Divisi League of Legends Virtus.pro Dibubarkan

Divisi League of Legends Virtus.pro Dibubarkan
VP Logo 1

Mantan juara 2017 LCL Summer Split, Virtus.pro mengumumkan bahwa mereka membubarkan divisi League of Legends-nya.

Pada tahun 2014 silam, Virtus.pro juga sempat membubarkan roster League of Legends mereka. Hingga akhirnya pada 2016, tim profesional yang berbasis di Rusia ini kembali mengumumkan kembalinya mereka ke level kompetitif League of Legends.

VP

Akan tetapi, perjalanan Paranoia dan kawan-kawan tidak berlangsung lama. Tahun ini, melalui channel resmi YouTube resmi Virtus.pro, mereka kembali mengumumkan akan membubarkan divisi League of Legends mereka.

Pengumuman ini benar-benar sangat mengejutkan. Padahal, perjalanan mereka saat comeback tidak terlalu buruk. Mereka menjadi juara pada 2017 LCL Spring Split dan menjadi runner up pada 2017 LCL Summer Split.

Bubarnya roster mereka juga telah dikonfirmasi oleh Roman Dvoryakin, General Manager dari Virtus.pro,

“Kami menggunakan standar pendekatan untuk semua disiplin Esports. Ketika kami melihat game tersebut berpotensi, kami akan memperluas tim kami ke game tersebut. Kami benar-benar berhati-hati dalam mencari dan memperhitungkan hasil komersil dan media berdasarkan hasil tahun pertama.”

Roman juga menambahkan,

“Eropa, USA, dan China sangat berbeda jauh dengan Rusia, kamu bisa menginvestasikan uang dengan jangka waktu yang panjang. Sementara investor dari Rusia justru ingin melihat hasil perkembangan secara langsung. Jika mereka kehilangan minat dengan proyek tersebut, maka habislah. Jika trend ini berlanjut, League of Legends CIS (Region Rusia dan sekitarnya) berisiko akan tetap menjadi region kelas dua.”

Well, dengan bubarnya roster Virtus.pro, itu berarti para pemain harus mencari tempat naungan yang baru. Jika kita melihat apa yang dikatakan oleh General Manager dari Virtus.pro, kita akan menyimpulkan investor dari region CIS sangat keras.

Padahal Virtus.pro bisa berkembang menjadi lebih baik lagi. Akan tetapi, memang benar, kita semua menganggap LCL pastilah region kelas dua. Krisis ini membuat tim-tim Rusia seperti Virtus.pro yang memiliki investor keras harus berpikir lebih jauh untuk mendapatkan sponsor dan modal.

Nasi sudah menjadi bubur. Apa boleh buat? Sekali lagi, Virtus.pro mundur dari Esports League of Legends. Bagaimana pendapat kalian?

Rafki R. Kurnia

Just a little biographical information to fill my profile.

Facebook 

Leave a Reply