengan mengunci Viktor. C9 memang sempat mendapatkan keunggulan Early, namun kontrol di area sungai GMB yang lebih superior berhasil meredam serangan C9 yang berpusat di sekitar Botlane.

Kira memegang peran yang cukup besar terhadap keunggulan GMB. Meskipun dalam keadaan terdesak, ia selalu bisa merepotkan C9 baik dari burst damage-nya, zoning slow-nya, maupun Ice Wall yang selalu diikuti oleh kombo Stun dari Diamondprox. Dari keunggulan tersebut, GMB gencar melakukan tekanan dan menekan C9.

C9 memang sempat memberikan perlawanan kuat dan bisa bertahan dari gempuran GMB, namun GMB yang jauh lebih unggul tidak bisa dihentikan oleh C9 saat melakoni team fight lewat permainan yang lebih superior. GMB sukses menyamakan kedudukan 1-1.

Game 3: Cloud9 Win


C9 melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Svenskeren. Tak cuma itu, mereka juga menggunakan pick kejutan, Singed.

Pick Singed ini terbukti ampuh menangani PvPStejos yang memainkan Sion. Dengan bantuan Svenskeren, Licorice sukses membuat PvPStejos sering mundur kembali ke Base dan beberapa kali memutar Death Timer. Gank Svenskeren juga kurang diantisipasi oleh Diamondprox sehingga ia sering terlambat datang.

Saat memasuki Mid Game, Zeyzal mulai menebar teror lewat Hook-hook yang krusial dan akurat. Sebagian besar hook-nya selalu membawa kematian bagi targetnya berkat follow-up yang cepat dari rekan setimnya. Keberadaan Zeyzal ini membuat pemain GMB ragu-ragu untuk maju dan C9 semakin sulit dihentikan. Match point berhasil didapatkan setelah Sneaky mencetak Triple Kill dan Nexus GMB dihancurkan.

Game 4: Gambit Gaming Win


GMB kembali menggunakan pick kejutan dengan mengunci Nautilus Support. Pick ini terbukti ampuh, khususnya saat melawan matchup Botlane karena Edward kini bisa melakukan engage balasan melawan Thresh milik Zeyzal.

Selebihnya, GMB berhasil mendapatkan keunggulan Early lewat kesuksesan Gank Diamondprox. Jensen yang beberapa kali membuat keputusan aneh seperti overstay di lane dalam keadaan kritis berulangkali dihukum oleh pemain GMB. Tak hanya Jensen saja, beberapa keputusan aneh juga kerap dilakukan pemain C9 lainnya sehingga keunggulan GMB menjadi semakin jauh.

Sneaky juga cukup sering tertangkap GMB saat terjadi team fight sehingga memaksa C9 untuk mundur. GMB terus memperpanjang keunggulan yang didapat dan menekan C9 sampai ke Base-nya. GMB yang sudah unggul terlalu jauh sulit dihentikan C9, bahkan dengan usaha Flank dari Licorice sekalipun. GMB sukses memaksa C9 untuk memainkan game kelima.

Game 5: Cloud9 Win


Kedua tim sama-sama mengawali laga dengan permainan proaktif dari para Jungler, namun Gank C9 lebih sering mendapatkan keberhasilan ketimbang GMB. GMB tidak menyerah begitu saja dan terus memberikan perlawanan sehingga keadaan menjadi sengit meskipun C9 unggul dari segi kontrol Map dan Vision.

C9 sempat membuat beberapa blunder dan keputusan aneh yang menyebabkan GMB unggul dan sering menderita kekalahan saat terjadi team fight. Untungnya, C9 mampu berbenah pada team fight berikutnya dan berhasil menang setelah memecah koordinasi GMB. C9 baru bisa menegaskan keunggulannya lewat Hexflash Engage dari Zeyzal.

Dari kemenangan team fight tersebut dan Baron Buff yang didapat, C9 melancarkan serangannya ke Base GMB, sementara GMB berusaha bertahan. Setelah mencetak Ace, C9 berhasil mengunci kemenangan dan melangkah ke Main Event.

==

Berkat kemenangan ini, Cloud9 menjadi tim Play-In pertama yang berhak lolos ke Main Event World Championship 2018. Jika melihat keadaan grup Main Event, kemungkinan Cloud9 akan ditempatkan di Grup A atau B karena Grup C dan D sudah diisi oleh tim NA LCS. EDward Gaming dan DetonatioN FocusMe dijadwalkan akan bertanding berikutnya untuk memperebutkan spot kedua di Main Event World Championship 2018.

Laurent Vic

RIP AND TEAR UNTIL IT'S DONE

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply