Cloud9 Perlu Berubah Jika Ingin Mengalahkan Echo Fox

Cloud9 Perlu Berubah Jika Ingin Mengalahkan Echo Fox
cloud9-csgo-wallpaper-1

Cloud9 melewati masa-masa yang sulit di minggu pertama NA LCS dan mereka harus memperbaiki diri jika mereka ingin menang pada minggu kedua.

Runner up dari NA LCS musim lalu ini tidak tampak seperti mereka musim lalu, dan mereka tidak memenangkan satupun game baik melawan TSM maupun CLG. Kekalahan melawan TSM adalah hal yang biasa, secara TSM hanya satu-satunya tim yang berada diatas mereka di babak group stage NA LCS Spring Split lalu. Tapi kemenangan CLG membuat C9 makin mengecewakan. C9 kini adalah salah satu dari empat tim yang tidak memenangkan game satupun pada minggu pertama NA LCS Summer Split. Bersama dengan peringkat tiga dan empat spring split lalu, Phoenix1 dan FlyQuest tentunya. Echo Fox akan menjadi lawan tersulit mereka musim ini, dan C9 harus mengubah sesuatu jika ingin mengalahkan mereka.

Ini Tentang Mid Lane


Echo Fox, tim yang hampir terkena degradasi pada Spring lalu, terlihat seperti mesin dengan pelumas terbaik musim lalu, dan top tim musim lalu dan C9 sebagai tim terbaik musim ini harus berkonsentrasi terhadap tim muda ini jika mereka ingin mempertahankan momentum mereka.

Musim lalu, C9 terlihat sangat lemah dan Echo Fox malah bersinar. Midlaner Echo Fox, Henrik “Froggen” Hansen, menjadi pemberi Damage Per Minutes terbaik pada musim lalu dengan perolehan 806 DPM, berdasarkan laporan reporter ESPN, Tyler Erzberger.


Froggen mendominasi gamenya, dari carry menjadi split-pusher dan menjadi carry lagi, dia membuatnya terlihat mudah. Froggen pernah dianggap sebagai salah satu midlaner terbaik di EU LCS ketika dia melawan Alliance. Tapi pada split lalu, dia tampak mengecewakan. Dia tidak bermain buruk, tapi dia tidak terlihat seperti dulu. Minggu lalu, bagaimanapun juga, dia akhirnya bangkit.

Berbeda dengan Nicolaj Jensen, Midlaner dari Cloud9, yang belum bangkit juga. Dia dan Midlaner TSM Søren “Bjergsen” Bjerg dianggap sebagai midlaner terbaik di region tersebut, tapi KDA Jensen justru menjadi yang terburuk bahkan lebih dari setengah mid laner lain di league minggu lalu, berdasarkan Stage.gg, situs yang membahas stats kompetitif League of Legends. Froggen mendapatkan DPM, CS per menit, dan KDA terbaik. Sedangkan Jensen justru diisukan mendapatkan tekanan tidak biasa pada league di mana ia melakukan kesalahan ketika menggunakan Ekko pada Final Split lalu, beberapa orang mengatakan bahwa hal itu seharga kemenangan C9.

Pada kenyataannya, jika tim melakukan sedikit kesalahan (dan mereka melakukan banyak kesalahan), satu kesalahan Ekko tidak akan membuat throw pada game. Mungkin pada saat itu dia hanya sedikit bingung. Di sisi lain, dia harus membuat berusaha ketika melawan Froggen dengan momentumnya, karena itu akan sangat sulit untuk melawannya. Beban itu tidak semuanya ada pada Jensen.

Welcome to the jungle!


Contractz, tampak sedikit buruk musim lalu dibandingkan dengan Matthew “Akaadian” Higginbotham yang dikenal dengan kekuatannya yang mampu membawa tim dengan damage yang besar, dengan menggunakan jungler early game dengan power house yang kuat seperti Graves, Kha’zix, dan lain-lain. Dia memainkan Graves dengan gemilang pada minggu lalu, tapi anehnya, dia juga memainkan Ivern, yang menjadi jungler dengan gaya support, dan juga mendominasi permainan. Akaadian membuat play dimana-mana , dan menunjukkan hasil latihan dirinya bersama Echo Fox yang melakukan bootcamp ke korea pada akhir musim lalu.

Di sisi lain, Contractz justru memiliki sedikit dominasi. Dia terlihat berbeda seperti anggota dalam beberapa gamenya bersama C9. Positioning serta engage mereka tepat mengenai c9 saat lengah, dan rekan timnya sering bermasalah menyusul dirinya atau menahan diri saat ia membuat beberapa keputusan, setidaknya dia sudah mencoba. Dia memimpin perolehan Kill Participation dibanding jungler NA LCS lain pada minggu pertama. Meskipun KDA-nya sangat buruk, tapi setidaknya dia sudah sering melihat map dan mencoba untuk membantu tim.

Sedikit pomelesan menjadi hal yang sangat diperlukan Contractz untuk kembali, tapi beberapa keputusannya yang aneh bisa dikaitkan dengan komunikasi yang ragu-ragu dengan tim. Yang akan menjadi masalah yang lebih para. Masih terlalu dini untuk mengukur hal seperti itu karena kita masih dalam minggu pertama summer split. Hanya waktu yang akan menjawab.

Rafki R. Kurnia

Just a little biographical information to fill my profile.

Facebook 

Leave a Reply


comments