Cruzher: Phoenix Esports Tidak Akan Bisa Masuk 4 Besar Karena Soapking

Cruzher: Phoenix Esports Tidak Akan Bisa Masuk 4 Besar Karena Soapking
Cruzher

LGS Spring 2018 akan resmi berlangsung mulai minggu depan, atau lebih tepatnya pada tanggal 15 Januari mendatang. Juara pertama di musim lalu, Headhunters masih menjadi salah satu tim yang patut ditunggu penampilannya di musim ini. Mengandalkan kekuatan dari tiga pemain hebat seperti Petland, rubeN, dan Cruzher, plus ditambah satu pemain baru, sang pemburu mempunyai potensi yang sangat besar untuk kembali menjadi juara.

Meskipun begitu, bukan berarti Headhunters di musim ini dapat dengan mudah menjadi juara seperti yang sudah mereka lakukan musim lalu. Beberapa tim baru seperti Devoticore dan Resilence Esports berpotensi menjadi lawan yang kuat. Terlebih lagi Phoenix Esports dengan rosternya yang sekarang, Headhunters harus memberikan lebih banyak perhatian kepada tim peringkat 2 di Legion LGS Summer 2017 ini.

Beberapa waktu lalu, Hasagi melakukan sebuah wawancara kepada Cruzher selaku kapten dan pemilik dari Headhunters. Kami menanyakan banyak pertanyaan, seperti bagaimana persiapan mereka dan juga pendapat mereka tentang tim-tim yang akan bertanding di LGS Spring 2018. Dan tebak apa? Cruzher bahkan memberikan pendapat pribadinya tentang Soapking yang sekarang berada di Phoenix Esports.

Setelah beberapa bulan, sekarang kita semua akhirnya kembali ke LGS. Apakah Anda semangat untuk ini?

Tentunya kita sebagai salah satu tim yang full time di Indonesia, kita sangat semangat dengan kembalinya LGS. Sewaktu tidak ada LGS, kita tidak dapet hype dan ketertarikannya untuk kembali menjuarai LGS dan membalas dendam di GPL.

Seperti apa persiapan yang Headhunters lakukan supaya dapat kembali menjadi juara di musim ini?

Kita sekarang ini lebih banyak fokus di Solo Queue server Tiongkok, dibandingkan sebelumnya dimana kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk scrim. Jam latihannya juga kurang lebih masih sama, kita masih latihan minimal 12 jam setiap harinya.

Apakah kepergian Kriss Kyle akan menjadi masalah bagi Headhunters?

Sebenernya, dengan adanya Kriss Kyle di tim justru membuat atmosfir di tim menjadi kurang enak. Kriss Kyle mendatangkan banyak konflik antara dia dengan anggota-anggota yang lain. Belum lagi banyaknya mis-komunikasi yang dilakukannya. Jadi, tanpa Kriss Kyle justru membuat Headhunters menjadi semakin baik secara tim.

Lalu, kira-kira akan seperti apakah permainan Headhunters tanpa Kriss Kyle?

Ya, kurang lebih masih sama saja sih. Tidak akan terlalu banyak perbedaan. Apabila dulu permainan Headhunters bayak kesalahan, justru sekarang malah menjadi lebih sedikit.

Saya tidak melihat rubeN di media day kemarin, bagaimana kabarnya?

Di saat media day itu rubeN sedang menemani temannya yang datang dari Papua. Kondisinya sangat sehat dan harusnya akan kembali berkumpul bersama kami lagi di gaming house secepatnya.

Apa perbedaan terbesar Headhunters yang sekarang dengan Headhunters saat pertama kali dibentuk?

Pas pertama kali Headhunters terbentuk itu saya sendiri rencananya tidak main lagi. Saya menyerahkan semuanya kepada pemain, berharap mereka bisa menggantikan saya. Dan ternyata hal itu tidak terjadi dan saya harus kembali bermain lagi. Perbedaan terbesar antara yang sekarang dengan yang dulu itu adalah niat para pemain, dimana mereka sekarang sangat niat dan rajin sekali jika dibandingkan dulu.

Apakah kalian merasa kemampuan bermain kalian berkembang secara signifikan? Atau malah sebaliknya?

Kita merasa kita sudah sangat berbeda dibandingkan sebelum-sebelumnya. Dulu, tim Indonesia itu tidak pernah dipandang sama sekali oleh region-region lain. Saya rasa sekarang hal itu sudah berubah semenjak tim kita sendiri memberikan impression yang sangat bagus sewaktu bermain dengan tim luar saat latihan. Sementara itu, dari segi kemampuan individu masing-masing kita juga selalu mencoba untuk menjadi yang terbaik dan tentunya itu semua butuh waktu dan usaha yang sangat banyak.

Untuk pemain yang masih berada di Headhunters hingga sekarang, sebagai kapten sekaligus pemilik, apa alasan anda tetap mempertahankan mereka?

Mereka semua adalah pemain terbaik di Indonesia, tentu saja saya bakal terus mencoba untuk mempertahankan mereka. Dan walaupun mereka sudah menjadi yang terbaik di Indonesia, mereka masih berusaha semaksimal mungkin untuk juga menjadi yang terbaik di luar Indonesia. Saya merasa sangat bangga dengan semua pemain saya.

Punya rencana nambah pemain baru di waktu mendatang?

Saya selalu ingin punya roster yang berisi 7 pemain, 5 pemain inti dan 2 pemain pengganti. Pemain pengganti dapat belajar untuk menggantikan pemain inti nantinya. So far kita sudah pemain baru, yaitu Fong. Tapi kita masih butuh 1 orang lagi yang siap untuk menjadi sub kita.

Apa pendapat pribadi anda tentang roster baru Phoenix Esports?

To be honest Phoenix Esports yang sekarang sudah tidak bisa terbang, soalnya ada Ericko Lim alias Soapking yang sangat beban dan tidak bisa carry. Sehingga menurut saya, Phoenix Esports kali ini tidak akan bisa masuk ke top 4. Saya turut berduka cita untuk semua pemain di sana kecuali Soapking.

Siapa tim yang kira-kira bisa jadi lawan berat bagi Headhunters di musim ini?

Musim ini kita tidak dapat menebak kira-kira siapa tim yang bakalan jadi lawan terberat kita. Tetapi, dari yang kita perhatikan setelah melihat roster, kelihatannya cukup seimbang antara semua tim dan harusnya bakalan exciting banget sih!

Terakhir, punya pesan pribadi yang ingin dikatakan seputar Garena dan League of Legends Indonesia?

Thank you Garena dan juga League of Legends Indonesia, tanpa kalian Headhunters juga tidak akan ada. Thank you juga untuk yang selama ini telah mendukung kita dan yang mengikuti esports League of Legends di Indonesia. Jangan lupa untuk selalu mendukung kami! TERIMA KASIH! #HNTWIN

Hi, I'm Edel, Founder and Editor of HASAGI. Nice to meet you!

Facebook Twitter 

Leave a Reply