Dardoch: Para Analis Sering Mencoba Mendiskredit Kami Dengan Cara Apapun

Dardoch: Para Analis Sering Mencoba Mendiskredit Kami Dengan Cara Apapun
Dardoch

Sekarang ini, posisi puncak klasemen sementara 2018 NA LCS Spring Split resmi menjadi milik Echo Fox setelah sukses menumbangkan pesaingnya dalam memperebutkan posisi pertama Cloud9. Sampai minggu kelima, Echo Fox tampil cemerlang dan sejauh ini baru menderita satu kekalahan saja dari Counter Logic Gaming.

Banyak yang memperkirakan bahwa Echo Fox akan keluar sebagai pemuncak klasemen pada split ini dan kandidat kuat untuk meraih juara 2018 NA LCS. Namun sang Jungler Dardoch ternyata kurang setuju dengan pernyataan tersebut.

“Kupikir kami merupakan tim terbaik di NA sekarang ini, tapi aku tidak yakin pernyataan tersebut bakal berlangsung lama. Memang ada semacam gap yang cukup jauh diantara kami dengan tim lainnya, tapi aku tidak berpikir gap yang cukup jauh tersebut bakal menjamin posisi pertama. Kami akan menjaga formula yang kami miliki selama split ini, dimana kami menaruh respek pada setiap tim dan bermain dengan baik,” ucap Dardoch kepada Blitz Esports.

Ketika ditanyai mengenai isi cuitannya di Twitter pada minggu lalu, Dardoch punya alasan tersendiri mengapa Ia membuat cuitan tersebut. “Ketika kami menang dan melihat post game analysis saat para analis dan caster membicarakan hasil pertandingan, mereka seperti mencoba untuk mendiskreditkan kami dengan cara apapun. Saat kami terbentuk pertama kalinya, mereka berkomentar ‘Perilaku mereka buruk, mereka akan gagal setelah kekalahan pertama’. Nyatanya saat kami kalah dari CLG, tidak ada hal yang terjadi. Mereka juga mencari alasan lain seperti ‘Mereka bermain terlalu agresif, Sinergi mereka kurang.”

“Aku hanya menganggap setiap kritik yang mereka lontarkan adalah tanda supaya kami berkembang. Kami hanya mencoba untuk mempelajari permainan, kami mencoba untuk melebur menjadi satu seperti tim lainnya. Aku tidak paham mengapa ada semacam ‘Anti Echo Fox bias’ dari komunitas,” ungkap Dardoch.

Ia juga menambahkan bahwa hal yang dialami timnya tidak akan terjadi untuk tim lain. “Jika tim lain yang berada pada posisi puncak, semuanya justru akan memuji tim tersebut seperti ‘Tim ini adalah kesempatan terbaik NA, tim ini menjanjikan, tim ini penuh harapan’. Jika tim tersebut adalah TSM, maka semua orang akan membuat hype yang sangat besar dan tidak masuk akal. Dari situlah asal cuitan yang kubuat, karena perasaan negatifku yang muncul karena potret buruk yang diciptakan orang-orang di NA LCS.” tutup Dardoch.

Untuk interview selengkapnya, kalian bisa melihatnya di video di bawah ini.

Laurent Vic

Writer, Gamer, Mechanical Keyboard Enthusiast, Dank Memer, Noob Yu-Gi-Oh! Duelist

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply


comments