Doublelift Terbaik di NA, Mengapa Bukan Pemain-Pemain Ini?

Doublelift Terbaik di NA, Mengapa Bukan Pemain-Pemain Ini?

Karir Yilian “Doublelift” Peng di dunia League of Legends sudah tidak diragukan lagi. Dia sudah merasakan manis pahit jalannya kompetisi League of Legends dari mulai pertama kali ada kompetisi profesional.

Lahir pada 19 July 23 tahun yang lalu di Amerika, Doublelift pertama kali terkenal dengan permainan Blitzcrank khasnya. Ya, Doublelift memulai perjalanannya di League of Legends sebagai seorang Support. Waktu itu di CLG, dia belum bertemu dengan Aphromoo. Tapi kemudian, seiring berjalannya waktu, Doublelift menjadi ADC dan disusul dengan datangnya Aphromoo, dan menjadikan keduanya sebagai duo Bot-lane paling mematikan di NA LCS, atau mungkin di dunia.

Soal gelar, tidak ada yang meragukan Doublelift. Karirnya di CLG dan TSM membuatnya menjadi penguasa NA LCS, tapi sayangnya, di kancah internasional, dia seolah belum berjodoh.

Tidak diragukan lagi bahwa Doublelift adalah pemain terbaik di NA. Jikapun ada saingannya, mereka hanya mampu mendekati, dan tidak mampu melebihi atau bahkan menyamai apa yang telah Doublelift capai dalam karirnya. Namun, Doublelift bukan sendirian. Ada beberapa pemain yang digadang sebagai saingan Doublelift dalam memperebutkan gelar pemain terbaik di NA. Lalu, mengapa Doublelift dan bukan mereka?

1. Bjergsen

Bjergsen, pemain EU rasa NA

Bjergsen juga tidak bisa dipungkiri sebagai salah satu Midlaner terbaik dunia. Bersama Faker, Bjergsen adalah penguasa Mid lane sejak kedatangannya ke TSM. Untungnya lagi, Bjergsen bermain satu tim dengan Doublelift di TSM sekarang. Sehingga beban Bjergsen sebagai Hypercarry menjadi tidak terlalu berat.

Hal itulah yang menjadi pertimbangan mengapa Doublelift dinilai lebih baik dari Bjergsen dalam kasus ini. Tidak diragukan juga bahwa permainan Bjergsen jauh meningkat setelah kedatangan Doublelift  ke dalam tim. Memang dari Skill individu Bjergsen adalah yang terbaik, namun usia Bjergsen yang masih muda juga menandakan bahwa Doublelift lebih berpengalaman dalam hal adaptasi tim, taktik, hingga Meta. Itulah yang dibawa oleh Doublelift ketika dia bertemu dengan Bjergsen, juniornya di TSM.

2. Froggen

Jika main lebih banyak Champion, Froggen mungkin bisa menjadi yang terbaik

Froggen adalah pemain pindahan dari Eropa. Di sana, dia juga pernah bermain untuk CLG, namun untuk tim Eropanya. Semenjak kepindahannya ke NA, Froggen semakin mendapatkan reputasinya sebagai salah satu Midlane unik terbaik dari yang pernah ada. Dia dikenal sebagai one trick Champion dengan Anivia-nya. Ada banyak rekor yang telah dia dapatkan di karir profesionalnya, mulai dari CS tertinggi dalam satu pertandingan, hingga partisipasi Kill terbanyak dalam turnamen. Lalu apa yang membuatnya tidak lebih baik dari Doublelift?

Yang pertama, Froggen terlebih dahulu bermain di EU, dan dia membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa memahami gaya permainan NA. Bisa dibilang, Season ini adalah Season terbaik di mana timnya, Echo Fox, bermain dengan sangat baik sejak awal Season. Selain itu, seperti yang disebutkan di atas, Froggen memiliki Champion Pool yang tidak terlalu banyak. Faktor Meta kembali berpengaruh padanya. Safe pick Anivia adalah yang terbaik untuknya, namun hal itu sepertinya tidak terjadi di Season ini.

3. Aphromoo

Aphromoo, dari mulai ditutor hingga jadi mentor

Jika kalian menganggap bahwa Doublelift lebih baik dari Aphromoo karena dia adalah seorang Support dan bukan Carry tim, maka kalian salah besar. Bisa dibilang Aphromoo adalah Support veteran yang masih bisa bersaing dengan para Support modern sekarang. Bukan hanya itu, bahkan dia mungkin bisa dibilang masih yang terbaik. Dulu, tidak ada yang menandingi Duo Aphromoo dan juga Doublelift. Namun yang mungkin kalian harus tahu juga, Aphromoo terlebih dahulu berguru pada Doublelift soal situasi tim ketika baru bergabung dengan CLG.

Semenjak perginya Doublelift, Stixxay, teman Duo barunya juga bisa dengan mudah beradaptasi. Hal itu membuktikan bahwa Aphromoo memiliki kapabilitas fleksibel untuk bisa berduet dengan siapapun. Namun, Doublelift juga tidak kalah. Serupa dengan Stixxay, Doublelift juga langsung berduet dengan pemain antah-berantah, Biofrost, yang sekarang menjadi Duo-bot yang juga tak kalah menakutkan dibandingkan dengan ketika bersama Aphromoo dulu.

Doublelift bisa dibilang unggul dari segi pengalaman. Bagaimanapun, Doublelift sudah terlebih dahulu menjadi pemain profesional sebelum Aphromoo bahkan mengenal League of Legends. Berbicara trofi, Doublelift jelas punya lebih banyak dari Aphromoo. Selain itu, kemampuan Doublelift yang sebelumnya pernah bermain di beberapa posisi seperti Support dan Jungle menjadi nilai lebih jika dibandingkan dengan Aphromoo.


Dari semua pemain di atas, menurut Hasagi, Doublelift adalah yang terbaik. Hal tersebut tidak lepas dari kontribusi tim, pengalaman, dan juga trofi yang telah Doublelift dapatkan selama karirnya. Jadi pantas sudah Doublelift menjadi yang terbaik di NA LCS.

Bagaimana dengan kalian, punya pilihan pemain terbaik NA LCS tersendiri?

An Astronaut. Music, football, and League of Legends above the moon.

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply


comments